Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

Mengapa Laksamana Keumalahayati Layak Lebih Dikenal Secara Nasional

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Nama Laksamana Keumalahayati seharusnya berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Namun, ingatan kolektif bangsa terlalu lama mengabaikannya. Padahal, jauh sebelum Indonesia merdeka, Keumalahayati sudah memimpin perang, menyusun strategi laut, dan menjaga kedaulatan wilayah Nusantara. Sejarah mencatat kiprahnya lebih awal dibanding banyak pahlawan perempuan nasional lainnya.

Laksamana Perempuan Pertama dan Pemimpin Inong Balee

Keumalahayati menorehkan sejarah sebagai laksamana perempuan pertama di dunia yang tercatat secara resmi dalam sejarah militer internasional. Pada akhir abad ke-16, ia memimpin armada laut Kesultanan Aceh sekaligus pasukan Inong Balee. Satuan militer ini beranggotakan para janda pejuang yang gugur melawan penjajah.

Di bawah komandonya, para perempuan ini tidak larut dalam duka. Keumalahayati mengubah kehilangan menjadi kekuatan tempur. Ia menempatkan perempuan sebagai subjek perlawanan, bukan sebagai korban perang. Kepemimpinannya menegaskan bahwa keberanian dan disiplin militer tidak mengenal batas gender.

Mengalahkan Belanda dan Diakui oleh Lawan

Pada 1599, Keumalahayati memimpin langsung pertempuran laut melawan armada Belanda. Dalam pertempuran tersebut, pasukannya menewaskan Cornelis de Houtman. Arsip-arsip Belanda sendiri mencatat peristiwa ini, sehingga fakta tersebut berdiri kuat sebagai data sejarah, bukan sekadar cerita heroik.

Pengakuan itu justru datang dari pihak lawan. Ironisnya, bangsa Indonesia baru memberi perhatian serius pada jasanya berabad-abad kemudian. Kondisi ini menunjukkan masalah bukan pada kurangnya prestasi, melainkan pada minimnya ruang dalam narasi sejarah nasional.

Bias Sejarah dan Pengabaian Tokoh Perempuan Daerah

Selama puluhan tahun, penulisan dan pengajaran sejarah nasional berpusat pada tokoh dan wilayah tertentu. Pendekatan ini secara tidak langsung meminggirkan tokoh perempuan dan figur dari luar Jawa. Akibatnya, publik baru mengenal Keumalahayati secara lebih luas setelah era reformasi, ketika diskursus sejarah mulai bergerak ke arah yang lebih terbuka dan inklusif.

Ketimpangan ini tidak hanya merugikan satu tokoh, tetapi juga membatasi cara bangsa memahami jati dirinya sendiri.

Relevansi Keumalahayati bagi Identitas Bangsa

Mengenalkan Keumalahayati bukan sekadar menambah satu nama dalam daftar pahlawan. Langkah ini penting untuk memperbaiki cara pandang terhadap peran perempuan dan wilayah maritim dalam sejarah Indonesia. Keumalahayati membuktikan bahwa Nusantara telah memiliki tradisi kelautan dan pertahanan laut yang kuat jauh sebelum negara modern berdiri.

Keteladanan yang ia tunjukkan relevan hingga hari ini: kepemimpinan lahir dari kapasitas, bukan dari jenis kelamin atau latar wilayah.

Saatnya Menempatkan Keumalahayati di Pusat Narasi Nasional

Di tengah upaya membangun identitas kebangsaan yang adil dan beragam, Keumalahayati layak menempati posisi sentral dalam buku pelajaran, diskusi publik, dan ruang kebudayaan nasional. Bangsa ini perlu mengenalnya bukan untuk meromantisasi masa lalu, melainkan untuk belajar dari sejarah secara jujur.

Sudah waktunya Keumalahayati tidak hanya hidup dalam ingatan lokal Aceh atau kajian akademik, tetapi hadir sebagai milik seluruh bangsa Indonesia. Mengingatnya berarti membuka jalan menuju penulisan sejarah yang lebih inklusif, berimbang, dan berkeadilan sejalan dengan semangat jurnalisme kritis yang diusung kabaristana.com.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • arga gunakan rakit akibat jembatan ambrol di Semarang"

    Jembatan Ambrol Diterjang Banjir, Warga Semarang Gunakan Rakit untuk Beraktivitas

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    jakarta, kabaristana.com | Warga gunakan rakit akibat jembatan ambrol di Semarang setelah banjir merusak akses utama penghubung antarpermukiman. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir memicu luapan sungai hingga menghantam struktur jembatan dan menyebabkan kerusakan parah. Peristiwa ini terjadi di sejumlah kawasan terdampak banjir di Semarang, Jawa Tengah. Jembatan yang ambrol […]

  • penipuan siber lintas negara yang beroperasi di Asia Tenggara

    Jaga-jaga Diserobot AS, China Kini Gencar Tangkap Bos Scam Kamboja dan Myanmar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 456
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — China memperketat pemberantasan penipuan siber lintas negara. Aparat China menangkap sejumlah tokoh utama jaringan scam yang beroperasi di Kamboja dan Myanmar. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Beijing terhadap potensi campur tangan Amerika Serikat dalam isu kejahatan siber di Asia Tenggara. Otoritas China melaporkan operasi penindakan telah berjalan sejak tahun lalu. […]

  • Kepemimpinan perempuan Asia dan stabilitas politik

    Jejak “The Iron Lady” Asia: Dari Jepang hingga Megawati, Perempuan dan Stabilitas Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilu musim dingin Jepang 2026 langsung menorehkan sejarah baru. Ia menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, memimpin koalisi mayoritas kuat di parlemen, sekaligus memperoleh mandat luas untuk mendorong agenda fiskal dan keamanan nasional. Perbandingan dengan Margaret Thatcher muncul cepat. Julukan The Iron Lady kembali digaungkan, bahkan sebelum hasil […]

  • nelayan pesisir Lombok Barat dalam konteks edukasi nelayan cegah ilegal

    KKP dan Australia Edukasi Nelayan Cegah Penangkapan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Australia Fisheries Management Authority (AFMA) mengedukasi masyarakat pesisir di Buton dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan mencegah nelayan Indonesia menangkap ikan secara ilegal di perairan Australia. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan program ini menyasar nelayan, keluarga nelayan, pemilik kapal, dan […]

  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat

    Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan untuk Pemeriksaan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Penonaktifan dilakukan menyusul temuan Ombudsman Republik Indonesia di lapas tersebut. Lima pejabat yang dinonaktifkan terdiri atas Kepala Lapas (Kalapas), Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasibinadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasikamtib), serta […]

  • Bobby Nasution Nias berjabat tangan dengan Ketua PW IPA Sumut sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di Kepulauan Nias.

    PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara mengapresiasi komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mempercepat pembangunan daerah. Kebijakan berkantor langsung di Kepulauan Nias dan pengalokasian anggaran infrastruktur senilai Rp230 miliar di Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), dinilai sebagai bukti nyata pemerataan pembangunan. Ketua PW IPA Sumatera Utara […]

expand_less