Anak Bakar Rumah di Pati Usai Cekcok Keluarga
- account_circle Porondosi
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 248
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konflik keluarga, seorang anak Bakar Rumah Orang tua di salah satu desa, di Kabupaten Pati, Jawa tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com – Kasus anak bakar rumah di Pati menyita perhatian masyarakat setelah konflik keluarga berujung pada kebakaran rumah orang tua di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sekitar dan menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. (08/02/2026).
Peristiwa kebakaran terjadi di salah satu desa di wilayah Pati. Sejak pagi hari, pelaku terlibat cekcok dengan orang tuanya terkait persoalan keluarga. Adu mulut tersebut terus berlanjut hingga emosi pelaku memuncak.
Usai pertengkaran, pelaku meninggalkan rumah dalam kondisi marah. Beberapa saat kemudian, warga melihat api mulai muncul dari bagian dalam rumah dan dengan cepat membesar. Asap tebal membumbung ke udara dan membuat warga sekitar panik.
Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran, dan kepolisian. Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi dan memadamkan api agar tidak merambat ke rumah lain di sekitar lokasi kejadian.
Setelah itu, Polisi langsung mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Aparat juga membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami motif dan latar belakang konflik keluarga tersebut.
lebih jauh lagi, Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, api merusak sebagian besar bangunan rumah dan menghanguskan perabot milik orang tua pelaku. Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Keluarga terdampak sementara waktu harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Peristiwa anak bakar rumah di Pati menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar mengelola konflik keluarga secara sehat. Aparat dan tokoh masyarakat mengimbau warga untuk mengedepankan dialog, mediasi, serta mencari bantuan pihak berwenang apabila konflik mulai memanas dan berpotensi memicu tindakan berbahaya.
- Penulis: Porondosi
- Editor: Endhy

Saat ini belum ada komentar