Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Balikpapan, (kabaristana.com) — Borneo Forum 2026 mendorong pemerintah memangkas birokrasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Penyederhanaan proses dinilai dapat mempercepat penyaluran dana dan membantu petani meremajakan kebun sawit.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dana BPDPKS Lupi Hartono mengatakan proses administrasi masih menjadi kendala utama. Persyaratan dokumen yang panjang membuat banyak pengajuan PSR membutuhkan waktu lama.

“Kami merekomendasikan penyederhanaan proses mendapatkan dan mencairkan dana PSR, agar programnya bisa lebih optimal,” kata Lupi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu.

BPDPKS merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan. Lembaga tersebut mengelola dana perkebunan kelapa sawit yang berasal dari pungutan ekspor.

Target PSR Belum Tercapai

Lupi menjelaskan, pemerintah pada 2021 menargetkan program PSR mencapai 180 ribu hektare setiap tahun. Dengan target tersebut, pemerintah berharap dapat meremajakan sekitar 900 ribu hektare dalam lima tahun.

Namun, realisasi program belum mendekati target tersebut. Menurut Lupi, proses verifikasi dan kelengkapan dokumen menjadi salah satu penyebabnya.

Petani harus menyiapkan sejumlah dokumen sebelum mengajukan PSR. Dokumen itu mencakup sertifikat atau surat keterangan tanah, peta kebun, serta bukti bahwa lahan tidak berada di kawasan hutan.

Pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan BPDPKS kemudian memeriksa dokumen tersebut. Jika terdapat perbedaan data, petani harus memperbaikinya sebelum pengajuan dapat berlanjut.

Petani juga tidak dapat mengajukan PSR secara pribadi. Mereka harus menggunakan lembaga berbadan hukum, seperti koperasi atau kelompok tani.

Lembaga tersebut harus menyusun proposal sesuai format nasional. Proposal itu memuat data anggota, rencana kerja, dan rencana anggaran biaya.

Setelah pemerintah menyetujui proposal, BPDPKS menyalurkan dana PSR sebesar Rp60 juta per hektare. Petani menggunakan dana tersebut untuk membuka lahan, menanam bibit, dan merawat tanaman.

Petani menerima dana secara bertahap. Setiap tahap membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi kembali.

Dana Rp60 juta per hektare tersebut juga mencakup biaya pemeliharaan tanaman hingga usia sekitar tiga tahun. Pada tahap itu, tanaman sawit mulai menghasilkan buah.

Program PSR bertujuan mengganti tanaman sawit yang sudah tua dan kurang produktif. Petani kemudian menanam kembali kebunnya menggunakan bibit sawit unggul.

Pemerintah Diminta Sederhanakan PSR

Lupi menegaskan bahwa penyederhanaan mekanisme PSR menjadi salah satu rekomendasi Komite Pengarah BPDPKS.

Pemerintah juga membahas kemungkinan membentuk satuan tugas lintas kementerian. Aparat penegak hukum dapat ikut mendampingi tim tersebut, terutama untuk membantu menyelesaikan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

Meski demikian, Lupi menegaskan pemerintah tetap harus menjaga transparansi dalam penyaluran dana.

“Namun karena berkenaan dengan uang, penyaluran dana tetap harus mengikuti ketentuan dengan prinsip transparansi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan produksi CPO Kaltim mencapai sekitar 4,3 juta hingga 4,9 juta ton setiap tahun. Angka tersebut menyumbang hampir 10 persen dari produksi sawit nasional.

Namun, petani rakyat masih menghadapi ketimpangan dengan perusahaan perkebunan besar. Salah satu persoalan utama berkaitan dengan akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS).

“Meski memiliki potensi besar, sayangnya masih adanya ketimpangan antara perusahaan perkebunan besar dan pekebun rakyat, khususnya terkait akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) karena kebun rakyat umumnya tidak memiliki pabrik sendiri,” kata Seno.

Seno menyampaikan pernyataan itu saat membuka 9th Borneo Forum 2026 di Ballroom Platinum Hotel Balikpapan.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan solusi nyata bagi petani. Salah satunya melalui penyusunan tata cara dan standar operasional pendirian PKS nonkebun di daerah.

Kepastian Legalitas Lahan Jadi Sorotan

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyoroti persoalan legalitas lahan masyarakat. Menurutnya, sejumlah lahan masyarakat yang sebelumnya memiliki legalitas kemudian masuk dalam penetapan kawasan hutan.

“Bukan kawasan hutan yang kita masuki, tetapi sebaliknya kawasan kita yang dimasukkan ke dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Eddy menilai pemerintah perlu memberikan kepastian hukum kepada petani. Kepastian tersebut penting agar petani dapat mengikuti program PSR tanpa menghadapi hambatan legalitas.

Menurutnya, persoalan legalitas dapat memperlambat peremajaan kebun. Kondisi itu juga dapat menghambat penyerapan dana sawit.

Direktur Eksekutif Kadin Kaltim Wibowo Mappatunru meminta manfaat dana sawit semakin terasa di daerah penghasil.

“Ketika dana sawit itu turun, maka produktivitas meningkat, dan industri lain juga ikut terdampak,” katanya.

Wibowo mencontohkan aktivitas perkebunan di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Menurutnya, sektor sawit ikut menggerakkan transportasi, perdagangan, sarana produksi, akomodasi, jasa, dan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat keseimbangan antara kontribusi daerah dan manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat.

Keberlanjutan Sawit Perlu Jaga Lingkungan

Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruhiyat mengingatkan pentingnya aspek lingkungan dalam industri sawit.

Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar peningkatan produksi serta ekspor. Mereka juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Keberlanjutan itu sangat ditegakkan oleh keberlanjutan lingkungan, bukan semata-mata dari meningkatnya ekspor sawit,” kata Ruhiyat.

Borneo Forum ke-9 berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tidak hanya para pekebun dan pengusaha, tapi juga sangat melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, termasuk juga mereka yang peduli isu-isu lingkungan yang ditimbulkan industri kelapa sawit.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemasangan menara BTS guna memperkuat jaringan internet untuk kebijakan WFH nasional

    Pemerintah Siapkan WFH Nasional, Kemkomdigi Pastikan Infrastruktur Digital Siap Tanpa Gangguan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung rencana kerja dari rumah (WFH). Pemerintah mendorong langkah ini guna menekan konsumsi energi. Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan internet. Langkah tersebut membantu masyarakat tetap bekerja secara daring tanpa hambatan. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan […]

  • Sistem drainase pada Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

    Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jadi Acuan Pemugaran Cagar Budaya KAI

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SEMARANG, (kabaristana.com) — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sebagai acuan baru dalam pemugaran bangunan cagar budaya di Indonesia. Perusahaan menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu 330 hari dan meresmikan kembali stasiun berusia 112 tahun itu sebagai fasilitas transportasi yang tetap aktif melayani masyarakat. KAI kini mengelola lebih dari 600 bangunan cagar […]

  • Indonesia kecam hukuman mati Israel dalam konflik Palestina di Tepi Barat

    Indonesia Kecam RUU Hukuman Mati Israel untuk Warga Palestina, Serukan Aksi Dunia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Indonesia mengecam persetujuan rancangan undang-undang (RUU) hukuman mati oleh Israel yang menyasar warga Palestina di Tepi Barat. Pemerintah menilai kebijakan itu melanggar hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter internasional. Kementerian Luar Negeri menyampaikan sikap tersebut melalui pernyataan resmi di platform X pada Rabu (1/4/2026). Dalam pernyataan itu, Indonesia mendesak Israel […]

  • Iran tolak dialog dengan AS, Menlu Abbas Araghchi sampaikan sikap Teheran

    Iran Tegaskan Tak Berminat Dialog dengan Trump, Sebut Hubungan dengan AS Tak Pernah Berjalan Baik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah Iran menegaskan tidak berminat membuka dialog dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan hubungan kedua negara. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak melihat alasan untuk melakukan pembicaraan dengan Washington. Dalam wawancara program Face The Nation di CBS yang dikutip AFP, Minggu (15/3/2026), Araghchi menilai Iran berada dalam kondisi stabil […]

  • Ahmad Haikal Hasan BPJPH imbau produk halal Lebaran

    BPJPH Ajak Masyarakat Perkuat Konsumsi Halal Saat Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 200
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Produk halal Lebaran menjadi perhatian utama seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengajak masyarakat lebih teliti saat berbelanja. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan masyarakat perlu memastikan kehalalan setiap produk. Selain itu, ia menilai lonjakan belanja harus diimbangi dengan kesadaran konsumen. […]

  • ilustrasi napi korupsi di coffee shop Kendari dipindahkan ke Nusakambangan

    Napi Korupsi Terlihat di Coffee Shop, Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 193
    • 1Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}-Kasus napi korupsi Nusakambangan mencuat setelah video seorang narapidana terlihat berada di coffee shop. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat pemasyarakatan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pengawasan napi. Kronologi Kasus Napi Korupsi Nusakambangan Petugas segera memindahkan Supriadi ke Pulau Nusakambangan setelah video tersebut viral […]

expand_less