Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Borneo Forum 2026 Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Balikpapan, (kabaristana.com) — Borneo Forum 2026 mendorong pemerintah memangkas birokrasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Penyederhanaan proses dinilai dapat mempercepat penyaluran dana dan membantu petani meremajakan kebun sawit.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dana BPDPKS Lupi Hartono mengatakan proses administrasi masih menjadi kendala utama. Persyaratan dokumen yang panjang membuat banyak pengajuan PSR membutuhkan waktu lama.

“Kami merekomendasikan penyederhanaan proses mendapatkan dan mencairkan dana PSR, agar programnya bisa lebih optimal,” kata Lupi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu.

BPDPKS merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan. Lembaga tersebut mengelola dana perkebunan kelapa sawit yang berasal dari pungutan ekspor.

Target PSR Belum Tercapai

Lupi menjelaskan, pemerintah pada 2021 menargetkan program PSR mencapai 180 ribu hektare setiap tahun. Dengan target tersebut, pemerintah berharap dapat meremajakan sekitar 900 ribu hektare dalam lima tahun.

Namun, realisasi program belum mendekati target tersebut. Menurut Lupi, proses verifikasi dan kelengkapan dokumen menjadi salah satu penyebabnya.

Petani harus menyiapkan sejumlah dokumen sebelum mengajukan PSR. Dokumen itu mencakup sertifikat atau surat keterangan tanah, peta kebun, serta bukti bahwa lahan tidak berada di kawasan hutan.

Pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan BPDPKS kemudian memeriksa dokumen tersebut. Jika terdapat perbedaan data, petani harus memperbaikinya sebelum pengajuan dapat berlanjut.

Petani juga tidak dapat mengajukan PSR secara pribadi. Mereka harus menggunakan lembaga berbadan hukum, seperti koperasi atau kelompok tani.

Lembaga tersebut harus menyusun proposal sesuai format nasional. Proposal itu memuat data anggota, rencana kerja, dan rencana anggaran biaya.

Setelah pemerintah menyetujui proposal, BPDPKS menyalurkan dana PSR sebesar Rp60 juta per hektare. Petani menggunakan dana tersebut untuk membuka lahan, menanam bibit, dan merawat tanaman.

Petani menerima dana secara bertahap. Setiap tahap membutuhkan pemeriksaan dan verifikasi kembali.

Dana Rp60 juta per hektare tersebut juga mencakup biaya pemeliharaan tanaman hingga usia sekitar tiga tahun. Pada tahap itu, tanaman sawit mulai menghasilkan buah.

Program PSR bertujuan mengganti tanaman sawit yang sudah tua dan kurang produktif. Petani kemudian menanam kembali kebunnya menggunakan bibit sawit unggul.

Pemerintah Diminta Sederhanakan PSR

Lupi menegaskan bahwa penyederhanaan mekanisme PSR menjadi salah satu rekomendasi Komite Pengarah BPDPKS.

Pemerintah juga membahas kemungkinan membentuk satuan tugas lintas kementerian. Aparat penegak hukum dapat ikut mendampingi tim tersebut, terutama untuk membantu menyelesaikan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

Meski demikian, Lupi menegaskan pemerintah tetap harus menjaga transparansi dalam penyaluran dana.

“Namun karena berkenaan dengan uang, penyaluran dana tetap harus mengikuti ketentuan dengan prinsip transparansi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan produksi CPO Kaltim mencapai sekitar 4,3 juta hingga 4,9 juta ton setiap tahun. Angka tersebut menyumbang hampir 10 persen dari produksi sawit nasional.

Namun, petani rakyat masih menghadapi ketimpangan dengan perusahaan perkebunan besar. Salah satu persoalan utama berkaitan dengan akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS).

“Meski memiliki potensi besar, sayangnya masih adanya ketimpangan antara perusahaan perkebunan besar dan pekebun rakyat, khususnya terkait akses terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) karena kebun rakyat umumnya tidak memiliki pabrik sendiri,” kata Seno.

Seno menyampaikan pernyataan itu saat membuka 9th Borneo Forum 2026 di Ballroom Platinum Hotel Balikpapan.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan solusi nyata bagi petani. Salah satunya melalui penyusunan tata cara dan standar operasional pendirian PKS nonkebun di daerah.

Kepastian Legalitas Lahan Jadi Sorotan

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyoroti persoalan legalitas lahan masyarakat. Menurutnya, sejumlah lahan masyarakat yang sebelumnya memiliki legalitas kemudian masuk dalam penetapan kawasan hutan.

“Bukan kawasan hutan yang kita masuki, tetapi sebaliknya kawasan kita yang dimasukkan ke dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Eddy menilai pemerintah perlu memberikan kepastian hukum kepada petani. Kepastian tersebut penting agar petani dapat mengikuti program PSR tanpa menghadapi hambatan legalitas.

Menurutnya, persoalan legalitas dapat memperlambat peremajaan kebun. Kondisi itu juga dapat menghambat penyerapan dana sawit.

Direktur Eksekutif Kadin Kaltim Wibowo Mappatunru meminta manfaat dana sawit semakin terasa di daerah penghasil.

“Ketika dana sawit itu turun, maka produktivitas meningkat, dan industri lain juga ikut terdampak,” katanya.

Wibowo mencontohkan aktivitas perkebunan di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Menurutnya, sektor sawit ikut menggerakkan transportasi, perdagangan, sarana produksi, akomodasi, jasa, dan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat keseimbangan antara kontribusi daerah dan manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat.

Keberlanjutan Sawit Perlu Jaga Lingkungan

Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruhiyat mengingatkan pentingnya aspek lingkungan dalam industri sawit.

Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar peningkatan produksi serta ekspor. Mereka juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Keberlanjutan itu sangat ditegakkan oleh keberlanjutan lingkungan, bukan semata-mata dari meningkatnya ekspor sawit,” kata Ruhiyat.

Borneo Forum ke-9 berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tidak hanya para pekebun dan pengusaha, tapi juga sangat melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, termasuk juga mereka yang peduli isu-isu lingkungan yang ditimbulkan industri kelapa sawit.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ,putra daerah Sulawesi Tenggara dan identitas budaya lokal

    Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 558
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Sulawesi Tenggara hari ini tidak sedang baik-baik saja. Bukan karena daerah ini kekurangan sumber daya. Bukan pula karena Sultra miskin orang-orang cakap. Namun, kegelisahan itu muncul karena rasa asing yang tumbuh perlahan di tengah dinamika politiknya sendiri. Kekuasaan terus berganti dari waktu ke waktu. Akan tetapi, para pemimpin yang muncul sering kali […]

  • Marwah KPU hancur usai terungkap skandal dana Pilkada Konut

    Kasus Dana Hibah Konut, Rusak Marwah Penyelenggara Pemilu

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Jurnalis 1
    • visibility 305
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Marwah KPU hancur setelah sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI mengungkap dugaan aliran dana hibah Pilkada Konawe Utara. Sejak awal, fakta ini langsung memicu krisis kepercayaan publik. Akibatnya, integritas penyelenggara pemilu kembali dipertanyakan. Marwah KPU Hancur Akibat Pengakuan Sekretaris KPU Konut Dalam persidangan, mantan Sekretaris KPU Konawe Utara, Udin Yusuf, menyampaikan […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto saat memberi keterangan terkait hoaks MBG Uya Kuya di Jakarta

    Hoaks MBG Uya Kuya: Polda Metro Jaya Mulai Penyelidikan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Jakarta, {kabaristana.com}~Kasus hoaks MBG Uya Kuya menarik perhatian publik. Sebuah akun media sosial menyebarkan klaim bahwa ia memiliki ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia langsung membantah informasi tersebut dan menempuh jalur hukum. Laporan ke Polisi Surya Utama (Uya Kuya) mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan resmi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki […]

  • Gedung KPK saat pengusutan kasus pemerasan jabatan perangkat desa di Pati

    KPK Periksa Pihak Swasta di Mojokerto Terkait Kasus Sudewo

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 209
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penyidik menjadwalkan pemeriksaan ASA di Polres Mojokerto Kota. Selain itu, ASA hadir sebagai saksi dari pihak swasta dalam kasus pemerasan jabatan perangkat desa di Pati. Namun, KPK belum memastikan kehadiran ASA dalam pemeriksaan tersebut. Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan proses penyidikan tanpa penundaan. […]

  • Khofifah perkuat demokrasi pers

    Khofifah Ajak Pers Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 333
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Arus informasi digital yang semakin deras mendorong penyebaran hoaks, disinformasi, dan narasi sensasional. Akibatnya, publik kerap kesulitan membedakan fakta dan opini. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan kebijakan publik. Karena itu, Khofifah perkuat demokrasi pers dengan menegaskan pentingnya jurnalisme akurat dan berintegritas. Menurutnya, pers berperan memastikan […]

  • Trump blokade Iran dengan menegaskan AS tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Teheran di tengah penghentian pembicaraan damai

    Trump pilih diam jika Iran hentikan pembicaraan damai dengan AS

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Wingston, (kabaristana.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak keberatan jika Iran menghentikan sementara pembicaraan damai tidak langsung dengan Washington. Ia menegaskan Amerika Serikat tetap menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Trump blokade Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pernyataan itu muncul […]

expand_less