Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » Jejak “The Iron Lady” Asia: Dari Jepang hingga Megawati, Perempuan dan Stabilitas Kekuasaan

Jejak “The Iron Lady” Asia: Dari Jepang hingga Megawati, Perempuan dan Stabilitas Kekuasaan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilu musim dingin Jepang 2026 langsung menorehkan sejarah baru. Ia menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, memimpin koalisi mayoritas kuat di parlemen, sekaligus memperoleh mandat luas untuk mendorong agenda fiskal dan keamanan nasional.

Perbandingan dengan Margaret Thatcher muncul cepat. Julukan The Iron Lady kembali digaungkan, bahkan sebelum hasil resmi diumumkan. Takaichi sendiri tak menampiknya. Ia secara terbuka menyebut Thatcher sebagai panutan, terutama dalam hal ketegasan dan konsistensi politik.

Kepemimpinan Perempuan sebagai Mekanisme Stabilitas

Fenomena Takaichi menambah daftar panjang pemimpin perempuan Asia yang muncul di momen-momen krusial. Di kawasan ini, kepemimpinan perempuan kerap hadir bukan sebagai revolusi politik, melainkan alat stabilisasi sistem.

India telah mengenalnya sejak 1966 melalui Indira Gandhi, putri Jawaharlal Nehru, yang mendorong nasionalisasi bank dan memperluas peran negara dalam ekonomi. Bangladesh kemudian mengalami periode panjang kekuasaan perempuan pasca-1990 melalui Sheikh Hasina dan Khaleda Zia, dua figur yang silih berganti memimpin dengan latar konflik politik dan tragedi keluarga.

Pola Dinasti Masih Dominan

Korea Selatan memilih Park Geun-hye pada 2012. Ia meraih dukungan kuat dari pemilih konservatif yang mengaitkan stabilitas ekonomi dengan era ayahnya, Park Chung-hee. Pola serupa terlihat di berbagai negara Asia.

Indonesia mengenal Megawati Soekarnoputri pada awal 2000-an. Kepemimpinannya bertumpu pada kekuatan partai dan warisan politik Sukarno sebagai simbol pendiri bangsa.

Thailand dan Filipina juga mencerminkan kecenderungan tersebut. Yingluck Shinawatra dan Paetongtarn Shinawatra di Thailand, serta Corazon Aquino di Filipina, muncul setelah krisis politik atau kekerasan yang menimpa tokoh keluarga mereka.

Di Asia Selatan dan Asia Tenggara, nama Sirimavo Bandaranaike, Benazir Bhutto, dan Aung San Suu Kyi menunjukkan pola transisi kekuasaan yang cepat demi menjaga kontinuitas politik.

Jalur Non-Dinasti yang Langka

Taiwan menjadi pengecualian penting. Tsai Ing-wen naik tanpa latar belakang dinasti politik. Kepemimpinannya dibangun melalui konsolidasi partai, agenda reformasi sosial, dan pendekatan kebijakan yang terukur.

Kasus Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa jalur non-dinasti bukan mustahil, meski tetap jarang di Asia.

Lebih dari Sekadar Isu Gender

Kepemimpinan perempuan di Asia sering hadir ketika sistem membutuhkan figur pemersatu. Jalurnya beragam dinasti, partai, atau krisis namun hasil akhirnya relatif serupa: fondasi politik tetap terjaga.

Inilah sebabnya Asia terlihat lebih “nyaman” dengan pemimpin perempuan lebih awal dibanding kawasan lain. Bukan semata karena kemajuan kesetaraan gender, melainkan karena sistem politik menemukan cara menyerap perubahan tanpa mengguncang strukturnya sendiri.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapur MBG Unhas Jadi “Laboratorium Hidup”, Model Baru Kebijakan Publik Berbasis Riset

    Dapur MBG Unhas Jadi “Laboratorium Hidup”, Model Baru Kebijakan Publik Berbasis Riset

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Senin 4/5/2026 Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Universitas Hasanuddin menunjukkan model baru kebijakan publik berbasis riset. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang produksi sekaligus pusat pembelajaran. Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras menyebut dapur tersebut sebagai “laboratorium hidup”. Ia menegaskan, riset, inovasi, dan praktik kini berjalan dalam satu sistem. Menurut […]

  • Ganda putri Indonesia Rachel Febi Orleans Masters 2026

    Rachel/Febi Tembus Perempat Final Orleans Masters 2026, Bidik Gelar Juara

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 227
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke perempat final Orleans Masters 2026. Mereka mengalahkan pasangan Taiwan Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan dalam tiga gim. Rachel/Febi menang dengan skor 14-21, 21-6, 21-13. Pertandingan berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis. Febi menegaskan target mereka adalah meraih gelar juara. Namun, ia tetap […]

  • puisi Wiji Thukul sebagai simbol kebebasan berekspresi

    Puisi Wiji Thukul Kembali Disorot di Tengah Isu Kebebasan Berekspresi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 555
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Puisi Wiji Thukul kembali menarik perhatian publik. Masyarakat membaca ulang karya-karya tersebut di tengah menguatnya diskursus kebebasan berekspresi dan ruang partisipasi sipil di Indonesia. Publik menilai puisi Wiji Thukul tetap relevan sebagai refleksi sosial. Karya-karya itu menggambarkan relasi antara kekuasaan, hukum, dan suara warga negara dalam situasi politik yang terus berubah. Puisi […]

  • Pemulihan ekonomi kreatif pascabencana melalui Program Ekraf Peduli Kemenekraf di Sumatera

    Kemenekraf Bantu Pemulihan Usaha di Daerah Terdampak Bencana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 341
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) | Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui program Ekraf Peduli. Program ini menargetkan kebangkitan kembali aktivitas ekonomi kreatif pascabencana. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur. Pemerintah juga memperkuat keberlanjutan usaha dan daya juang masyarakat. “Melalui Ekraf Peduli, kami menghidupkan […]

  • penembakan Shreveport Louisiana lokasi kejadian polisi melakukan penyelidikan

    Tragedi Keluarga di Louisiana: 8 Anak Tewas dalam Insiden Penembakan di Shreveport

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 181
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Penembakan Shreveport mengguncang warga Shreveport, Louisiana, pada Ahad (19/4/2026). Insiden ini menewaskan delapan anak dan melukai dua orang. Konflik keluarga memicu aksi kekerasan tersebut dan menarik perhatian luas karena melibatkan korban anak-anak. Aparat kepolisian langsung merespons laporan warga dan bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas menemukan para korban dalam kondisi luka tembak di […]

  • Pendidikan kritis di sekolah Indonesia masih lemah, terlihat dari suasana ruang kelas yang menekankan kepatuhan dan kelulusan dibandingkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 576
    • 3Komentar

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya: sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun. Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif. Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan Di […]

expand_less