Iran Kutuk Serangan di Bandar Abbas, Tuding AS Langgar Gencatan Senjata
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN, (Kabaristana.com) – Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat di dekat Bandar Abbas, Iran selatan. Pemerintah Iran menilai aksi itu melanggar gencatan senjata dan hukum internasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan tersebut terjadi pada Kamis dini hari. Menurut dia, tindakan Amerika Serikat melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baghaei menegaskan Iran siap mengambil langkah untuk menjaga kedaulatan wilayahnya. Selain itu, ia meminta Dewan Keamanan PBB meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas serangan tersebut.
Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Baghaei menilai Washington terus melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April. Ia menyebut serangan terhadap kapal dagang di kawasan Teluk menjadi salah satu bukti pelanggaran tersebut.
Selain itu, Iran juga menyoroti serangan udara terbaru di wilayah selatan negara itu. Menurut Baghaei, tindakan tersebut memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ia juga mengecam pernyataan pejabat AS yang dianggap mengancam Iran dan beberapa negara regional, termasuk Oman. Karena itu, Iran menilai ancaman terhadap negara anggota PBB dapat merusak stabilitas kawasan.
AS Sebut Operasi Bersifat Defensif
Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan pasukan Amerika menembak jatuh empat drone Iran di dekat Selat Hormuz. Pasukan AS juga menyerang stasiun kontrol darat Iran di Bandar Abbas.
Menurut pejabat tersebut, operasi itu bersifat terukur dan defensif. Amerika Serikat mengklaim langkah tersebut bertujuan mempertahankan gencatan senjata.
Namun demikian, Iran menolak pernyataan tersebut. Tehran menilai operasi militer Amerika justru memperbesar risiko konflik baru di kawasan.
IRGC Balas Serangan ke Pangkalan AS
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku menyerang pangkalan udara AS di Kuwait. Iran menyebut serangan itu sebagai balasan atas aksi militer Amerika di dekat Bandara Bandar Abbas.
Tasnim News Agency melaporkan serangan balasan terjadi beberapa jam setelah proyektil udara AS menghantam wilayah sekitar bandara di kota pelabuhan tersebut.
Selain itu, ketegangan meningkat saat proses diplomasi masih berlangsung. Iran, AS, dan sejumlah negara mediator hingga kini belum mencapai kesepakatan permanen.
Konflik Iran dan AS Memanas
Konflik terbaru bermula pada 28 Februari. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setelah itu, Iran membalas dengan serangan drone dan rudal di berbagai wilayah.
Akibat konflik tersebut, Selat Hormuz sempat ditutup. Padahal, jalur itu menjadi salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia.
Kemudian, Pakistan memediasi gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April. Meski begitu, negosiasi lanjutan di Islamabad belum menghasilkan perdamaian permanen.
Presiden AS Donald Trump lalu memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Akan tetapi, Washington tetap memberlakukan pembatasan terhadap kapal yang terkait dengan pelabuhan Iran.
Sumber: Anadolu
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar