Meksiko Mencekam Usai El Mencho Tewas, 10.000 Tentara Kepung Jalisco
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- visibility 159
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Pasukan keamanan Meksiko berjaga di dekat sebuah kendaraan yang hangus terbakar akibat aksi blokade jalan dalam kerusuhan Meksiko usai El Mencho tewas di negara bagian Jalisco, Senin (24/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Kabaristana.com | Pemerintah Meksiko mengerahkan sekitar 10.000 tentara untuk mengendalikan situasi keamanan setelah pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, tewas dalam operasi militer. Gelombang kekerasan langsung meluas di sejumlah negara bagian, terutama Jalisco.
Militer melancarkan operasi penangkapan terhadap Oseguera di Tapalpa, Jalisco. Baku tembak terjadi antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata CJNG. El Mencho mengalami luka serius dan meninggal dunia saat petugas mengevakuasinya ke Mexico City.
Merespons kematian pemimpinnya, anggota CJNG memblokir lebih dari 20 ruas jalan di wilayah barat Jalisco. Mereka membakar mobil dan truk, menyerang pusat bisnis, serta merusak fasilitas umum. Aksi kekerasan itu kemudian menyebar ke negara bagian lain, termasuk Michoacán.
Di Aguililla, kampung halaman El Mencho, warga melaporkan blokade jalan dan asap hitam yang membumbung dari kawasan pegunungan. Kelompok bersenjata juga menyerang sebuah penjara, sehingga 23 narapidana melarikan diri. Warga setempat memilih bersembunyi, sementara wisatawan bertahan di hotel demi keselamatan.
Pemerintah daerah menutup sekolah-sekolah di Guadalajara dan menghentikan sebagian besar transportasi umum. Warga yang panik memadati toko-toko untuk membeli bahan kebutuhan pokok.
“Semuanya tutup,” ujar Juan Soler, pensiunan warga Guadalajara.
“Saya masih takut, meski sekarang agak lebih tenang,” kata Maria de Jesus Gonzalez.
Mengutip Agence France-Presse, bentrokan tersebut menewaskan sedikitnya 27 personel keamanan, 46 tersangka kriminal, dan satu warga sipil. Pemerintah pusat menambah jumlah pasukan secara bertahap hingga mencapai 10.000 tentara untuk memulihkan keamanan.
Profil El Mencho
El Mencho, berusia 59 tahun, mendirikan CJNG pada 2009 dan membangun kartel itu menjadi salah satu organisasi kriminal paling brutal di Meksiko. Ia dikenal sebagai tokoh terakhir yang menerapkan kekerasan ekstrem seperti gembong kartel Sinaloa generasi lama.
Putranya, Ruben “El Menchito” Oseguera Gonzalez, telah menjalani proses hukum di Amerika Serikat. Para analis memperingatkan potensi konflik internal karena kartel tersebut tidak memiliki garis suksesi yang jelas.
“Situasi ini membuka peluang perubahan struktur organisasi yang sarat kekerasan,” kata analis Crisis Group, David Mora.
Dukungan Intelijen AS
Pemerintah Meksiko mengakui adanya dukungan intelijen dari Amerika Serikat dalam operasi tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bantuan informasi, namun Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada pasukan AS yang terlibat langsung di lapangan.
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla menyebut aparat melacak keberadaan El Mencho melalui lingkaran dekatnya, termasuk seorang perempuan yang sering menemuinya. Operasi itu berhasil menangkap dua anggota kartel dan menyita senjata berat, termasuk peluncur roket. Aparat juga menewaskan Hugo H. alias El Tuli, tangan kanan El Mencho.
Peringatan Perjalanan
Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan. Maskapai dari AS dan Kanada membatalkan puluhan penerbangan, sementara Australia mengimbau warganya meningkatkan kewaspadaan saat berada di Meksiko.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar