Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

Membaca Dinamika Politik Sultra dari Percakapan Sehari-hari

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 449
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) – Sulawesi Tenggara hari ini tidak sedang baik-baik saja. Bukan karena daerah ini kekurangan sumber daya. Bukan pula karena Sultra miskin orang-orang cakap. Namun, kegelisahan itu muncul karena rasa asing yang tumbuh perlahan di tengah dinamika politiknya sendiri.

Kekuasaan terus berganti dari waktu ke waktu. Akan tetapi, para pemimpin yang muncul sering kali tidak lahir dari tanah ini. Akibatnya, sistem perlahan mendorong putra daerah ke pinggir. Sementara itu, pihak luar justru menentukan arah kebijakan, meski mereka tidak tumbuh bersama luka, sejarah, dan denyut kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Percakapan Sederhana yang Membuka Luka

Keganjilan itu terasa nyata, bahkan dalam percakapan yang sangat sederhana. Ia tidak muncul di ruang sidang atau forum resmi, melainkan dalam obrolan sehari-hari ruang di mana orang sering menyampaikan pikiran jujur tanpa topeng.

“Ooo… dia suku Tolaki ya? Ooh… pantes.”

Sebagian orang mungkin tidak mengucapkan kalimat ini dengan niat mendiskriminasi. Namun, cara berpikir di baliknya tetap menempatkan identitas suku asli sebagai sesuatu yang perlu dijelaskan, bahkan dipertanyakan. Padahal, suku Tolaki dan suku-suku asli lainnya membangun fondasi sejarah dan kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Identitas yang Dipertanyakan

Sekilas, kalimat itu terdengar sepele. Namun sesungguhnya, kalimat tersebut membawa logika politik yang panjang. Logika itu menjadikan identitas suku asli sebagai penjelasan atas segalanya—atas keterbatasan, atas keraguan, bahkan atas anggapan ketidaklayakan memimpin.

Sebagai anak asli daerah, aku terdiam. Dalam diam, aku bertanya:
Memangnya kenapa jika Tolaki?
Sejak kapan menjadi pribumi Sulawesi Tenggara harus disampaikan dengan nada heran?

Kalimat itu memang tidak berteriak. Namun, ia menancap pelan dan meninggalkan luka, seperti duri yang dibiarkan tinggal di dada. Karena itu, pertanyaan tersebut terus berulang dalam benakku: sejak kapan identitas asli harus diberi alasan?

Keberagaman Bukan Masalahnya

Aku tidak menolak keberagaman. Darah Bugis mengalir dari ibuku. Sejak kecil, aku tumbuh dalam persaudaraan lintas suku. Oleh sebab itu, persoalan ini tidak terletak pada asal-usul.

Sebaliknya, masalah utama muncul dari cara kuasa bekerja. Ketika masyarakat terus memuliakan satu identitas, mereka justru memandang identitas lain dengan tanda tanya. Pada titik inilah ketimpangan itu hadir, meski sering luput dari kesadaran.

Diskriminasi yang Paling Rapi

Percakapan kecil itu sejatinya menjadi cermin. Ia memperlihatkan bagaimana politik membentuk cara berpikir masyarakat: siapa yang mereka anggap pantas memimpin dan siapa yang hanya mereka tempatkan sebagai pendukung.

Inilah bentuk diskriminasi yang paling rapi. Ia tidak hadir dalam aturan tertulis, tetapi hidup dalam ucapan. Ia tidak muncul di mimbar, namun mengendap dalam keputusan-keputusan penting.

Mengembalikan Kepercayaan pada Anak Daerah

Sulawesi Tenggara tidak membutuhkan belas kasihan dari luar. Sebaliknya, daerah ini hanya menuntut keadilan dari dirinya sendiri. Sultra membutuhkan kepercayaan pada anak-anak tanahnya sendiri. Lebih dari itu, masyarakat Sultra perlu mengakui bahwa putra daerah bukan sekadar pelengkap demokrasi.

Jika hari ini aku menuliskan kegelisahan ini, tujuannya bukan untuk memecah belah tapi Tulisan ini justru ingin mengingatkan,  politik yang sehat tidak pernah tumbuh dari pengerdilan identitas asli.

penulis: Hj.Suri Syahriah Mahmud. S.E. M.M

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump minyak Iran saat pidato di Gedung Putih tentang kemandirian energi AS

    Trump Klaim AS Tak Butuh Minyak Iran, Pamer Kekuatan Militer di Tengah Perang

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya tidak lagi bergantung pada minyak Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. JAKARTA, (Kabaristana.com) || Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Gedung Putih. Ia menilai Amerika Serikat kini memiliki cadangan energi yang kuat sehingga tidak membutuhkan pasokan dari Iran maupun kawasan sekitarnya. Ia juga menekankan […]

  • Satgas PASTI hentikan Malahayati karena jasa pinjol ilegal tanpa izin

    Satgas PASTI Hentikan Malahayati, Modus Pinjol Ilegal Terungkap

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 127
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Satgas PASTI hentikan Malahayati Nusantara Raya karena perusahaan ini menjalankan kegiatan keuangan tanpa izin resmi. Perusahaan tersebut menawarkan jasa penyelesaian pinjaman online (pinjol) dengan pola yang berisiko merugikan masyarakat. Ketua Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, menyatakan timnya segera menghentikan operasional dan memblokir seluruh akses digital perusahaan. Langkah ini bertujuan mencegah penyebaran layanan yang […]

  • bitcoin turun 58000 terlihat pada grafik harga bitcoin yang melemah di pasar kripto

    Citi Pangkas Target Kripto: Bitcoin Berisiko Turun ke US$58.000

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Citigroup menurunkan proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum untuk 12 bulan ke depan. Bank investasi tersebut melihat perlambatan regulasi kripto di Amerika Serikat sebagai faktor utama yang menekan prospek pasar. Mengutip laporan CNBC, pembahasan legislasi kripto di Senat AS belum menunjukkan kemajuan. Kondisi ini mengurangi peluang masuknya dana institusional dan memperlambat adopsi berbasis ETF. […]

  • ASEAN pilih China dalam persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat 2026

    ASEAN Pilih China: Survei 2026 Ungkap Pergeseran Arah Kawasan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 276
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Asia Tenggara mengalami perubahan arah geopolitik pada 2026. Survei terbaru dari ISEAS-Yusof Ishak Institute menunjukkan mayoritas tipis responden di kawasan memilih China dibanding Amerika Serikat dalam skenario pilihan paksa. Laporan State of Southeast Asia 2026 yang rilis 7 April mencatat 52% responden memilih China, sementara 48% memilih Amerika Serikat. Selisih tipis ini […]

  • Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    Siswi SD Kulon Progo Bawa Adik ke Sekolah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 227
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com- Siswi Sekolah dasar (SD), Kulon Progo bawa adik ke sekolah dan menyentuh hati banyak orang. Kisah ini menunjukkan perjuangan seorang anak mempertahankan hak pendidikan di tengah kondisi keluarga yang berat. (28/01/2026).  Ia memilih langkah tersebut membawa adiknya ke sekolah setiap hari agar tetap mengikuti kegiatan belajar, sementara ibunya berjuang melawan penyakit kanker dan […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menjelaskan kasus eksploitasi anak Jakpus kepada wartawan.

    Polisi Bongkar Kasus Eksploitasi Anak di Jakpus, Tiga Tersangka Terjerat TPPO

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 174
    • 3Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Polisi mengungkap kasus eksploitasi anak Jakpus dan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan TPPO serta perampasan kemerdekaan di Bendungan Hilir, Tanah Abang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan tim penyidik mengumpulkan bukti secara intensif. Setelah itu, polisi menetapkan AV, T (alias U), dan WA (alias Y) sebagai tersangka. Kronologi […]

expand_less