Ketua DK OJK lantik pejabat Deputi Komisioner hingga Kepala OJK Daerah
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi melantik lima pejabat baru di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, melantik sejumlah pejabat baru di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan.
Friderica mengatakan pergantian jabatan merupakan bagian penting dari pengembangan talenta dan penguatan kelembagaan. Menurutnya, setiap pejabat harus mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi.
Ia meminta para pejabat yang baru menjabat untuk menjalankan tugas secara profesional. Selain itu, mereka juga harus menjaga integritas dan memberikan teladan dalam bekerja.
“Amanah ini bukan sekadar kehormatan. Amanah ini membawa tanggung jawab besar untuk menjaga OJK tetap profesional, kredibel, dan adaptif,” kata Friderica.
OJK menunjuk Gontor Ryantori Aziz sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Pada saat yang sama, OJK menempatkan Uli Agustina sebagai Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Selain itu, OJK mengangkat Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara.
Friderica menegaskan bahwa para pejabat tersebut memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan industri keuangan digital yang terus tumbuh. Karena itu, OJK membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan responsif terhadap perubahan.
Melalui penguatan organisasi ini, OJK ingin menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. OJK juga berupaya meningkatkan perlindungan konsumen dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar