Jakarta, (Kabaristana.com)— Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat Daya meluncurkan program Sinergi Gerakan Pangan Murah Keliling (Sigerak) guna menekan kenaikan harga bahan pokok di wilayah tersebut.
Program itu mulai berjalan di Kota Sorong, Selasa. TPID memakai mobil box untuk membawa pangan murah langsung ke permukiman warga.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan program tersebut membantu masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding pasar.
“Program ini mempermudah warga mendapatkan bahan pokok murah sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah,” kata Ahmad.
Ia menyebut inflasi Papua Barat Daya saat ini mencapai 3,85 persen. Angka itu berada di atas target nasional sebesar 2,5 persen plus minus satu persen.
Pangan Murah Keliling Permukiman
TPID menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Warga dapat membeli beras, telur, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, dan sayur mayur.
Pemerintah daerah menyesuaikan jenis komoditas dengan perkembangan harga pasar. Jika harga cabai atau bawang naik, TPID akan memprioritaskan komoditas tersebut.
Ahmad menjelaskan pemerintah masih menjalankan program itu sebagai proyek percontohan di Kota Sorong. Saat ini pemerintah daerah baru mengoperasikan satu armada mobil keliling.
Namun, pemerintah daerah siap menambah jumlah armada jika program tersebut mampu membantu masyarakat dan menekan inflasi pangan.
Target Operasi Hingga 15 Kali
TPID menargetkan program itu berjalan 10 hingga 15 kali setiap bulan. Pemerintah daerah menyesuaikan jadwal operasi dengan kondisi harga pangan di pasar.
Pemerintah berharap program tersebut mampu menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Setian mengatakan seluruh instansi harus bersinergi untuk mengendalikan inflasi.
Menurut dia, inflasi pangan Papua Barat Daya pada 2026 mencapai 7,7 persen secara tahunan. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat distribusi pangan dan menjaga keterjangkauan harga.
Setian menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memperlancar distribusi bahan pokok kepada masyarakat.
https://shorturl.fm/9vXle
12 Mei 2026 10:32 pmhttps://shorturl.fm/4EOML
12 Mei 2026 1:14 pm