Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Badan Geologi dan Ahli Ungkap Penjelasannya

4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Badan Geologi dan Ahli Ungkap Penjelasannya

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (kabaristana.com) — Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu (6/9/2026), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara tercatat mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik karena beberapa gunung api menunjukkan aktivitas erupsi pada hari yang sama. Namun, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kejadian seperti itu dapat berlangsung secara alami.

Melalui akun Instagram resminya, @badan.geologi, Badan Geologi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak gunung api aktif karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami,” tulis Badan Geologi dalam unggahannya, Senin (7/9/2026).

Badan Geologi juga menegaskan bahwa erupsi yang terjadi bersamaan tidak serta-merta menunjukkan adanya satu fenomena besar yang menghubungkan seluruh gunung api tersebut.

“Ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya,” lanjut Badan Geologi.

Dinamika Tektonik di Kawasan Cincin Api

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan perlu dilihat dalam konteks dinamika geologi Indonesia dan kawasan Ring of Fire.

Menurut Daryono, erupsi empat gunung api pada 6 September 2026 merupakan bagian dari dinamika tektonik global yang berlangsung di kawasan Cincin Api Pasifik.

“Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah Ring of Fire,” ujar Daryono dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2026).

Daryono menjelaskan bahwa Indonesia berada di kawasan konvergensi tektonik yang kompleks. Sejumlah lempeng bumi bertemu dan mengalami proses subduksi di wilayah Indonesia, termasuk Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina terhadap sistem lempeng di kawasan Eurasia.

Meski beberapa gunung api mengalami peningkatan aktivitas dalam waktu yang berdekatan, kondisi tersebut tidak berarti erupsi satu gunung memicu erupsi gunung lainnya.

Secara geologi, tidak terdapat satu saluran magma bawah tanah atau “jalur pipa” tunggal yang menghubungkan dapur magma keempat gunung api tersebut.

Setiap gunung api memiliki sistem vulkanik yang berbeda. Erupsi dapat terjadi ketika tekanan magma dan fluida di dalam sistem vulkanik masing-masing meningkat hingga mencapai kondisi yang memungkinkan terjadinya pelepasan material vulkanik.

Daryono juga menjelaskan bahwa perbedaan ketinggian kolom abu dari setiap erupsi menunjukkan adanya perbedaan karakteristik dan dinamika pada masing-masing gunung api.

“Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik,” jelas Daryono.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kemunculan erupsi pada beberapa gunung api dalam waktu yang berdekatan tidak otomatis menunjukkan adanya satu sumber pemicu yang sama. Pemantauan aktivitas gunung api tetap perlu mengacu pada informasi resmi Badan Geologi dan instansi kebencanaan terkait.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI tembak pesawat CIA, markas Central Intelligence Agency Amerika Serikat di Langley

    TNI Tembak Pesawat CIA: Operasi Mata-Mata AS Terbongkar di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 391
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Kasus TNI tembak pesawat CIA mencatat salah satu momen paling tegas dalam sejarah pertahanan Indonesia. Pada dasarnya, insiden ini menunjukkan bagaimana operasi mata-mata asing dapat berubah menjadi aksi bersenjata yang menimbulkan korban sipil. Akibatnya, kedaulatan negara dan keselamatan warga ikut terancam. Serangan udara pada akhir 1950-an itu langsung memukul wilayah konflik. Oleh […]

  • kasus vanessa bhayangkari di Mabes Polri Jakarta

    GASKAN: OMA PHENA DAN TIM HUKUM BUKA SUARA DI PODCAST, VANESSA DIKIRIMINALISASI, DILIMPAHKAN TANPA SURAT & TANDA TANGAN

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Jumat, 10 April 2026 Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) bersama keluarga dan tim hukum akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka terkait kasus yang menimpa Vanessa, mantan anggota Bhayangkari. Ibunda Vanessa, Oma Tri Phena (65), hadir bersama kuasa hukum dalam sejumlah wawancara podcast. Mereka mengungkap berbagai kejanggalan yang muncul selama proses hukum berlangsung. Kasus ini […]

  • KPK periksa Bea Cukai terkait dugaan aliran uang korupsi impor

    KPK Periksa Pegawai Bea Cukai CMT Terkait Dugaan Aliran Uang Korupsi Impor

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial CMT pada Rabu, 7 Mei 2026. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami dugaan aliran uang dalam kasus korupsi pengurusan impor barang. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik fokus menelusuri dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pegawai Bea Cukai. “Selain itu, saksi […]

  • Ilustrasi operasi darat AS Latin untuk memberantas kartel narkoba

    Trump Isyaratkan Operasi Darat AS Sasar Amerika Latin untuk Perangi Kartel Narkoba

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 300
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memperluas pemberantasan narkoba melalui operasi darat di kawasan Amerika Latin. Langkah ini bertujuan menekan jaringan kartel yang terus menyuplai narkotika ke Amerika Serikat. Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox Business. Ia menilai strategi sebelumnya belum sepenuhnya efektif menghentikan peredaran narkoba lintas negara. […]

  • Martina Ayu Pratiwi menerima bonus SEA Games dari Presiden Prabowo

    Cerita Martina Ayu Usai Prabowo Hitung 7 Medali SEA Games Miliknya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 472
    • 0Komentar

    (kabaristana.com), JAKARATA | Atlet triathlon putri Indonesia Martina Ayu Pratiwi menceritakan pengalamannya saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara. Pertemuan itu berlangsung dalam acara penyerahan bonus bagi atlet SEA Games 2025, Kamis (8/1/2026). Dalam momen tersebut, Prabowo tampak terkesan dengan prestasi Martina. Ia bahkan menghitung satu per satu medali yang Martina kenakan. Martina meraih […]

  • Batching plant ilegal PT Razka di Konawe disorot GAM Sultra

    Diduga Beroperasi Tanpa Izin, GAM Sultra Desak Aparat Tindak PT RSK di Konawe

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Konawe, (kabaristana.com) – Gerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GAM Sultra) menyoroti dugaan operasional ilegal PT Razka Sarana Konstruksi (RSK). Sorotan ini terkait pengoperasian batching plant yang diduga belum memiliki izin resmi di Kabupaten Konawe. GAM Sultra menyampaikan kritik tersebut setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Konawe. Dalam rapat itu, pihak PT Razka Sarana Konstruksi tidak […]

expand_less