Ketua Umum PP GPA Sebut Reformasi Birokrasi Polri Berjalan di Jalur yang Tepat
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, KABARISTANA.COM — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) mengapresiasi langkah reformasi Polri.
Ketua Umum PP GPA H. Aminullah Siagian menyampaikan apresiasi tersebut. Ia menilai Polri terus memperkuat pembenahan internal.
Menurut Aminullah, reformasi Polri harus menyentuh berbagai aspek. Langkah itu mencakup struktur, kultur, pelayanan, dan pengawasan.
Selain itu, reformasi harus meningkatkan profesionalisme anggota Polri. Masyarakat juga harus merasakan dampak positifnya secara langsung.
“Reformasi kelembagaan Polri menjadi langkah penting. Tujuannya mewujudkan institusi yang profesional dan humanis. Polri juga harus mendapat kepercayaan rakyat,” kata Aminullah.
Karena itu, GPA mendukung berbagai langkah positif Polri. GPA berharap pembenahan tersebut terus berjalan secara konsisten.
Reformasi Polri Harus Berdampak ke Masyarakat
Aminullah menilai masyarakat menjadi indikator utama reformasi Polri. Sebab, publik merasakan langsung kualitas pelayanan kepolisian.
Menurutnya, perubahan internal harus menghasilkan pelayanan yang lebih baik. Polisi juga harus hadir sebagai pengayom masyarakat.
Karena itu, Polri perlu memperkuat pelayanan publik. Polisi harus merespons laporan masyarakat secara cepat dan profesional.
“Kapolri terus memberi contoh kepada jajarannya. Beliau mendorong anggota untuk melayani dan mengayomi masyarakat,” ujar Aminullah.
Ia menyampaikan pandangan tersebut saat mengevaluasi kinerja Polri pada Juli 2025.
Selanjutnya, GPA menilai konsep Presisi tetap relevan. Konsep tersebut mencakup Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
GPA juga mendorong Polri memperkuat pemanfaatan teknologi. Digitalisasi dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Polri perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Sistem pengawasan juga harus berjalan secara optimal.
GPA Apresiasi Kinerja Polri
GPA sebelumnya memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian. Salah satunya terkait pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Pada April 2025, GPA menilai polisi mampu menjaga kelancaran arus perjalanan masyarakat. Langkah tersebut membantu masyarakat menjalani momentum Lebaran dengan aman.
Kemudian, GPA kembali menyampaikan dukungan pada Mei 2025. Saat itu, GPA mendukung langkah Polri memberantas aksi premanisme.
GPA juga mendukung pemberantasan pemerasan dan pungutan liar. Selain itu, GPA menyoroti tindakan kekerasan yang meresahkan masyarakat.
“Polri harus semakin dicintai masyarakat. Polri harus hadir sebagai solusi, bukan bagian dari masalah,” tegas Aminullah.
Aminullah Imbau Masyarakat Tak Terpancing Spekulasi
Memasuki paruh kedua 2026, GPA mendorong Polri melanjutkan reformasi. GPA juga meminta Polri meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Aminullah mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada spekulasi. Ia terutama menyoroti isu pergantian Kapolri.
Menurut Aminullah, masyarakat perlu menyikapi isu tersebut secara bijak. Publik juga harus menunggu informasi dari sumber resmi.
“Gerakan Pemuda Al Washliyah terus mengawal kepemimpinan nasional. Kami juga mendukung Polri menjaga kamtibmas,” ujarnya.
Karena itu, Aminullah meminta Polri tetap fokus menjalankan tugas. Dinamika politik tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, GPA akan terus menjadi mitra kritis dan strategis Polri. GPA juga akan mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Selain itu, GPA mendorong penegakan hukum yang berkeadilan. GPA juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dengan demikian, reformasi Polri perlu berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya membangun kepolisian yang profesional dan dipercaya masyarakat.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Rhm



Saat ini belum ada komentar