Kementan Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Petani menanam varietas padi tahan kekeringan untuk menjaga produksi saat musim kemarau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) | Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani memanfaatkan varietas padi adaptif untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat pada 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi. Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini.
Menurut Amran, petani perlu menanam varietas padi yang tahan kekeringan dan berumur panen lebih cepat. Langkah ini membantu menjaga produksi padi saat curah hujan menurun.
“Petani dapat memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, dan Cakrabuana,” ujar Amran dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Ia menilai varietas tersebut mampu menjaga produktivitas meskipun ketersediaan air terbatas.
Antisipasi Kemarau Lebih Awal
Kementan juga mendorong petani mempercepat masa tanam di sejumlah sentra produksi. Selain itu, pemerintah memperkuat pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan sistem perpipaan.
Langkah ini dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau datang lebih awal di beberapa wilayah Indonesia.
BMKG mencatat potensi kemarau lebih cepat di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Amran menegaskan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian.
“Jika petani tidak melakukan antisipasi sejak awal, kekeringan bisa menurunkan produksi padi,” katanya.
Varietas Unggul Jadi Strategi Adaptasi
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Kementan telah mengembangkan sejumlah varietas padi unggul yang lebih adaptif terhadap kekeringan.
Menurut dia, varietas seperti Inpari 38 hingga Inpari 46 serta kelompok padi gogo Inpago tetap mampu berproduksi meski air terbatas.
Ia menambahkan beberapa varietas genjah juga memiliki masa panen lebih singkat. Contohnya varietas Padjadjaran dan Cakrabuana.
Varietas genjah membantu tanaman menghindari periode kekeringan yang panjang.
Jaga Produksi dan Ketahanan Pangan
Fadjry menilai pemanfaatan varietas adaptif menjadi bagian penting dari strategi teknologi pertanian. Upaya ini bertujuan menjaga stabilitas produksi padi nasional di tengah perubahan iklim.
“Kami mendorong petani di wilayah rawan kekeringan untuk menggunakan varietas unggul tersebut. Dengan begitu, produksi padi nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Kementerian Pertanian juga terus mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Program ini mencakup pengembangan varietas unggul dan penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien di tingkat petani.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Sumber: Antara

Saat ini belum ada komentar