Ramadan Mencekam di Tepi Barat, Rumah dan Mobil Warga Palestina Dibakar
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 310
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: Kendaraan dan bangunan milik warga Palestina terlihat terbakar usai serangan pemukim Israel di Desa Susya, wilayah Masafer Yatta, Tepi Barat, pada malam hari di tengah bulan Ramadan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) |Pemukim Israel bakar rumah warga Palestina kembali terjadi di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Aksi kekerasan terbaru ini berlangsung di Desa Susya, selatan Hebron, pada Selasa malam waktu setempat, bertepatan dengan bulan suci Ramadan, ketika warga tengah menjalani ibadah dan aktivitas keagamaan.
Serangan tersebut menyasar permukiman warga sipil di kawasan Masafer Yatta. Organisasi hak asasi manusia Al-Bidar melaporkan para pemukim membakar sedikitnya lima unit rumah serta beberapa kendaraan milik warga Palestina. Kerusakan material tercatat cukup besar dan membuat sebagian keluarga kehilangan tempat tinggal sementara.
Menurut Al-Bidar, aksi pembakaran ini menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat. Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak secara psikologis. Serangan terjadi secara tiba-tiba pada malam hari, saat sebagian besar warga berada di dalam rumah.
Selain melakukan pembakaran, para pemukim juga menembakkan gas air mata ke dalam sejumlah rumah warga. Sumber lokal yang dikutip Anadolu Agency menyebutkan empat warga sipil mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup gas tersebut dan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Pemukim Israel Bakar Rumah di Tepi Barat Terus Terjadi
Fenomena pemukim Israel bakar rumah bukan peristiwa terisolasi. Saat ini, sekitar 770.000 pemukim Israel tinggal di berbagai permukiman di wilayah Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 orang di Yerusalem Timur. Kehadiran permukiman tersebut sering memicu konflik dengan warga Palestina setempat.
Data pemantauan menunjukkan eskalasi kekerasan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang Januari lalu, pemukim Israel tercatat melakukan 468 serangan di Tepi Barat. Bentuk serangan meliputi penyerangan fisik, pembakaran lahan pertanian, pencabutan pohon, pembatasan akses petani ke tanah mereka, hingga penyitaan properti.
Pengamat menilai rangkaian kekerasan ini bertujuan menekan warga Palestina agar meninggalkan wilayah tempat tinggal mereka. Situasi tersebut memperburuk kondisi kemanusiaan di Tepi Barat, terutama saat Ramadan, ketika masyarakat membutuhkan rasa aman untuk menjalankan ibadah, bekerja, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar