Ledakan Bom di Moskow Tewaskan Polisi, Aparat Buka Penyelidikan Teror
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Mobil patroli polisi Rusia mengalami kerusakan parah setelah ledakan bom Moskow di sekitar Stasiun Kereta Savyolovsky, Selasa (24/2/2026) dini hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Ledakan bom mengguncang kawasan Stasiun Kereta Savyolovsky, Moskow, pada Selasa (24/2/2026) dini hari. Insiden tersebut menewaskan satu anggota kepolisian dan melukai dua petugas lainnya yang tengah bertugas.
Kementerian Dalam Negeri Rusia menjelaskan bahwa ledakan terjadi tak lama setelah tengah malam di alun-alun stasiun yang berada di wilayah utara ibu kota. Kawasan ini berfungsi sebagai salah satu pusat transportasi utama Moskow dengan tingkat aktivitas tinggi.
Pelaku Mendekati Mobil Patroli
Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan melalui Telegram, kementerian menyebut seorang pria mendekati petugas polisi lalu lintas yang sedang berada di dalam mobil patroli. Beberapa saat kemudian, alat peledak meledak di dekat kendaraan tersebut. Ledakan itu langsung menewaskan pelaku di lokasi kejadian.
Kantor berita pemerintah Rusia melaporkan ledakan tersebut merusak mobil patroli secara signifikan. Kaca kendaraan pecah dan bodi mobil mengalami kerusakan, meski api tidak sempat membakar kendaraan. Media lokal juga menayangkan foto mobil polisi yang terparkir di dekat rel kereta dalam kondisi rusak.
Aparat keamanan segera menutup area sekitar stasiun untuk menjaga keselamatan publik dan mendukung proses penyelidikan. Petugas medis mengerahkan sejumlah ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, sementara otoritas setempat mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Otoritas Koreksi Informasi Awal
Pada tahap awal, pihak berwenang sempat menyampaikan bahwa pelaku melarikan diri. Namun setelah petugas memeriksa lokasi kejadian dan meninjau rekaman kamera pengawas, otoritas memastikan pria tersebut tewas di tempat akibat ledakan.
Hingga kini, aparat belum mengungkap jenis bahan peledak yang digunakan maupun motif di balik aksi tersebut. Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap aparat penegak hukum serta kepemilikan ilegal bahan peledak.
Rangkaian Serangan terhadap Aparat
Insiden ini menambah rangkaian serangan terhadap aparat keamanan di Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak konflik bersenjata dengan Ukraina berlangsung, sejumlah aksi kekerasan menyasar pejabat militer dan kepolisian di dalam negeri.
Pada Desember 2025, ledakan di wilayah selatan Moskow menewaskan dua polisi saat mereka memeriksa seorang pria mencurigakan. Beberapa hari sebelumnya, serangan terpisah juga menewaskan seorang jenderal Rusia di kawasan yang sama.
Pemerintah Rusia menyatakan akan memperketat pengamanan di titik-titik strategis, termasuk stasiun kereta dan fasilitas umum, guna mencegah terulangnya insiden serupa.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com

Saat ini belum ada komentar