Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 256
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabaristana.com | Kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil dan kerja advokasi HAM di Indonesia. Serangan ini juga menimbulkan rasa takut di kalangan aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan.

Jika negara tidak menangani kasus ini secara serius, dampaknya bisa meluas. Aktivis lain berpotensi menghadapi ancaman serupa tanpa perlindungan yang memadai.

Negara Wajib Melindungi Warga

Negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga dari kekerasan. Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menjamin perlindungan diri, kehormatan, dan rasa aman. Selain itu, Pasal 28D ayat (1) menegaskan hak atas kepastian hukum yang adil.

Keterlambatan penanganan kasus ini menunjukkan lemahnya komitmen perlindungan tersebut. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui aturan tertulis.

Hukum pidana Indonesia telah mengatur tindakan penganiayaan secara jelas. Pasal 351 hingga Pasal 354 KUHP memberi dasar kuat untuk menindak pelaku. Aparat penegak hukum harus segera bertindak cepat dan tegas.

Mereka tidak hanya perlu menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang merencanakan atau memerintahkan tindakan tersebut.

Transparansi sebagai Ujian Kepercayaan Publik

Penanganan kasus ini tidak cukup hanya berjalan, tetapi juga harus terbuka. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Aparat harus menyampaikan perkembangan penyelidikan secara jelas dan berkala.

Jika aparat menutup informasi, publik akan curiga dan mempertanyakan integritas proses hukum.

Ketertutupan dapat memperkuat praktik impunitas. Selama ini, impunitas sering muncul dalam kasus kekerasan terhadap aktivis.

Jika pelaku tidak dihukum secara adil, maka kekerasan serupa akan terus berulang. Hal ini akan melemahkan supremasi hukum dan merusak rasa keadilan di masyarakat.

Serangan terhadap Demokrasi

Serangan terhadap Andri Yunus tidak hanya menyasar individu. Tindakan ini juga menyerang prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Deklarasi Pembela HAM PBB menegaskan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan HAM tanpa rasa takut. Negara harus memastikan perlindungan tersebut berjalan efektif.

Aparat penegak hukum harus membuka proses penyelidikan secara transparan dan profesional. Mereka harus bekerja tanpa intervensi dan tanpa kompromi.

Jika negara gagal, kepercayaan publik akan runtuh. Ketika kepercayaan hilang, demokrasi ikut terancam.

Keadilan harus ditegakkan secara terbuka, agar masyarakat percaya bahwa hukum benar-benar berpihak pada kebenaran.

Oleh: Egit Setiawan

Sekjen PTKP HMI Cabang Pustara
Redaksi

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menlu RI Peace Board tegaskan Indonesia tidak wajib setor dana dan fokus misi kemanusiaan Gaza

    Menlu Tegaskan RI Tak Wajib Setor Dana di Board of Peace, Kontribusi Fokus Kemanusiaan Gaza

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 178
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com — Menlu RI Peace Board menjadi perhatian publik setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kewajiban menyetor dana untuk keanggotaan Dewan Perdamaian internasional tersebut. Dalam keterangannya, Sugiono menjelaskan bahwa tawaran kontribusi dana yang disampaikan kepada anggota Menlu RI Peace Board bersifat sukarela dan tidak menjadi syarat utama keanggotaan. Lebih lanjut, Menlu […]

  • Ilustrasi zona merah narkotika di Sulawesi Tenggara

    Zona Merah Narkotika Sulawesi Tenggara: Peringkat Tertinggi yang Harus Dibaca sebagai Kegagalan Bersama

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara mencapai level darurat. Data kasus 2024 menempatkan daerah ini sebagai zona merah narkotika tertinggi nasional. jakarta, kabaristana.com | Sulawesi Tenggara menghadapi ancaman serius akibat tingginya peredaran narkotika. Rekap penanganan kasus sepanjang 2024 yang dipublikasikan pada awal 2025 hingga awal 2026 menempatkan daerah ini sebagai  Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran luas karena […]

  • resolusi DK PBB Hormuz jalur minyak dunia di Selat Hormuz

    Veto Membayangi: Rusia, China, dan Prancis Ganjal Resolusi DK PBB soal Selat Hormuz

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 207
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Upaya Dewan Keamanan PBB untuk membuka Selat Hormuz kini menghadapi hambatan serius. Namun, Rusia, China, dan Prancis menolak klausul penggunaan kekuatan militer dalam draf resolusi. Menurut The New York Times, sumber diplomatik menjelaskan isi draf tersebut. Draf itu memberi kewenangan kepada negara anggota untuk menjamin kebebasan pelayaran. Dengan demikian, negara anggota dapat […]

  • Duga Ada Mafia Migas Bermain, GPA Sumut Desak Menteri ESDM Bersihkan ‘Sirkus’ Manajemen Pertamina Sumbagut 

    Duga Ada Mafia Migas Bermain, GPA Sumut Desak Menteri ESDM Bersihkan ‘Sirkus’ Manajemen Pertamina Sumbagut 

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Medan, (kabaristana.com) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara (PW GPA Sumut) meminta pemerintah mengevaluasi manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Desakan itu muncul setelah antrean panjang BBM terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Utara. Ketua PW GPA Sumut, Nurul Yaqien Sitorus, S.H., menyampaikan permintaan tersebut usai Gubernur Sumatera […]

  • Runtuhnya Kekaisaran Rusia 1917 akibat kegagalan modernisasi negara

    Runtuhnya Kekaisaran Rusia: Kegagalan Modernisasi di Era Tsar Nikolas II

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 553
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Runtuhnya Kekaisaran Rusia pada 1917 menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah dunia modern. Kejatuhan ini tidak hanya dipicu oleh revolusi atau perang semata. Sebaliknya, kegagalan negara menjalankan modernisasi secara menyeluruh mempercepat keruntuhan kekuasaan monarki. Di bawah pemerintahan Tsar Nicholas II, Rusia tertinggal jauh dari negara-negara Eropa Barat yang lebih cepat […]

  • Krisis Penerbangan Timur Tengah di Bandara Internasional Dubai dengan pesawat terparkir akibat penutupan wilayah udara.

    Krisis Penerbangan Timur Tengah: Harga Tiket Asia–Eropa Melonjak dan Kursi Ludes

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Penutupan sejumlah bandara utama di Timur Tengah mengguncang industri penerbangan global. Eskalasi konflik Amerika Serikat–Israel melawan Iran memaksa otoritas menutup ruang udara di kawasan tersebut. Dampaknya langsung terasa pada rute Asia–Eropa. Bandara Internasional Dubai menghentikan operasional selama beberapa hari. Keputusan itu memangkas ribuan kursi setiap hari. Maskapai besar seperti Emirates dan Qatar […]

expand_less