Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

Opini: Transparansi Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban: Mendesak Pengungkapan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andri Yunus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabaristana.com | Kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menunjukkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil dan kerja advokasi HAM di Indonesia. Serangan ini juga menimbulkan rasa takut di kalangan aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan.

Jika negara tidak menangani kasus ini secara serius, dampaknya bisa meluas. Aktivis lain berpotensi menghadapi ancaman serupa tanpa perlindungan yang memadai.

Negara Wajib Melindungi Warga

Negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga dari kekerasan. Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menjamin perlindungan diri, kehormatan, dan rasa aman. Selain itu, Pasal 28D ayat (1) menegaskan hak atas kepastian hukum yang adil.

Keterlambatan penanganan kasus ini menunjukkan lemahnya komitmen perlindungan tersebut. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui aturan tertulis.

Hukum pidana Indonesia telah mengatur tindakan penganiayaan secara jelas. Pasal 351 hingga Pasal 354 KUHP memberi dasar kuat untuk menindak pelaku. Aparat penegak hukum harus segera bertindak cepat dan tegas.

Mereka tidak hanya perlu menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang merencanakan atau memerintahkan tindakan tersebut.

Transparansi sebagai Ujian Kepercayaan Publik

Penanganan kasus ini tidak cukup hanya berjalan, tetapi juga harus terbuka. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Aparat harus menyampaikan perkembangan penyelidikan secara jelas dan berkala.

Jika aparat menutup informasi, publik akan curiga dan mempertanyakan integritas proses hukum.

Ketertutupan dapat memperkuat praktik impunitas. Selama ini, impunitas sering muncul dalam kasus kekerasan terhadap aktivis.

Jika pelaku tidak dihukum secara adil, maka kekerasan serupa akan terus berulang. Hal ini akan melemahkan supremasi hukum dan merusak rasa keadilan di masyarakat.

Serangan terhadap Demokrasi

Serangan terhadap Andri Yunus tidak hanya menyasar individu. Tindakan ini juga menyerang prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Deklarasi Pembela HAM PBB menegaskan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan HAM tanpa rasa takut. Negara harus memastikan perlindungan tersebut berjalan efektif.

Aparat penegak hukum harus membuka proses penyelidikan secara transparan dan profesional. Mereka harus bekerja tanpa intervensi dan tanpa kompromi.

Jika negara gagal, kepercayaan publik akan runtuh. Ketika kepercayaan hilang, demokrasi ikut terancam.

Keadilan harus ditegakkan secara terbuka, agar masyarakat percaya bahwa hukum benar-benar berpihak pada kebenaran.

Oleh: Egit Setiawan

Sekjen PTKP HMI Cabang Pustara
Redaksi

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kurs rupiah hari ini terlihat dari perbandingan uang dolar AS dan rupiah

    Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.985/US$, Makin Dekat Level Psikologis Rp17.000

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kurs rupiah hari ini melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (30/3/2026). Pelemahan ini terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah hari ini turun 0,15% ke level Rp16.985 per dolar AS. Posisi ini menjadi yang terlemah dalam dua pekan terakhir. Selain itu, rupiah kini […]

  • pendatang Jakarta cari kerja setelah Lebaran

    Pendatang Serbu Jakarta, Hampir 35% Datang Demi Cari Kerja

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat hampir 35 persen pendatang baru ke Jakarta datang untuk mencari pekerjaan, terutama setelah libur Lebaran. Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa usia produktif mendominasi para pendatang. Kondisi ini mendorong tingginya tujuan mencari kerja. Usia Produktif dan Pendidikan Rendah Mendominasi Sebanyak […]

  • Kisah Nabi Nuh

    Kisah Nabi Nuh: Mengapa Hewan Diselamatkan dan Manusia Ditinggalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 1.730
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Kisah Nabi Nuh sering dipahami sebagai cerita tentang bahtera dan banjir besar. Padahal, kisah ini menyimpan pelajaran moral yang jauh lebih dalam. Dari sini muncul satu pertanyaan penting: mengapa Nabi Nuh menyelamatkan hewan, sementara banyak manusia justru ditinggalkan? Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah dengan kesabaran luar biasa. Dengan keteguhan hati, ia […]

  • Mahasiswa soroti OTT LSM Konawe terkait dugaan suap tambang

    Mahasiswa Soroti OTT LSM di Konawe: Diduga Upaya Membungkam Kritik terhadap ST Nickel Resources

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 256
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) | Mahasiswa menyoroti Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum LSM di Konawe. Namun demikian, mereka menilai aparat tidak bertindak seimbang dalam kasus tersebut. Selain itu, mahasiswa mempertanyakan alasan aparat hanya menangkap satu pihak. Oleh karena itu, mereka mendesak aparat segera memproses pihak pemberi suap. Arin Fahrul Sanjaya menilai kasus ini mengarah pada upaya […]

  • Pembaretan Prajurit Paspampres: Siap Menjadi Perisai Hidup

    Pembaretan Prajurit Paspampres: Siap Menjadi Perisai Hidup

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pembaretan prajurit Paspampres menjadi puncak penutupan latihan standarisasi yang dipimpin langsung oleh Komandan Paspampres. Kegiatan ini menegaskan kesiapan prajurit baru untuk mengemban tugas pengamanan VVIP dengan profesionalisme dan loyalitas tinggi. (14/02/2026). Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Dr Edwin Adrian Sumantha secara resmi menutup latihan standarisasi prajurit sekaligus memimpin tradisi pembaretan […]

  • aktivitas tambang Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara

    Ampuh, Aktivitas Tambang Pulau Wawonii Diminta Dihentikan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kendari (Kabaristana.com) – Aktivitas tambang di Pulau Wawonii kembali menjadi sorotan. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak pemerintah menghentikan seluruh kegiatan pertambangan di wilayah tersebut. Direktur Ampuh Sultra, Hendro, menyatakan saat ini masih ada lima Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan. Empat IUP nikel dimiliki PT Gema […]

expand_less