Jelang Dua Tahun BERSAFARI, Reski Anandar Soroti Pemerataan Pembangunan dan Transparansi Anggaran Konkep
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Menjelang dua tahun kepemimpinan Bupati Rifqi Saifullah Razak dan Wakil Bupati Muhammad Farid, evaluasi terhadap realisasi program dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi penting untuk memastikan visi “Wawonii Emas” benar-benar dirasakan masyarakat.
Reski Anandar menilai, capaian administratif pemerintah daerah perlu diimbangi dengan keterbukaan informasi mengenai efektivitas penggunaan anggaran, kondisi infrastruktur, kualitas pelayanan publik, serta dampak program pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat.
menurutnya, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih pemerintah daerah patut diapresiasi. Namun, opini tersebut merupakan penilaian atas kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan jaminan bahwa seluruh persoalan pembangunan di lapangan telah terselesaikan. Karena itu, pemerintah perlu membuka data mengenai efektivitas belanja daerah, kondisi infrastruktur, dan manfaat program bagi masyarakat.
“WTP tentu patut diapresiasi, tetapi masyarakat juga berhak mempertanyakan bagaimana dampak anggaran yang dikelola terhadap kondisi nyata di lapangan. Kita perlu melihat apakah pembangunan telah merata, pelayanan publik semakin baik, dan kebutuhan masyarakat benar-benar terjawab. Penghargaan penting, tetapi dampak nyata bagi masyarakat jauh lebih mendasar untuk dievaluasi,” tegas Reski Anandar dalam keterangan resminya sabtu, 16 Oktober 2026.
Selain pemerataan pembangunan, Reski turut menyoroti pelaksanaan program petani milenial. Ia mendorong pemerintah daerah menyampaikan data yang terukur mengenai peserta aktif, keberlanjutan usaha, produktivitas, akses pasar, serta dampaknya terhadap pendapatan petani muda.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur melalui pelaksanaan kegiatan atau panen raya. Pemerintah juga perlu menunjukkan sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendorong kemandirian ekonomi para petani.
Reski juga menyinggung Beasiswa Wawonii Cerdas yang merupakan kelanjutan program dari pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut patut diapresiasi, tetapi harus dibedakan dari program baru yang menjadi inovasi pemerintahan BERSAFARI.
“Jangan sampai program yang diwariskan pemerintahan sebelumnya diklaim sebagai terobosan baru. Yang perlu kita nilai adalah bagaimana program itu dilanjutkan, diperbaiki, diperluas manfaatnya, dan dijalankan secara transparan. Publik berhak mengetahui capaian yang benar-benar baru serta pekerjaan rumah yang masih belum diselesaikan,” lanjutnya.
Menjelang dua tahun kepemimpinan BERSAFARI, Reski mendorong pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan menjadikan evaluasi sebagai momentum untuk memaparkan capaian secara terukur, mengidentifikasi kekurangan, serta menetapkan langkah perbaikan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
“Ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan hanya penghargaan yang diraih atau program yang diumumkan, melainkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Wawonii. Kami mendorong pemerintah agar terbuka terhadap kritik dan menjadikan evaluasi sebagai bagian dari tanggung jawab kepada publik,” tutup Reski Anandar.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Konawe Kepulauan.
- Penulis: Rahman



Saat ini belum ada komentar