kepemimpinan andi sumangerukka; sultra gelap pembangunan sdm terabaikan
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto:Midul Makati, S.H., M.H, (Foto-istimewa).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) — Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka patut mendapatkan evaluasi serius. Di tengah kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tenggara yang melimpah dan geliat investasi yang terus berkembang, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dikesampingkan.
Midul Makati, S.H., M.H, menilai bahwa pemerintah daerah terlalu sering berbicara tentang pembangunan dan investasi, tetapi persoalan mendasar masyarakat, khususnya pendidikan, keterampilan, lapangan kerja, dan peningkatan kapasitas generasi muda Sultra, masih membutuhkan perhatian yang jauh lebih serius.
“Pembangunan dan investasi terus dibicarakan, tetapi pendidikan, keterampilan, lapangan kerja, dan kapasitas generasi muda Sultra masih membutuhkan perhatian serius,” ujar Midul Makati.
Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Pertambangan, industri, dan investasi berkembang di berbagai wilayah.
Namun pertanyaan besarnya adalah;
Di mana posisi anak-anak muda Sultra dalam seluruh proses pembangunan tersebut?
Apakah mereka menjadi pelaku utama?
Apakah mereka mendapatkan pekerjaan yang layak?
Apakah mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri?
Ataukah mereka hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri?
Jika pemerintah tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan data dan kebijakan konkret, maka wajar apabila publik mempertanyakan arah pembangunan SDM di wilayah Sulawesi Tenggara.
Midul Makati, S.H., M.H., mengingatkan Pemprov Sultra bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk, banyaknya proyek yang dibangun, ataupun besarnya aktivitas industri. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat lokal menjadi bagian utama dari kemajuan tersebut.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi dan aktivitas industri. Yang terpenting, masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari kemajuan tersebut,” ujarnya.
Jangan sampai perusahaan berkembang, tetapi tenaga kerja lokal tersisih.
Jangan sampai industri tumbuh, tetapi anak muda Sultra tidak memiliki kompetensi untuk masuk ke dalamnya. Jangan sampai sumber daya alam Sultra terus dieksploitasi, sementara kualitas manusia Sultra berjalan di tempat.
Oleh karena itu, kami menantang Pemprov Sultra untuk membuka kepada publik secara transparan. Apa yang yang sudah diperbuat ASR? berapa capaian peningkatan kualitas SDM Sultra sejak Andi Sumangerukka menjabat Gubernur?
“Kami menantang Pemprov Sultra untuk terbuka kepada publik dan membuktikan secara terukur apa yang telah dilakukan ASR dalam meningkatkan kualitas SDM sejak menjabat Gubernur,” tegas Midul Makati.
Berapa banyak anak muda Sultra yang memperoleh pelatihan dan sertifikasi kompetensi?.
Berapa persen tenaga kerja lokal yang terserap pada sektor industri dan pertambangan?
Apa strategi konkret Pemprov Sultra dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tertinggal?
Berapa anggaran APBD yang benar-benar dialokasikan untuk peningkatan kualitas SDM Sultra?
Apa indikator keberhasilan program pembangunan SDM dan berapa target yang sudah tercapai? Apa langkah pemerintah agar generasi muda Sultra tidak hanya menjadi pekerja kasar di tengah berkembangnya industri?, ini semua harus di jawab oleh Gubernur ASR.
Kami tidak anti-investasi. Kami tidak anti-pembangunan. Kami justru menginginkan investasi dan pembangunan tersebut mengangkat martabat serta kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tenggara.
Gubernur Andi Sumangerukka adalah pemimpin seluruh rakyat Sultra. Karena itu, kepemimpinan harus berani mempertanggungjawabkan hasil pembangunan kepada masyarakat.
Jika pembangunan SDM tidak menjadi prioritas dan hasilnya tidak dapat dibuktikan secara terukur dan nyata, maka kritik publik terhadap kegagalan kebijakan tersebut adalah sesuatu yang wajar dalam Negara Demokrasi.
Sultra butuh perubahan, bukan sekadar Narasi. Oleh karena itu, kami mendesak Gubernur Sultra Andi Sumangerukka untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai agenda utama pemerintahannya. Jangan biarkan Generasi muda Sultra menjadi penonton di tanahnya sendiri.
“Gubernur harus memastikan generasi muda Sultra tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki kesempatan yang nyata untuk berkembang, bekerja, dan ikut menentukan masa depan daerahnya,” tegasnya.
Jangan biarkan kekayaan alam Sultra dinikmati pihak lain dan segelintir orang sementara rakyat lokal hanya mendapatkan dampak sosial dan Bencana dari lingkungannya. Jangan biarkan masa depan generasi muda Sultra dikorbankan karena lemahnya kebijakan pembangunan Manusia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar