Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Uang Rp2,8 Miliar Disimpan di Plafon Rumah

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Uang Rp2,8 Miliar Disimpan di Plafon Rumah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kabaristana.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gatot Heroe Hernanda. Gatot merupakan pejabat Bea dan Cukai yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK menemukan uang sekitar Rp2,8 miliar. Uang itu terdiri atas mata uang dolar Singapura (SGD) dan dolar Amerika Serikat (USD).

Menariknya, penyidik menemukan uang tersebut di plafon rumah. Lokasi itu berada di salah satu rumah yang berkaitan dengan Gatot.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkan temuan tersebut. Ia menyampaikan informasi itu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/8/2026).

“Betul itu ada disimpan di atas plafon,” kata Taufik.

Menurut Taufik, rumah tersebut berada di Malang. Selain itu, penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan keluarga Gatot.

KPK Sita Tiga Motor Mewah

Selain uang tunai, KPK menyita sejumlah kendaraan dalam penyidikan kasus tersebut. Penyidik menyita BMW R Nine T Scrambler, Kawasaki ZR900C, dan Triumph Bonneville Bobber.

KPK menetapkan Gatot sebagai tersangka saat menjabat Kasubdit Penindakan Direktorat P2 DJBC periode 2025–2026. Penetapan itu merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap di lingkungan Bea dan Cukai.

Selanjutnya, KPK menahan Gatot selama 20 hari pertama. Masa penahanan berlangsung sejak 26 Agustus hingga 14 September 2026.

KPK menempatkan Gatot di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Gatot Diduga Terima Rp3,25 Miliar

Dalam perkara ini, KPK menduga Gatot menerima uang sekitar Rp3,25 miliar. Uang tersebut berasal dari John Field, pemilik PT Blueray.

Taufik menjelaskan bahwa perkara itu bermula ketika John Field mendapat permintaan “jatah bulanan” dari sejumlah pejabat Bea dan Cukai.

Saat itu, John Field meminta bantuan untuk memperlancar proses kepabeanan atau customs clearance perusahaan miliknya.

Kemudian, Rizal yang menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 hingga Januari 2026 menawarkan John Field untuk bertemu dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Djaka Budhi Utama, Rizal, Gatot, sejumlah pejabat Bea dan Cukai, serta beberapa pengusaha hadir dalam pertemuan itu.

John Field menjadi salah satu pengusaha yang hadir.

Permintaan Uang Mencapai Rp6 Miliar

Setelah pertemuan tersebut, Orlando Hamonangan menghubungi John Field. Saat itu, Orlando menjabat Kepala Seksi Intelijen DJBC.

Orlando kemudian menyampaikan besaran uang yang harus John Field siapkan. Permintaan itu terbagi menjadi tiga bagian.

Untuk BC1, nilainya mencapai Rp3 miliar. Sementara itu, BC2 mencapai Rp2 miliar. Adapun BC3 mencapai Rp1 miliar.

John Field menyanggupi permintaan tersebut. Setelah itu, ia meminta stafnya menyiapkan “jatah uang bulanan” dalam bentuk dolar Singapura.

Uang tersebut kemudian mengalir untuk BC1, BC2, dan BC3. Sejumlah pegawai Subdit Intelijen serta Subdit Penindakan juga mendapat bagian.

Untuk jatah Subdit Penindakan, John Field menyalurkan uang melalui Enov Puji Wijanarko. Saat itu, Enov menjabat Kepala Seksi Penindakan Kepabeanan I.

Enov kemudian menyerahkan bagian untuk Gatot di ruang kerjanya.

“Terkait jatah untuk Subdit Penindakan diberikan melalui Sdr. EPW selaku Kepala Seksi Penindakan Kepabeanan I, termasuk jatah untuk GH yang diserahkan oleh EPW di ruang kerjanya,” ujar Taufik.

Total Setoran Capai Rp61,9 Miliar

KPK menduga praktik tersebut berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, John Field menyerahkan uang kepada sejumlah pihak di lingkungan Bea dan Cukai.

Total uang yang John Field keluarkan mencapai Rp61,9 miliar. Dari jumlah tersebut, Gatot diduga menerima Rp3,25 miliar.

KPK masih mengembangkan penyidikan untuk menelusuri aliran uang tersebut. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Periksa Raffi Ahmad terkait fakta persidangan kasus impor barang

    Kabid Hukum dan HAM PP GPI Meminta KPK Memanggil Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa Raffi Ahmad. Permintaan itu muncul setelah fakta persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebut nama Raffi Ahmad. Kabid Hukum dan HAM […]

  • Pendidikan kritis di sekolah Indonesia masih lemah, terlihat dari suasana ruang kelas yang menekankan kepatuhan dan kelulusan dibandingkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 575
    • 3Komentar

    Sekolah Rajin Meluluskan, Tapi Tak Mengajarkan Berpikir, Artinya: sekolah menekankan kelulusan dan kepatuhan, sementara kemampuan berpikir kritis dan mandiri kurang dibangun. Jakarta, kabaristana.com | Pendidikan kritis di sekolah Indonesia belum menjadi fondasi utama pembelajaran, karena sistem pendidikan masih lebih menekankan kelulusan dan kepatuhan dibandingkan kemampuan berpikir mandiri dan reflektif. Ruang Kelas yang Menuntut Kepatuhan Di […]

  • pramudi mikrotrans jakarta melayani penumpang di armada mikrotrans transjakarta

    Pemkot Jakbar Buka Jalan 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritaskan Warga Lokal

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 320
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Pemerintah Kota Jakarta Barat memfasilitasi rekrutmen 1.000 pramudi Mikrotrans yang diinisiasi oleh PT Transportasi Jakarta. Program ini menargetkan warga Jakarta Barat sebagai prioritas utama untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. […]

  • Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan dalam kerusuhan 27 Agustus 2026.

    Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut dalam Kerusuhan 27 Agustus

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) — Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat, dalam kerusuhan 27 Agustus 2026. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti serta memeriksa saksi dan ahli. “Berdasarkan hasil dari pemeriksaan dan keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti yang lain, […]

  • PSE global Indonesia buka kantor perwakilan di Jakarta

    Pemerintah Dorong PSE Global Buka Kantor di Indonesia demi Pengawasan Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pemerintah mendorong Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) global yang memiliki banyak pengguna di Indonesia untuk membuka kantor perwakilan di dalam negeri. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan serta mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan di platform digital. Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Nanci Laura Sitinjak, mengatakan pengawasan terhadap […]

  • Ledakan Gupusmu Madiun di Gudang Pusat Munisi TNI AD, personel TNI mengamankan lokasi dan menutup akses menuju area kejadian.

    Ledakan Gudang Munisi Madiun, TNI Sterilkan Lokasi dan Lakukan Investigasi

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) – Sebuah ledakan diduga terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) milik TNI Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis. Aparat TNI langsung menutup akses menuju lokasi, mengevakuasi korban, dan mengamankan area untuk mendukung proses penanganan. Informasi yang beredar menyebutkan ledakan terjadi pada Kamis pagi. Sejumlah korban menjalani perawatan di […]

expand_less