Sikapi Isu Pergantian Kapolri, PP GPA Rilis Tiga Pernyataan Sikap Minta Pemuda Jaga Kondusivitas
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Al-Washliyah, H. Aminullah Siagian, menyampaikan sikap resmi terkait isu pergantian Kapolri dan mengajak masyarakat menjaga kondusivitas nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) — Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), H. Aminullah Siagian, menanggapi rumor pergantian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Aminullah meminta masyarakat tetap tenang. Ia juga mengajak seluruh kader pemuda menjaga soliditas dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum memiliki dasar kuat.
Menurut Aminullah, isu pergantian Kapolri tidak menunjukkan urgensi yang mendesak. Ia menilai Polri masih menjalankan tugasnya dengan baik di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kami melihat wacana atau rumor pergantian Kapolri yang muncul belakangan ini sama sekali tidak memiliki urgensi mendesak. Institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini sangat solid dan terus menjalankan tugas pokoknya,” ujar Aminullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
PP GPA Dukung Kinerja Polri
PP GPA menyatakan dukungannya terhadap kinerja Polri. Organisasi tersebut menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit terus mendorong pembenahan internal kepolisian.
Selain itu, PP GPA menilai Polri tetap fokus menjaga keamanan nasional. Polri juga mengawal berbagai agenda strategis pemerintah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, PP GPA meminta masyarakat tidak membangun kesimpulan hanya berdasarkan rumor. Publik juga perlu menunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang.
PP GPA Hormati Hak Prerogatif Presiden
Aminullah menegaskan bahwa Presiden memiliki kewenangan dalam menentukan pergantian Kapolri sesuai mekanisme konstitusi dan peraturan yang berlaku.
Karena itu, PP GPA mengajak masyarakat menghormati kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat juga diminta tidak memperkeruh situasi melalui informasi yang belum terverifikasi.
“Pengangkatan dan pemberhentian Kapolri memiliki mekanisme konstitusional. Karena itu, kita harus menghormati kewenangan Presiden dan menunggu keputusan resmi,” kata Aminullah.
PP GPA Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas
Selanjutnya, PP GPA mengajak organisasi kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Aminullah, masyarakat sebaiknya mengarahkan energi pada persoalan yang lebih penting. Salah satunya ialah mengawal pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.
Di sisi lain, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum memiliki kepastian. Langkah tersebut penting untuk menjaga soliditas masyarakat dan aparat penegak hukum.
PP GPA menegaskan komitmennya untuk mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Aminullah mengatakan organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menjaga suasana nasional tetap kondusif. Karena itu, PP GPA akan terus mendorong masyarakat agar mengedepankan persatuan dan kepentingan bangsa.
“Gerakan Pemuda Al-Washliyah berkomitmen mengawal kepemimpinan nasional dan mendukung institusi Polri agar tetap fokus menjaga kamtibmas. Kita tidak boleh terganggu oleh dinamika isu pergantian jabatan yang belum memiliki kepastian,” pungkas Aminullah.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar