Prabowo: Anggaran MBG dari Efisiensi, Jika Tak Dihemat Berpotensi Bocor oleh Korupsi
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 166
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran makan bergizi gratis berasal dari hasil efisiensi belanja negara. Ia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta meresmikan gudang ketahanan pangan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Prabowo merespons kritik yang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemborosan anggaran. Ia menyatakan pemerintah justru mengalihkan dana dari pos belanja yang selama ini tidak produktif. Menurut Prabowo, tanpa langkah penghematan, anggaran negara berpotensi bocor akibat praktik korupsi.
Pemerintah, kata Prabowo, memangkas anggaran kegiatan seperti rapat di hotel luar kota, seminar, konferensi, serta kunjungan kerja yang tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah kemudian mengalihkan dana hasil efisiensi tersebut untuk program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, termasuk pemenuhan gizi.
Presiden juga menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih terkendali. Ia menyebut defisit anggaran berada di angka 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah, lanjutnya, akan terus berupaya menekan defisit secara bertahap melalui pengelolaan anggaran yang lebih disiplin.
Selain itu, Prabowo menilai masih terdapat kebocoran dan penghamburan anggaran di birokrasi. Ia menegaskan komitmen untuk menertibkan tata kelola pemerintahan, memperkuat pengawasan, serta menyelamatkan kekayaan dan aset negara agar digunakan secara optimal.
Terkait pelaksanaan MBG, pemerintah terus memperluas cakupan penerima manfaat. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Pemerintah menilai pemenuhan gizi memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan, pendidikan, dan produktivitas nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus meningkat seiring penguatan infrastruktur dan distribusi pangan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.namamedia.com/nasional/prabowo-anggaran-mbg-efisiensi

Saat ini belum ada komentar