Jakarta, (Kabaristana.com) || Pemerintah mempercepat pengembangan energi bersih melalui proyek PLTS dan sistem baterai. Program ini mengikuti arahan Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Melalui PT PLN (Persero), sebanyak 21 proyek siap masuk tahap eksekusi hingga Semester I 2026. Total kapasitas proyek mencapai 513 MWp dan tersebar di tujuh provinsi.
PLN Fokus pada Efisiensi dan Energi Terbarukan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN terus mendorong energi yang lebih murah dan bersih. Ia menyebut teknologi baterai membantu menjaga pasokan listrik tetap stabil.
PLN juga menargetkan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak. Upaya ini sekaligus menekan biaya energi nasional.
Sebaran Proyek di Berbagai Daerah
PLN dan mitra mengembangkan proyek di berbagai wilayah. Beberapa proyek besar meliputi:
- PLTS Terapung Gajah Mungkur di Jawa Tengah dengan kapasitas 100 MWp
- PLTS Terapung Saguling di Jawa Barat sebesar 60 MWp
- PLTS + BESS di Banyuwangi, Karangkates, dan Pauraan
Selain itu, PLN membangun proyek di wilayah terpencil. Lokasinya mencakup Bawean, Bangka Belitung, Timika, hingga Nusa Tenggara Timur.
Pengembangan juga menjangkau Maluku Utara melalui proyek PLTS Weda.
Target Gantikan PLTD
Pemerintah menargetkan penggantian PLTD dengan PLTS. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin percepatan program ini.
Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 100 gigawatt PLTS dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini berpotensi menghemat konsumsi minyak hingga 200 ribu barel per hari.
Dampak bagi Energi Nasional
Program ini memperkuat kemandirian energi nasional. Selain itu, Indonesia dapat menekan impor BBM dan mengurangi emisi karbon.
Pengembangan PLTS dan baterai juga membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Saat ini belum ada komentar