Survei Poltracking: MBG Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah
- account_circle Retanto
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 201
- comment 3 komentar
- print Cetak

Foto : ilustrasi_(Dok_KI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,{kabaristana.com} – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Poltracking Indonesia mencatat kontribusi MBG mencapai 23 persen dari total alasan kepuasan publik. Peneliti Masduri Amrawi menyampaikan temuan ini dalam rilis survei terbaru.
Ia menjelaskan bahwa publik tetap menilai positif program tersebut. Hal ini terjadi meski muncul pro dan kontra di tengah masyarakat.
Manfaat Paling Dirasakan Masyarakat
MBG menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya. Tingkat pengakuan publik mencapai 36,5 persen.
Angka ini melampaui program lain. Contohnya bantuan subsidi upah, layanan kesehatan gratis, serta Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.
Program berbasis kebutuhan dasar memberi dampak cepat. Kelompok menengah ke bawah merasakan manfaat paling besar.
Tingkat Kepuasan Masih Perlu Ditingkatkan
Sebanyak 88 persen publik mengenal MBG. Namun, tingkat kepuasan baru mencapai 55,5 persen.
Masduri menilai pemerintah perlu memperbaiki pelaksanaan program. Ia juga mendorong peningkatan komunikasi kepada masyarakat.
Langkah ini penting agar manfaat program terasa lebih luas.
Faktor Lain Penopang Kepuasan
Survei juga mencatat faktor lain yang memengaruhi kepuasan. Ketepatan sasaran bantuan menyumbang 13,8 persen.
Selain itu, publik menilai kepemimpinan tegas, ekonomi stabil, dan layanan kesehatan cukup baik.
Dalam bantuan sosial, Program Keluarga Harapan mencatat angka tertinggi, yaitu 29,8 persen. Bantuan beras menyusul dengan 29,5 persen.
Metodologi Survei
Poltracking melaksanakan survei pada 2–8 Maret 2026. Jumlah responden mencapai 1.220 orang.
Peneliti menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error berada di angka 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Enumerator mengumpulkan data melalui wawancara langsung. Tim juga melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan ulang untuk menjaga akurasi data.
- Penulis: Retanto
- Editor: Nur wayda



https://shorturl.fm/uzjmL
14 April 2026 6:56 amhttps://shorturl.fm/fW646
14 April 2026 4:12 amhttps://shorturl.fm/wq2YM
13 April 2026 2:59 pm