Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik Global » AS Disebut Langgar Wilayah Udara RI 18 Kali, Pemerintah Tegaskan Kedaulatan Prioritas

AS Disebut Langgar Wilayah Udara RI 18 Kali, Pemerintah Tegaskan Kedaulatan Prioritas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 264
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Kabaristana.com) — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan wilayah udara setelah muncul laporan pelanggaran oleh armada militer Amerika Serikat (AS) sebanyak 18 kali.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga wilayah perbatasan.

“Kami terus menempatkan kedaulatan wilayah udara Indonesia sebagai prioritas,” kata Yvonne, Kamis (16/4/2026).

Publik Soroti Dugaan Pelanggaran

Laporan yang beredar menyebut armada militer AS memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin resmi. Akibatnya, isu ini memicu perhatian luas dari publik.

Di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan langkah tegas pemerintah dalam merespons dugaan pelanggaran tersebut. Bahkan, sebagian pihak mendorong adanya sikap diplomatik yang lebih kuat.

Usulan Izin Terbang Masih Dikaji

Sementara itu, pemerintah juga menelaah usulan Amerika Serikat terkait blanket overflight clearance atau izin terbang lintas umum.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri terus mengkaji mekanisme dan dampak kebijakan tersebut secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemerintah berhati-hati agar keputusan tetap selaras dengan hukum nasional dan kepentingan strategis Indonesia.

Koordinasi Antar Kementerian Diperkuat

Dalam prosesnya, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas usulan tersebut dari berbagai aspek keamanan.

Selain itu, koordinasi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan hubungan internasional. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih terukur.

Belum Ada Keputusan Final

Sejauh ini, pemerintah belum memberikan izin akses bebas kepada pihak asing untuk menggunakan wilayah udara Indonesia.

Namun demikian, Yvonne menegaskan bahwa proses kajian masih berlangsung dan belum mencapai keputusan akhir.

Pada akhirnya, pemerintah meminta publik untuk tidak berspekulasi terhadap kebijakan yang masih dalam tahap pembahasan. Nantinya, pemerintah akan menyampaikan keputusan resmi setelah seluruh proses kajian selesai.

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI / Reuters.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan suap Ombudsman RI saat IMPH desak Kejagung periksa LSO

    IMPH: Kejagung Jangan Tebang Pilih, Segera Periksa Dirut PT TSHI

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera memeriksa Direktur Utama PT Toshida Indonesia (TSHI) berinisial LSO. IMPH menilai LSO memiliki keterkaitan dalam dugaan suap yang menyeret Ketua Ombudsman RI. Kasus tersebut mencuat setelah Ombudsman RI menerbitkan surat koreksi kepada Kementerian Kehutanan terkait persoalan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) […]

  • Iran putuskan komunikasi ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat terbelah akibat ancaman Trump

    Iran Putuskan Komunikasi dengan AS Usai Ancaman Trump Memanas

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Iran putuskan komunikasi dengan Amerika Serikat setelah meningkatnya ketegangan akibat pernyataan keras Presiden Donald Trump. Keputusan ini menjadi sorotan dunia karena berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan hubungan internasional secara luas. {08/04/2026). Pemerintah Iran secara resmi menghentikan jalur komunikasi langsung dengan Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai respons atas pernyataan kontroversial […]

  • GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Gerakan Pemantau Masyarakat (GPM) Sulawesi Barat mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat untuk mengusut dugaan praktik makelar jual beli titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). GPM menduga sejumlah oknum ketua yayasan terlibat dalam praktik tersebut. Koordinator GPM Jabodetabek, Kahar Abidin, menyampaikan tuntutan itu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026). Menurutnya, tim GPM […]

  • Prof. Edy Karno Dukung Tujuh Program Strategis Nasional untuk Memperkuat Pembangunan SDM

    Prof. Edy Karno Dukung Tujuh Program Strategis Nasional untuk Memperkuat Pembangunan SDM

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KENDARI, (kabaristana.com) – Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Edy Karno, mendukung tujuh Program Strategis Nasional yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Prof. Edy Karno mengatakan keberhasilan program pemerintah memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi harus […]

  • Konflik agraria Konawe Selatan di lahan sengketa 1300 hektare

    IPPMI Konsel: Konflik Agraria di Konsel Jangan Dibingkai Sepihak, Bupati Sudah Ambil Langkah Tepat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Fikry
    • visibility 525
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Sengketa lahan seluas sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Konawe Selatan memicu ketegangan sosial di tingkat akar rumput. Konflik ini berpotensi meluas jika publik tidak memahami duduk persoalan secara menyeluruh. Sejumlah pihak mulai menggiring opini yang mengaitkan konflik agraria dengan kepemimpinan kepala daerah. Padahal, persoalan lahan melibatkan banyak aktor dan masih berada dalam […]

  • Hasil survei asi: 3 persoalan paling pokok yang dihadapi rakyat

    Hasil survei asi: 3 persoalan paling pokok yang dihadapi rakyat

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Jurnalis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Harga kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang dirasakan masyarakat. Temuan itu muncul dalam survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI). Survei tersebut juga mencatat dua persoalan ekonomi lainnya. Masyarakat menyoroti sulitnya mencari pekerjaan dan masalah kemiskinan. Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Utama Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan 35,7 persen responden menilai […]

expand_less