Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » politik » Kasus Dana Hibah Konut, Rusak Marwah Penyelenggara Pemilu

Kasus Dana Hibah Konut, Rusak Marwah Penyelenggara Pemilu

  • account_circle Jurnalis 1
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com) | Marwah KPU hancur setelah sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI mengungkap dugaan aliran dana hibah Pilkada Konawe Utara. Sejak awal, fakta ini langsung memicu krisis kepercayaan publik. Akibatnya, integritas penyelenggara pemilu kembali dipertanyakan.

Marwah KPU Hancur Akibat Pengakuan Sekretaris KPU Konut

Dalam persidangan, mantan Sekretaris KPU Konawe Utara, Udin Yusuf, menyampaikan kesaksian penting. Ia mengakui penarikan dana hibah Pilkada sebesar Rp1,42 miliar. Lebih jauh, penarikan tersebut terjadi secara ilegal sebanyak tujuh kali.

Tak hanya itu, Udin Yusuf juga membeberkan aliran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang mengalir ke Ketua dan seluruh Komisioner KPU Konut. Dengan demikian, masing-masing diduga menerima sekitar Rp200 juta.

Integritas KPU Runtuh di Hadapan Sidang DKPP

Selain soal aliran dana, persidangan juga membuka fakta yang lebih mencederai nurani publik. Sebagian dana, menurut kesaksian, dipakai untuk hiburan malam di Kota Kendari. Bahkan, dana tersebut digunakan untuk karaoke dan menyewa Ladies Club (LC).

Oleh sebab itu, publik menilai standar moral penyelenggara pemilu berada pada titik terendah. Padahal, mereka seharusnya menjaga kepercayaan rakyat.

Di sisi lain, para Teradu berdalih tidak memiliki akses langsung ke Rekening Penampung Dana Hibah (RPDH). Namun demikian, fakta persidangan justru menunjukkan adanya tekanan dari komisioner.

Dengan kata lain, pencairan dana tidak terjadi secara spontan. Sebaliknya, instruksi muncul demi kepentingan pribadi. Hal ini memperlihatkan kegagalan pengawasan internal di tubuh Komisi Pemilihan Umum.

Akibatnya, Legitimasi Pilkada Konut Dipertanyakan

Sementara itu, Keputusan KPU Nomor 950 Tahun 2024 mewajibkan pengawasan manajerial. Namun, para Teradu justru mengaku tidak mengetahui praktik tersebut. Ironisnya, alibi ini malah memperkuat dugaan pembiaran.

Akibatnya, klaim keberhasilan tahapan Pilkada Konut kehilangan makna. Pada akhirnya, publik meragukan proses demokrasi yang berjalan.

Oleh Karena Itu, Sanksi Tegas Menjadi Keharusan

Pada prinsipnya, muruah pemilu tidak hanya bergantung pada pencoblosan. Lebih dari itu, integritas penyelenggara menjadi penentu utama.

Ketika komisioner menekan sekretariat demi uang pribadi, fungsi KPU menyimpang. Karena itulah, marwah KPU hancur dan kepercayaan publik runtuh.

Kini, satu-satunya jalan pemulihan ialah sanksi Pemberhentian Tetap. Selanjutnya, putusan DKPP dalam tujuh hari ke depan akan menentukan arah demokrasi lokal.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • lebaran beda hari di indonesia suasana salat idul fitri berjamaah

    Lebaran Tak Selalu Serentak: Dalam 25 Tahun, NU dan Muhammadiyah Beda Idulfitri 6 Kali

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama. Di sisi lain, Muhammadiyah lebih dulu menentukan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 dengan metode hisab. Perbedaan ini membuat umat Islam di Indonesia kembali merayakan Lebaran di hari yang tidak sama. Warga mengikuti keputusan organisasi […]

  • ambora UNESCO Global Geopark di kawasan Gunung Tambora NTB

    NTB Perkuat Tambora Menuju UNESCO Global Geopark Dunia

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Gunung Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Pemprov NTB menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah fokus melindungi Teluk Saleh. Kawasan itu menjadi penyangga utama ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora. “Kami sudah memiliki pengalaman […]

  • Yusril Ihza Mahendra menanggapi kasus brimob aniaya anak Maluku

    Yusril Tegaskan Proses Etik dan Pidana bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Maluku

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 214
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan aparat Brimob berinisial Bripda MS yang diduga menganiaya seorang anak hingga meninggal dunia di Kota Tual, Maluku, harus menjalani proses etik dan pidana. Yusril menekankan bahwa negara hukum tidak memberi ruang kekebalan, termasuk kepada aparat penegak hukum. Ia menyatakan setiap […]

  • lobi gedung KPK terkait kasus KPK Lippo Cikarang

    KPK Periksa Legal Lippo Cikarang, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap di Kabupaten Bekasi. Dalam proses ini, isu KPK Lippo Cikarang mencuat setelah penyidik memeriksa saksi dari pihak perusahaan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik memanggil saksi berinisial RR yang bekerja di bagian legal Lippo Cikarang. Tim penyidik menjalankan pemeriksaan di […]

  • Forum Pemuda Adat Tolaki dalam kegiatan pelestarian budaya dan nilai sara

    Mengenal Dewan Sara Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI)

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 362
    • 5Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) hadir sebagai wadah pemuda adat yang berkomitmen menjaga nilai budaya, hukum adat (sara), serta identitas Tolaki. Di tengah perubahan zaman, FORDATI menempatkan generasi muda sebagai pelaku utama pelestarian adat. Organisasi ini mendorong pemuda adat untuk memahami budaya sebagai pedoman hidup, bukan sekadar warisan simbolik. Melalui pendekatan edukatif […]

  • Pidato Megawati doktor honoris causa di Princess Nourah University

    Megawati Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah University

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Megawati doktor honoris causa menjadi perhatian dunia internasional setelah Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di lingkungan kampus universitas tersebut. Pemberian gelar ini memiliki makna penting secara […]

expand_less