Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tragedi Lebaran 1932 di Batavia: Permintaan Baju Baru Berujung Pembunuhan

Tragedi Lebaran 1932 di Batavia: Permintaan Baju Baru Berujung Pembunuhan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) | Tradisi membeli pakaian baru menjelang Lebaran telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, pada masa kolonial, kebiasaan ini pernah memicu peristiwa tragis. Pada Idul Fitri 1350 Hijriah atau Januari 1932, warga Batavia kini Jakarta dikejutkan oleh pembunuhan seorang istri oleh suaminya di kawasan Tanjung Priok.

Seorang pria bernama Telo bin Saleh menusuk istrinya setelah terjadi pertengkaran rumah tangga. Perselisihan itu bermula dari permintaan sang istri yang ingin membeli baju baru untuk merayakan Lebaran.

Permintaan Baju Lebaran Picu Pertengkaran

Beberapa hari sebelum 1 Syawal, sang istri meminta uang kepada Telo agar bisa membeli satu set pakaian baru. Ia ingin merayakan hari raya dengan mengenakan pakaian baru seperti kebiasaan banyak orang saat Lebaran.

Namun, Telo menolak permintaan tersebut. Ia mengaku tidak memiliki cukup uang karena kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Saat itu, Hindia Belanda memang mengalami tekanan ekonomi yang cukup berat.

Telo lalu menyarankan agar mereka merayakan Lebaran secara sederhana dengan memakai pakaian lama. Akan tetapi, sang istri terus mendesak agar suaminya menyediakan uang untuk membeli pakaian baru.

Surat kabar Belanda De Indische Courant edisi 9 Mei 1932 mencatat bahwa masyarakat pribumi sudah lama menjadikan pakaian baru sebagai bagian dari perayaan Lebaran. Bahkan keluarga miskin pun berusaha tampil dengan pakaian baru saat hari raya.

Emosi Memuncak Berujung Kekerasan

Perdebatan antara pasangan tersebut semakin memanas. Telo tetap menolak permintaan istrinya. Sang istri terus mendesak dan melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan suaminya.

Kemudian, emosi Telo memuncak. Ia mengambil pisau dan menusuk istrinya. Serangan itu membuat korban meninggal di tempat.

Polisi kemudian menangkap Telo bin Saleh. Ia harus menjalani hukuman penjara setelah melakukan tindakan tersebut.

Tradisi Baju Baru Saat Lebaran Sudah Lama Ada

Terlepas dari tragedi itu, kebiasaan membeli pakaian baru menjelang Lebaran memang sudah berlangsung lama di Nusantara. Penasehat urusan Islam pemerintah kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, pernah mencatat fenomena tersebut dalam tulisannya tentang masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat di berbagai daerah memiliki kebiasaan membeli pakaian baru sebelum Lebaran. Di Aceh, misalnya, warga lebih memprioritaskan membeli pakaian baru daripada membeli daging untuk hidangan hari raya.

Hal yang sama juga terjadi di Batavia. Warga kota menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian baru, petasan, dan makanan. Mereka memandang Lebaran sebagai hari istimewa yang harus dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Perdebatan tentang Perayaan Lebaran

Sejumlah pejabat kolonial pernah mengkritik kebiasaan tersebut. Mereka menilai banyak pegawai pribumi merayakan Lebaran secara besar-besaran meskipun harus meminjam uang.

Namun, Snouck Hurgronje tidak sepakat dengan pandangan itu. Ia menilai larangan terhadap tradisi Lebaran tidak akan otomatis membuat masyarakat menjadi lebih hemat.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat dalam merayakan hari raya merupakan bagian dari budaya yang telah mengakar lama.

Tragedi yang terjadi di Batavia pada 1932 menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga dapat memicu tindakan fatal. Di sisi lain, kisah ini juga menggambarkan bahwa tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak masa lampau.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT LSM nikel oleh aparat kepolisian di Konawe

    OTT LSM atau Skenario? HMI Desak Bongkar Peran Perusahaan dan Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) || Kasus OTT Konawe terkait dugaan pemerasan terhadap PT ST Nikel Resource kini menjadi sorotan publik setelah Kepolisian melalui Polresta Kendari menangkap sejumlah oknum LSM. Peristiwa ini memicu perhatian luas karena menyangkut praktik hukum dan aktivitas pertambangan. Selain itu, berbagai kalangan mulai mempertanyakan transparansi dalam proses penanganan perkara tersebut. HMI Minta Proses Hukum […]

  • kpk usulan perbaikan pemilu untuk mencegah korupsi politik di indonesia

    KPK Usulan Perbaikan Pemilu untuk Tekan Korupsi Politik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 193
    • 2Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan lima langkah strategis untuk memperbaiki penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) agar lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi. KPK menyusun usulan ini berdasarkan kajian dalam Laporan Tahunan 2025 Direktorat Monitoring. Selain itu, KPK menilai perbaikan ini mendesak karena berbagai kerawanan masih muncul dalam proses pemilu. Terutama, biaya politik […]

  • kepemimpinan Nabi Musa keadilan dalam menegakkan hukum melawan kezaliman

    Hikmah Kepemimpinan Nabi Musa Dalam Membangun Hukum Yang Adil

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 315
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) — Keadilan menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Tanpa keadilan, hukum kehilangan makna. Sebaliknya, kekuasaan berpotensi berubah menjadi alat penindasan. Oleh karena itu, hukum harus berdiri di atas nilai kebenaran dan kemanusiaan. Dalam khazanah Islam, kisah kepemimpinan Nabi Musa menghadirkan pelajaran penting tentang cara menegakkan hukum yang adil dan bermartabat. […]

  • Ribuan kapal Muara Angke bersandar di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke

    Ribuan Kapal Muara Angke Padati Dermaga, Nelayan Kesulitan Berlayar

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 1Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Ribuan kapal Muara Angke memadati Dermaga T di Pelabuhan Muara Angke. Kepadatan tersebut menghambat akses berlayar nelayan yang hendak melaut untuk mencari ikan, terutama pada jam sibuk keberangkatan. Kondisi ini membuat ruang gerak kapal menjadi terbatas. Nelayan harus bermanuver secara hati-hati karena banyak kapal bersandar terlalu rapat dan menutup jalur keluar-masuk dermaga. Seorang […]

  • wisata IKN Lebaran di Plaza Seremoni Nusantara

    Libur Lebaran ke IKN: Destinasi Wisata, Fasilitas, dan Panduan Lengkap untuk Pengunjung

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 201
    • 0Komentar

    NUSANTARA, (Kabaristana.com) | Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi pilihan menarik untuk mengisi libur Lebaran. Otorita IKN kini membuka akses kunjungan publik, sehingga masyarakat bisa datang langsung dan melihat perkembangan pembangunan kota baru Indonesia. Momentum libur panjang ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati wisata edukatif. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan sekaligus memahami […]

  • PLN tanam pohon dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026

    PLN IP tanam ribuan pohon, peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – PT PLN Indonesia Power menanam 3.281 pohon di sejumlah wilayah operasional pembangkit untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan perusahaan terus mendukung pelestarian lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan. Menurutnya, upaya […]

expand_less