Konflik Iran Israel Ganggu Jalur Wisata Global, RI Perkuat Konsumsi Domestik
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- visibility 183
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Opening Ceremony BINA Lebaran 2026 di The Food Hall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu sektor pariwisata dan transportasi global. Ketegangan Iran dan Israel diperkirakan mengganggu jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi rute transit utama wisatawan dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan eskalasi konflik mulai memengaruhi sejumlah penerbangan di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi menekan mobilitas wisatawan internasional, termasuk perjalanan wisata menuju Asia dan Indonesia.
Menurut Airlangga, sejumlah bandara transit di Timur Tengah memegang peran penting dalam arus penerbangan global. Jika aktivitas penerbangan di kawasan tersebut terganggu, banyak negara tujuan wisata akan merasakan dampaknya.
“Belum bisa dipastikan berapa lama konflik ini berlangsung dan bagaimana dampaknya terhadap transportasi internasional. Namun beberapa penerbangan mulai terganggu, padahal kawasan Timur Tengah menjadi jalur transit bagi puluhan juta penumpang setiap tahun,” kata Airlangga saat membuka acara BINA di The Food Hall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Gangguan Transportasi Global Jadi Perhatian Pemerintah
Pemerintah juga memantau potensi gangguan pada jalur pelayaran internasional. Gangguan transportasi laut dapat memengaruhi perdagangan global dan distribusi logistik.
Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas transportasi dan aktivitas perdagangan.
Airlangga menilai situasi global saat ini menuntut kewaspadaan hingga akhir tahun. Pemerintah juga menyusun berbagai strategi alternatif agar aktivitas ekonomi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik.
Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik
Di sisi lain, pemerintah memperkuat daya tahan ekonomi domestik dengan mendorong konsumsi masyarakat melalui berbagai stimulus ekonomi sejak awal 2026.
Data pemerintah menunjukkan indeks keyakinan konsumen pada Januari–Februari 2026 masih tinggi, yakni di level 127. Angka tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat tetap kuat.
Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan sosial dan stimulus konsumsi. Program ini mencakup bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng bagi jutaan keluarga penerima manfaat.
Sebanyak 35 juta keluarga menerima bantuan tersebut dengan total anggaran sekitar Rp11,92 triliun.
Diskon Transportasi dan THR Dongkrak Daya Beli
Selain bantuan sosial, pemerintah juga memberikan diskon tarif transportasi selama Ramadan dan Idul Fitri untuk meningkatkan mobilitas masyarakat.
Diskon transportasi rata-rata mencapai sekitar 30 persen untuk berbagai moda transportasi. Sementara itu, tiket pesawat kelas ekonomi mendapat potongan sekitar 17–18 persen.
Pemerintah juga mengandalkan pencairan tunjangan hari raya (THR) sebagai penggerak konsumsi masyarakat.
Nilai THR bagi aparatur sipil negara, TNI, dan Polri diperkirakan mencapai Rp55 triliun.
Sementara itu, THR pekerja swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp124 triliun berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, bonus hari raya bagi pengemudi ojek online diperkirakan mencapai Rp220 miliar.
Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen
Pemerintah berharap berbagai stimulus tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat dan menopang perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Pada kuartal pertama 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,5 persen.
Airlangga menegaskan pasar domestik yang besar menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi pasar domestik terbesar di kawasan ASEAN,” ujarnya.
Pemerintah pun terus memperkuat konsumsi masyarakat sekaligus melindungi produksi dalam negeri agar ekonomi nasional tetap tumbuh stabil meskipun situasi geopolitik global masih bergejolak.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Airlangga Ungkap Konflik Iran-AS Bakal Ganggu Logistik hingga Pariwisata RI,detikFinance

Saat ini belum ada komentar