Batu Bara Naik Kelas: PTBA Ubah Jadi Gas, Nilai Tambah Tembus 5,7 Kali Lipat
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ilustrasi_ Kinerja keuangan PT Bukit Asam Tbk menunjukkan laba bersih Rp1,4 triliun dan EBITDA Rp3,6 triliun dengan margin 11% hingga Kuartal III 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) || PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempercepat hilirisasi batu bara untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat pasokan energi nasional. Perusahaan membidik kenaikan nilai ekonomi hingga 5,7 kali lipat melalui pengembangan Synthetic Natural Gas (SNG).
Direktur Utama Arsal Ismail menilai proyek SNG memberikan nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan batu bara mentah. Ia menyampaikan hal itu dalam rapat bersama DPR RI.
PTBA mengarahkan pengembangan SNG ke wilayah Sumatra Selatan hingga Jawa Barat. Perusahaan memperkirakan kebutuhan bahan baku sekitar 9 juta ton batu bara dan menargetkan produksi sebesar 237 BBTUD.
PTBA menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk melalui skema joint venture untuk menjalankan proyek ini. PGN menyerap seluruh produksi SNG sebagai off-taker dan menjamin kepastian pasar.
Selain SNG, PTBA mengembangkan hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) untuk menggantikan LPG impor. Proyek ini berpotensi meningkatkan nilai tambah hingga 4,3 kali lipat.
PTBA mengoperasikan pabrik DME sekaligus memasok batu bara sebagai bahan baku. Pertamina membeli seluruh produksi DME sebagai off-taker.
PTBA menargetkan kapasitas produksi DME mencapai sekitar 1,4 juta ton. Saat ini, perusahaan mematangkan proyek tersebut bersama Danantara agar aspek keekonomian tetap terjaga.
Langkah ini memperkuat strategi pemerintah untuk menekan impor energi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. PTBA juga menargetkan pertumbuhan kinerja melalui proyek hilirisasi tersebut.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar