Pemprov Papua Tengah Libatkan 4 OPD Tangani Korban Tragedi Puncak
- account_circle Rahman
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Pj Sekretaris Daerah Papua Tengah Silwanus Sumule.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Kabaristana.com) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengerahkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani korban tragedi kemanusiaan di Kabupaten Puncak. Langkah ini sekaligus memastikan seluruh korban menerima layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan pendampingan secara optimal selama masa tanggap darurat.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menegaskan pemerintah langsung bergerak cepat sesuai arahan gubernur. Selain itu, ia memastikan tim bekerja terkoordinasi sejak hari pertama.
“Gubernur meminta kami memastikan semua korban mendapat penanganan terbaik,” ujarnya di Nabire, Senin.
Tim Gabungan Fokus Penanganan Darurat
Pemprov Papua Tengah membentuk tim gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Selanjutnya, tim ini menjalankan tugas selama 14 hari masa tanggap darurat.
Tim memprioritaskan penanganan medis, pendataan korban, serta penyaluran bantuan. Di sisi lain, petugas PPPA memberikan pendampingan khusus bagi perempuan dan anak agar mereka tetap terlindungi selama masa pemulihan.
Korban Dirawat di Nabire dan Jayapura
Tenaga medis merawat sejumlah korban di rumah sakit Nabire dan Jayapura. Saat ini, dokter menjadwalkan operasi untuk satu korban di Nabire.
Sementara itu, pemerintah kabupaten menangani tiga korban yang menjalani rawat jalan di Puncak. Di samping itu, Pemprov Papua Tengah mengelola penanganan korban yang dirawat di luar daerah.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan program bantuan pendidikan. Dengan demikian, anak-anak yang kehilangan orang tua tetap dapat melanjutkan sekolah melalui program beasiswa.
Pemprov Perkuat Kolaborasi
Pemprov Papua Tengah menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat penanganan korban. Misalnya, pemerintah bekerja sama dengan Majelis Rakyat Papua, DPR Papua Tengah, gereja, pemerintah kabupaten, serta pemerintah pusat.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, semua pihak perlu terlibat aktif dalam membantu korban.
Kronologi Insiden di Puncak
Insiden penembakan terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak. Aparat keamanan menjalankan operasi terhadap kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka.
Menurut Komnas HAM, peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 12 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Akibatnya, tragedi ini memicu perhatian luas dari berbagai pihak.
Komitmen Penanganan Cepat
Pemprov Papua Tengah memastikan seluruh jajaran bergerak cepat melalui mekanisme penanganan bencana yang sudah tersedia. Dengan kata lain, pemerintah mengoptimalkan sistem yang ada untuk merespons situasi darurat.
Akhirnya, langkah cepat dan terkoordinasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan korban serta menjaga kondisi sosial di wilayah terdampak tetap kondusif.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar