Bulog Optimalkan Penyaluran Bantuan Pangan, Tenggat Distribusi Diperpanjang Hingga Juni 2026
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela penyembelihan hewan kurban di kawasan kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan setelah pemerintah memperpanjang tenggat distribusi hingga Juni 2026. Langkah ini bertujuan agar seluruh penerima manfaat menerima bantuan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, tambahan waktu memberi peluang lebih besar untuk menuntaskan distribusi bantuan di berbagai daerah.
“Kami bersyukur karena masih ada bantuan yang perlu kami salurkan. Tambahan waktu ini membantu kami menyelesaikan target distribusi,” kata Rizal di Jakarta, Jumat.
Bulog Kejar Target Penyaluran 100 Persen
Bulog sebelumnya menargetkan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 selesai pada 31 Mei 2026. Namun, pemerintah memperpanjang batas waktu hingga Juni 2026.
Rizal berharap perpanjangan tersebut mendorong realisasi penyaluran mencapai 100 persen. Dengan demikian, seluruh penerima manfaat dapat memperoleh bantuan sesuai haknya.
Bulog juga memastikan ketersediaan stok beras pemerintah tetap aman. Saat ini, Bulog mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 5,3 juta ton.
Stok tersebut berfungsi menjaga stabilitas harga pangan nasional. Bulog juga memanfaatkan stok itu untuk mendukung program bantuan pangan.
Realisasi Distribusi Capai 47 Persen
Hingga 29 Mei 2026, Bulog mencatat realisasi bantuan pangan mencapai 47 persen dari target 33,2 juta penerima manfaat.
Bulog telah menyalurkan sekitar 308 ribu ton beras. Selain itu, perusahaan juga mendistribusikan 62 ribu ton minyak goreng Minyakita.
Data tersebut menunjukkan proses distribusi terus berjalan di berbagai wilayah Indonesia.
Kendala Distribusi Selama Ramadan dan Idulfitri
Rizal menjelaskan beberapa faktor menghambat penyaluran bantuan pangan. Salah satunya adalah proses administrasi yang baru selesai pada akhir Maret 2026.
Bulog juga harus menyesuaikan distribusi dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pada saat yang sama, perusahaan fokus menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.
Keterbatasan pasokan minyak goreng dari skema Domestic Market Obligation (DMO) turut memengaruhi distribusi. Saat itu, pasokan yang tersedia hanya sekitar 35 persen dari kebutuhan.
Karena kondisi tersebut, Bulog memprioritaskan penyaluran minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Bapanas Dukung Perpanjangan Program
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendukung perpanjangan program bantuan pangan hingga Juni 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan keputusan itu lahir dalam Rapat Koordinasi Teknis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut Ketut, pemerintah membutuhkan program bantuan pangan sebagai instrumen stabilisasi harga. Program tersebut juga membantu menjaga daya beli masyarakat.
Bapanas dan Bulog berkomitmen mempercepat distribusi bantuan pangan. Kedua lembaga itu ingin memastikan bantuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran dan tepat waktu.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim redaksi



Saat ini belum ada komentar