Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL
- account_circle Rahman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kanan) meninjau salah satu lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.
“Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan target beroperasi pada 2028,” kata Zulhas di Jakarta, Sabtu.
Pemerintah menjalankan percepatan tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Saat ini pemerintah menyiapkan sekitar 30 lokasi PSEL untuk mendukung pengelolaan sampah nasional.
Pemerintah memprioritaskan kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Melalui program ini, pemerintah ingin mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Program tersebut juga mendukung produksi energi listrik terbarukan dan penurunan emisi karbon.
Saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (5/6), Zulhas menegaskan bahwa sampah menjadi salah satu pemicu tiga krisis lingkungan global. Ketiga krisis tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.
Menurut Zulhas, persoalan sampah kini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota. Masalah tersebut juga memengaruhi pembangunan nasional, kualitas lingkungan, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.
Data pemerintah menunjukkan Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian besar sampah berasal dari kawasan perkotaan. Namun, pengelolaan sampah di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai kendala.
Selain membangun PSEL, pemerintah mendorong penggunaan teknologi lain. Teknologi tersebut meliputi Refuse Derived Fuel (RDF), komposting, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan pirolisis. Setiap daerah dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.
Zulhas menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kebijakan pengelolaan sampah nasional. Ia juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk berkolaborasi menjaga lingkungan. Langkah tersebut penting untuk mendukung masa depan pangan Indonesia yang berkelanjutan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar