Limbah PT Mutu Cemari Anak Sungai Muara Malungai dan Janji Bantuan Sumur Bor yang Diabaikan
- account_circle Ramni Riyadi
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- visibility 162
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Barito Selatan, Kabaristana.com — Warga Dusun Muara Malungai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan aktivitas PT Mutu di wilayah lingkar tambang ring satu.
Warga menyoroti dua persoalan. Pertama, dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai. Kedua, belum adanya realisasi sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Keluhan itu disampaikan Awianor, warga asli Muara Malungai. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui jurnalis Kabaristana.com Ramni Riyadi di lokasi pada Minggu (30/8).
Warga Keluhkan Dugaan Limbah ke Sungai
Awianor mengatakan aktivitas perusahaan berdampak terhadap sejumlah aliran sungai di sekitar wilayah permukiman.
Menurut dia, PT Mutu diduga membuang limbah operasional ke Sungai Arang dan Sungai Dewi.
“Perusahaan PT Mutu ini membuang limbah langsung ke Sungai Arang dan sejumlah anak sungai lainnya, termasuk Sungai Dewi,” ujar Awianor.
Ia menjelaskan aliran sungai tersebut terhubung dengan kawasan Muara Malungai. Karena itu, warga khawatir limbah ikut mengalir menuju wilayah permukiman.
Awianor menyebut sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Warga pun meminta pemerintah segera memeriksa kondisi air dan lingkungan di kawasan tersebut.
“Kami sangat keberatan dan sangat menyayangkan tindakan pembuangan limbah langsung ke sungai ini. Sungai adalah sumber kehidupan kami,” katanya.
Warga Pertanyakan Sumur Bor
Selain masalah lingkungan, warga juga mempertanyakan fasilitas air bersih yang sebelumnya mereka ajukan kepada PT Mutu.
Awianor mengatakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa Muara Malungai, John Kennedy, telah menyampaikan permintaan tersebut kepada pihak terkait.
Menurut Awianor, keduanya bahkan telah menemui kontraktor pemboran di Sewalang.
“Beliau-beliau bahkan sudah menemui langsung kontraktor pemboran waktu di Sewalang. Saat itu pihak kontraktor sebenarnya sudah bersedia,” ungkapnya.
Ia mengatakan kontraktor berjanji mengerjakan sumur bor setelah menyelesaikan pekerjaan di Sewalang.
Rencana tersebut mencakup wilayah Muara Malungai atau Desa Bintang Ara. Namun, hingga kini warga belum melihat realisasi pekerjaan tersebut.
“Mereka berjanji setelah selesai akan langsung mengerjakan di Muara Malungai ataupun Desa Bintang Ara. Tetapi sampai saat ini tidak ada realisasinya sama sekali,” ujar Awianor.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Warga berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan tersebut. Mereka meminta instansi terkait turun langsung ke lapangan.
Warga juga meminta pemerintah memeriksa kualitas air di sekitar aliran sungai. Pemeriksaan itu penting untuk mengetahui kondisi lingkungan secara objektif.
Selain itu, masyarakat meminta PT Mutu memberikan penjelasan mengenai pengelolaan limbah dan rencana pembangunan sumur bor.
Warga berharap perusahaan memenuhi komitmen sosial kepada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional tambang.
Hingga berita ini ditulis, Kabaristana.com masih menunggu keterangan resmi dari manajemen PT Mutu terkait keluhan warga tersebut.
Kabaristana.com juga membuka ruang bagi pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi dan menjelaskan langkah yang telah dilakukan terkait persoalan lingkungan serta fasilitas air bersih.
- Penulis: Ramni Riyadi
- Editor: Rama
- Sumber: Tim Redaksi kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar