SBKB: RSUD Konawe Diduga Terapkan Praktik “Budak Modern”, Buruh Siap Mogok
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- visibility 261
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Tampak depan RSUD Konawe, lokasi dugaan persoalan upah cleaning service yang disorot serikat buruh.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KONAWE, (Kabaristana.com) – Serikat Buruh Keadilan Bersatu (SBKB) menyoroti dugaan praktik ketenagakerjaan tidak layak yang menimpa puluhan tenaga kebersihan di RSUD Konawe. Sebanyak 44 pekerja cleaning service yang bekerja melalui vendor CV Kampa Jaya menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Konawe.
Ketua Umum SBKB, Ikbal Mbalakia, menilai kondisi ini sebagai bentuk eksploitasi tenaga kerja. Ia menegaskan para pekerja menjalankan tugas berat di lingkungan rumah sakit, namun pihak terkait tidak memenuhi hak mereka secara layak.
“Setiap hari mereka membersihkan darah, muntahan, hingga limbah infeksius. Namun, pihak perusahaan justru mengabaikan upah dan perlindungan kerja. Karena itu, kami menilai ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi eksploitasi,” tegasnya.
Upaya Mediasi Tak Berhasil
SBKB telah berulang kali melakukan pendekatan persuasif melalui koordinasi dan kunjungan langsung ke RSUD Konawe. Namun, hingga kini, pihak rumah sakit dan vendor belum menunjukkan respons serius.
Akibatnya, para pekerja merasa kecewa. Selain itu, mereka juga menilai pihak perusahaan belum memenuhi hak dasar buruh sesuai aturan ketenagakerjaan.
RSUD Siapkan Langkah Internal
Sementara itu, Kepala Bidang Humas RSUD Konawe, dr. Abdi, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajaran direksi. Ia menyebut langkah ini penting untuk menindaklanjuti persoalan upah tenaga kebersihan.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum menjelaskan langkah konkret yang akan mereka ambil dalam waktu dekat.
Ancaman Mogok Kerja Menguat
Karena jalur dialog tidak membuahkan hasil, SBKB melayangkan surat pemberitahuan aksi mogok kerja. Rencananya, aksi ini akan melibatkan seluruh tenaga kebersihan di RSUD Konawe.
Ikbal menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan buruh. Ia juga menekankan bahwa pekerja berhak mendapatkan perlindungan hukum.
“Karyawan bukan budak. Mereka berhak memperoleh upah dan perlindungan sesuai hukum. Oleh sebab itu, kami tidak akan diam melihat praktik ini terus terjadi,” ujarnya.
Jika aksi mogok berlangsung, maka operasional rumah sakit berpotensi terganggu. Hal ini terjadi karena tenaga kebersihan memegang peran penting dalam menjaga standar higienitas fasilitas kesehatan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



Saat ini belum ada komentar