GMII Tegaskan Perlawanan: Kasus Rp 890 Miliar Jangan Dibiarkan
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 337
- comment 0 komentar
- print Cetak

ket: Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, kabaristana.com | Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menyuarakan kritik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. GMII menilai KPK belum menunjukkan langkah nyata dalam menangani dugaan korupsi kontrak jasa sewa alat berat di lingkungan PT Antam Tbk.
Hingga kini, KPK belum menyampaikan perkembangan resmi kepada publik. Kondisi ini memicu pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.
GMII Nilai KPK Kurang Transparan
Ketua Umum GMII, Edrian Saputra, menilai sikap diam KPK berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Ia menegaskan GMII tidak menuduh siapa pun secara langsung.
Namun, ia menyebut lambannya penanganan kasus bernilai besar dapat menimbulkan kecurigaan publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci menjaga integritas penegakan hukum.
Sorotan Kontrak Sewa Alat Berat Rp 890 Miliar
GMII menyoroti kontrak jasa sewa alat berat bernilai Rp 890 miliar. Kontrak tersebut tercatat antara PT Antam Tbk dan PT Satria Jaya Sultra pada tahun 2021.
GMII menilai kontrak dengan nilai besar wajib melalui tender terbuka. Mekanisme ini penting untuk menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hingga saat ini, GMII belum melihat penjelasan terbuka terkait proses pengadaan tersebut.
Aksi Berulang sebagai Bentuk Tekanan Moral
GMII mengaku telah menggelar aksi unjuk rasa hingga tujuh kali. Aksi berlangsung di KPK dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Edrian menyebut belum adanya perkembangan membuat GMII menilai penegak hukum kurang responsif. Ia menegaskan kondisi ini berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi.
GMII memastikan aksi tidak akan berhenti. Organisasi ini berencana menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan moral.
GMII menyatakan langkah tersebut bertujuan menjaga integritas hukum dan melindungi keuangan negara. Edrian menegaskan GMII akan terus bersuara selama belum ada kejelasan hukum yang disampaikan secara terbuka.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar