Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News 21 » GMII Tegaskan Perlawanan: Kasus Rp 890 Miliar Jangan Dibiarkan

GMII Tegaskan Perlawanan: Kasus Rp 890 Miliar Jangan Dibiarkan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kabaristana.com | Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menyuarakan kritik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. GMII menilai KPK belum menunjukkan langkah nyata dalam menangani dugaan korupsi kontrak jasa sewa alat berat di lingkungan PT Antam Tbk.

Hingga kini, KPK belum menyampaikan perkembangan resmi kepada publik. Kondisi ini memicu pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.

GMII Nilai KPK Kurang Transparan

Ketua Umum GMII, Edrian Saputra, menilai sikap diam KPK berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Ia menegaskan GMII tidak menuduh siapa pun secara langsung.

Namun, ia menyebut lambannya penanganan kasus bernilai besar dapat menimbulkan kecurigaan publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci menjaga integritas penegakan hukum.

Sorotan Kontrak Sewa Alat Berat Rp 890 Miliar

GMII menyoroti kontrak jasa sewa alat berat bernilai Rp 890 miliar. Kontrak tersebut tercatat antara PT Antam Tbk dan PT Satria Jaya Sultra pada tahun 2021.

GMII menilai kontrak dengan nilai besar wajib melalui tender terbuka. Mekanisme ini penting untuk menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hingga saat ini, GMII belum melihat penjelasan terbuka terkait proses pengadaan tersebut.

Aksi Berulang sebagai Bentuk Tekanan Moral

GMII mengaku telah menggelar aksi unjuk rasa hingga tujuh kali. Aksi berlangsung di KPK dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Edrian menyebut belum adanya perkembangan membuat GMII menilai penegak hukum kurang responsif. Ia menegaskan kondisi ini berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi.

GMII memastikan aksi tidak akan berhenti. Organisasi ini berencana menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan moral.

GMII menyatakan langkah tersebut bertujuan menjaga integritas hukum dan melindungi keuangan negara. Edrian menegaskan GMII akan terus bersuara selama belum ada kejelasan hukum yang disampaikan secara terbuka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan PSEL Indonesia untuk mengolah sampah menjadi energi listrik

    Menko Zulhas: Pemerintah percepat pembangunan fasilitas PSEL

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 113
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan tiga proyek PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. “Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memulai pembangunan. Setelah itu, 12 lokasi lainnya masuk tahap pemilihan mitra dengan […]

  • Ilustrasi Abad Keemasan Islam sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia

    Menghidupkan Kembali Spirit “Baitul Hikmah”: Menggali Akar Modernisasi dalam Abad Keemasan Islam

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) | Di era digital di mana algoritma menentukan hampir setiap aspek kehidupan, sering kali kita lupa bahwa kata algoritma berakar dari nama seorang ilmuwan Muslim abad ke-9, Al-Khwarizmi. Abad Keemasan Islam bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan bukti nyata bagaimana sebuah peradaban mampu memimpin dunia melalui ilmu pengetahuan, keterbukaan budaya, dan stabilitas politik. Fondasi […]

  • penukaran rupiah lama dicabut di kantor Bank Indonesia

    Sejumlah Rupiah Lama Dicabut, Hak Penukaran Warga Masih Berlaku

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Sejumlah uang Rupiah lama kini tidak dapat lagi digunakan sebagai alat pembayaran sah. Warga tidak bisa memakainya untuk transaksi sehari-hari. Kondisi ini berisiko merugikan masyarakat jika mereka tidak segera menukarkannya. Banyak warga masih menyimpan uang lama sebagai tabungan, koleksi, atau warisan keluarga. Sebagian warga belum mengetahui bahwa uang tersebut sudah tidak berlaku. […]

  • sinkhole Situjuah Batua di area persawahan Limapuluh Kota

    Pemerintah Tegaskan Air Sinkhole di Limapuluh Kota Tidak Layak Konsumsi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 386
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memantau langsung kawasan pertanian yang terdampak kemunculan sinkhole di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua. Pemerintah melakukan langkah ini untuk memastikan keselamatan warga dan pengunjung yang datang ke lokasi. Tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait turun ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi […]

  • Sulawesi Tenggara 62 tahun pemandangan alam dan pesisir

    OPINI: Merawat Ingatan di Usia ke-62 Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh: Rahman Sebab pada akhirnya, setiap perjalanan akan menemukan makna pulangnya sendiri. Kabaristana.com – Seorang pemikir pernah mengatakan bahwa daerah besar bukan hanya tahu ke mana ia melangkah, tetapi juga ingat dari mana ia berasal. Refleksi ini terasa relevan saat kita melihat perjalanan Sulawesi Tenggara yang kini genap berusia 62 tahun. Momentum Refleksi, Bukan Sekadar […]

  • dugaan pelanggaran morosi vdni di kawasan industri

    Sempat di Teror Dan Tolak Upaya Suap, PPI Ungkap Oknum Polisi Yang Terlibat Limbah di Kawasan Berikat Morosi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) – Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) menyoroti dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi. Setelah menyampaikan kritik itu, Ketua Umum PPI Sulkarnain mengaku menerima teror dari orang tidak dikenal (OTK). Sulkarnain mengatakan beberapa orang menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp. “Mereka beberapa kali menelepon saya lewat WhatsApp. Ada juga yang mengirim pesan pribadi dengan nada mengintimidasi,” […]

expand_less