Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buah Sawit Warga Ditolak PT Perkasa Sawit Permai, Warga Hajak dan Sikuli Keluhkan Kriteria

Buah Sawit Warga Ditolak PT Perkasa Sawit Permai, Warga Hajak dan Sikuli Keluhkan Kriteria

  • account_circle Usupriyadi
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Barito Utara, (kabaristana.com) — Puluhan warga Desa Hajak dan Desa Sikuli, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mendatangi kantor PT Perkasa Sawit Permai, Rabu (16/9/2026). Warga meminta penjelasan terkait penolakan perusahaan terhadap pembelian buah sawit hasil panen mereka.

Warga datang untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta konfirmasi langsung kepada pihak manajemen perusahaan mengenai dasar penolakan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Manajer PT Perkasa Sawit Permai menjelaskan bahwa buah sawit dari warga Desa Hajak dan Desa Sikuli tidak memenuhi kriteria pembelian yang ditetapkan perusahaan.

“Buah sawit dari warga Desa Hajak dan Desa Sikuli tidak masuk dalam kriteria yang ditetapkan oleh PT Perkasa Sawit Permai. Untuk itu, kami tidak dapat menerima pembelian buah dari warga,” ujar pihak manajemen PT. Psp, dalam pertemuan tersebut. Rabu (16/9).

Pernyataan itu kemudian memicu kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan alasan perusahaan menerapkan kriteria tersebut tanpa sosialisasi yang mereka ketahui sebelumnya.

Salah seorang perwakilan warga mengatakan, selama ini hasil panen masyarakat dapat disetorkan dan diterima oleh perusahaan. Karena itu, warga mempertanyakan perubahan kebijakan yang mereka anggap terjadi secara tiba-tiba.

“Kenapa baru sekarang dikatakan buah sawit warga tidak masuk kriteria? Sebelumnya tidak ada permasalahan. Selama ini kami setor dan tetap diterima. Tiba-tiba sekarang ditolak,” ujar perwakilan warga.

Warga juga mempertanyakan perlakuan terhadap buah sawit dari pihak lain. Menurut keterangan warga dalam pertemuan tersebut, buah sawit dari perusahaan lain masih diterima dan dibeli oleh PT Perkasa Sawit Permai, sementara hasil panen warga dari dua desa tersebut ditolak.

“Kami protes. Kalau memang ada kriteria, kenapa dari awal tidak disosialisasikan? Ini merugikan kami. Hasil kebun kami mau dijual ke mana kalau bukan ke PT ini,” tegas warga.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, perusahaan diminta membuka kriteria pembelian buah sawit secara jelas dan tertulis. Kedua, warga meminta adanya sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang menjadi pemasok sawit. Ketiga, warga meminta perusahaan mencari solusi agar hasil panen masyarakat tetap memiliki akses pasar dan tidak merugikan petani.

Tokoh masyarakat/TK Bin Kubeng Desa Hajak, Hendri Won, turut menjadi narasumber dalam penyampaian aspirasi warga.

Warga khawatir penolakan pembelian buah sawit akan memengaruhi pendapatan petani di Desa Hajak dan Desa Sikuli. Kekhawatiran itu muncul karena PT Perkasa Sawit Permai menjadi salah satu perusahaan terdekat yang selama ini menjadi tujuan penjualan hasil panen masyarakat.

Warga berharap manajemen perusahaan dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan mencari solusi melalui dialog agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu langkah lanjutan dan solusi dari manajemen PT Perkasa Sawit Permai. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.

PEWARTA: Dede Pramanaku

(RM)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perang Timur Tengah mengguncang Uni Emirat Arab dan Dubai 2026

    Pedih! Surga di Jantung Arab Terseret Neraka Perang Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini mengguncang ekonomi Uni Emirat Arab (UEA). Negara yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata paling stabil di kawasan Teluk mulai merasakan dampak langsung perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. The Associated Press melaporkan, Rabu (20/5/2026), UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menerima […]

  • Prank Kejaksaan kepada Presiden? Setahun, 1.063 Tambang Ilegal, Negara Baru Selamatkan Rp10,27 Triliun

    Prank Kejaksaan kepada Presiden? Setahun, 1.063 Tambang Ilegal, Negara Baru Selamatkan Rp10,27 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com — Hampir satu tahun setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkap 1.063 aktivitas pertambangan ilegal, publik kembali menuntut pemerintah menjelaskan hasil penindakan. Pada 15 Agustus 2025, Prabowo menyampaikan laporan mengenai 1.063 tambang ilegal. Presiden menyebut aktivitas tersebut memiliki potensi kekayaan negara sedikitnya Rp300 triliun. Kini, publik menunggu hasil konkret. Masyarakat ingin mengetahui jumlah perkara pidana, […]

  • Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar

    Achmad Muchtasyar Resmi Menjabat Direktur Utama Pelindo

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 256
    • 1Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com | Teknologi pengolahan sampah menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi persoalan sampah di berbagai daerah Indonesia. Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi terus meningkatkan volume sampah setiap tahun. Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini dapat memicu pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta penurunan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis inovasi […]

  • KPK mengungkap kasus pemerasan Bupati Cilacap

    KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Cilacap, Uang Rp610 Juta Diduga Disiapkan untuk THR Forkopimda

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penyidik KPK menemukan uang sekitar Rp610 juta yang rencananya akan digunakan untuk tunjangan hari raya (THR) bagi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Syamsul menyiapkan pembagian THR dengan nominal berbeda. “Ada […]

  • tekanan Trump Xi Iran terkait Selat Hormuz dan jalur minyak dunia

    Trump Siap Tekan Xi Jinping soal Iran, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 146
    • 1Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Tekanan Trump Xi Iran kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkap rencana Presiden Donald Trump. Ia ingin mendorong Presiden China, Xi Jinping, agar memengaruhi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Diplomasi AS dan China di Beijing Trump akan membawa isu ini dalam pertemuan dengan Xi di Beijing pada […]

  • anggaran makan bergizi hasil efisiensi anggaran pemerintah

    Prabowo: Anggaran MBG dari Efisiensi, Jika Tak Dihemat Berpotensi Bocor oleh Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa anggaran makan bergizi gratis berasal dari hasil efisiensi belanja negara. Ia menyampaikan hal tersebut saat meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta meresmikan gudang ketahanan pangan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Prabowo merespons kritik yang menilai program Makan Bergizi Gratis […]

expand_less