Kejar-kejaran di Laut, AS Sita Kapal Berbendera Rusia Pembawa Minyak Venezuela
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 424
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam: Ilustrasi/Foto: Ole Berg-Rusten.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (kabaristana.com) | Penyitaan kapal tanker Rusia kembali memicu perhatian global. Otoritas Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara karena dugaan pelanggaran sanksi ekonomi atas ekspor minyak Venezuela.
Amerika Serikat menilai kapal tersebut secara aktif mengangkut minyak asal Venezuela dan melanggar kebijakan sanksi yang masih berlaku. Washington menegaskan langkah ini sebagai bagian dari pengawasan ketat perdagangan energi internasional.
AS Hentikan Kapal Tanker Rusia di Atlantik Utara
Mengutip laporan CNBC, Sabtu (10/1/2026), Komando Eropa Amerika Serikat menghentikan kapal itu setelah sistem pemantauan mendeteksi aktivitas pelayaran mencurigakan. Aparat AS langsung melakukan pemeriksaan saat kapal melintas di Atlantik Utara.
Otoritas AS menyebut operator kapal secara sengaja menggunakan bendera Rusia untuk menghindari pengawasan perdagangan minyak. Sebelumnya, kapal tersebut tercatat memakai bendera Guyana yang tidak sah. Operator kapal kemudian mengganti registrasi pada akhir Desember 2025.
Data AIS Ungkap Manuver Tidak Biasa
Perusahaan pemantau pelayaran Kpler menganalisis data Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) dan menemukan pola manuver yang tidak wajar. Kapal itu berbelok tajam di perairan Atlantik dekat Skotlandia. Manuver tersebut mengindikasikan upaya menghindari pelacakan otoritas.
Setelah memastikan pelanggaran, aparat AS menghentikan pelayaran kapal dan langsung menyitanya. Hingga kini, pemilik kapal belum menyampaikan klarifikasi resmi.
Penegakan Sanksi Terus Berlanjut
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan terus menindak kapal yang melanggar sanksi minyak Venezuela. Washington menilai penegakan hukum ini penting untuk menjaga stabilitas pasar energi global.
Sampai berita ini diturunkan, pemerintah Rusia dan Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait penyitaan tersebut.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar