Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Aktivitas Pertambangan PT MUTU Disorot, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

Aktivitas Pertambangan PT MUTU Disorot, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

  • account_circle Usupriyadi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BARITO SELATAN, (kabaristana.com) — Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, menjadi perhatian masyarakat adat.

Perhatian itu muncul setelah masyarakat menemukan dugaan perubahan dan penimbunan alur anak sungai. Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan batu bara PT MUTU.

Kepala Adat Muara Malungai, Pak Sabtu yang juga dikenal sebagai Bapak Pino, menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Adat Cek Kondisi Sungai

Pak Sabtu mengatakan dirinya telah meninjau kawasan hulu dan sejumlah alur sungai di wilayah adat Muara Malungai.

Dalam peninjauan itu, ia melihat perubahan pada kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi. Kedua sungai tersebut merupakan anak Sungai Moromlongai.

Menurut Pak Sabtu, perubahan itu terlihat pada bentuk alur sungai dan kondisi material di sekitar kawasan.

Dugaan Timbunan Material Overburden

Pak Sabtu menduga aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan PT MUTU berkaitan dengan masuknya material tanah penutup atau overburden (OB) ke sejumlah alur sungai.

Ia menyebut timbunan material tersebut cukup besar. Kondisi itu, menurutnya, dapat mengubah bentuk alur sungai dan mengganggu fungsi aliran air alami.

“Alur sungai sudah tertimbun dan kondisi sungainya tidak lagi seperti sebelumnya,” ujar Pak Sabtu.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah. Sungai memiliki fungsi penting bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.

Alur Sungai Diduga Berubah

Pak Sabtu mengatakan timbunan material dalam jumlah besar diduga mengubah sebagian alur Sungai Arang dan Sungai Dewi.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut perubahan bentang alam. Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi tata air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Masyarakat adat Muara Malungai memandang sungai dan kawasan alam di sekitarnya sebagai bagian dari ruang hidup. Kawasan tersebut juga memiliki nilai ekologis dan sosial bagi masyarakat.

Kepala Adat Ungkap Hasil Peninjauan

Pak Sabtu menegaskan bahwa keterangannya berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan.

Ia mengatakan dirinya melihat kondisi alur sungai serta aktivitas di kawasan tersebut saat melakukan pengecekan.

Namun, Pak Sabtu mengaku belum melihat komunikasi atau sosialisasi yang memadai dengan pemangku adat dan masyarakat setempat terkait perubahan alur sungai tersebut.

Lembaga Adat Siapkan Langkah

Lembaga Adat Muara Malungai menyatakan akan mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Pak Sabtu juga mendorong pemerintah desa dan lembaga adat untuk bekerja sama menangani persoalan lingkungan tersebut.

Ia meminta semua pihak membahas persoalan secara serius, terbuka, dan objektif.

Lembaga adat saat ini juga mengkaji perangkat hukum adat yang berlaku di wilayah Muara Malungai.

Kajian itu menjadi bagian dari persiapan langkah adat. Lembaga adat akan menentukan langkah lebih lanjut apabila pemeriksaan menemukan tindakan yang merusak lingkungan atau mengganggu tatanan alam di wilayah adat.

Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

Pak Sabtu berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Ia meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan secara administratif. Pemeriksaan lapangan, menurutnya, dapat membantu memastikan kondisi sungai secara objektif.

Pemeriksaan juga dapat memberi kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyampaikan keterangan dan penjelasan.

“Pemerintah perlu turun langsung supaya kondisi di lapangan bisa dilihat dan dinilai secara objektif,” katanya.

Masyarakat adat Muara Malungai kini menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera memeriksa kondisi sungai secara transparan.

Masyarakat juga berharap penyelesaian persoalan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak masyarakat adat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung periksa lima saksi dugaan korupsi program MBG di BGN periode 2025–2026 untuk memperkuat bukti dan melengkapi berkas perkara.

    Kejagung Periksa 5 Saksi Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lima saksi terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Penyidik memeriksa lima saksi pada Selasa (1/9/2026). Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025–2026. Kelima saksi berasal dari BGN dan pihak yayasan. Mereka terdiri atas empat […]

  • Penyebaran Islam di Nusantara Lewat Pesisir Sumatra

    Penyebaran Islam di Nusantara Lewat Pesisir Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Porondosi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Masuknya Islam di Nusantara Lewat Jalur Perdagangan Jakarta, kabaristana.com- Masuknya Islam di Nusantara berlangsung secara bertahap melalui jalur perdagangan laut. Para pedagang muslim dari Arab, India, dan Persia berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal di wilayah pesisir. Melalui interaksi sosial dan ekonomi tersebut, Islam mulai dikenal dan diterima oleh penduduk Nusantara. Wilayah pesisir barat Pulau Sumatra […]

  • Ilustrasi kerja sama RI China Papua di sektor pertanian dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    Kerja Sama RI–China di Papua Diperkuat untuk Pertanian dan Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 387
    • 5Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Kerja sama RI China Papua terus diperkuat pemerintah melalui kolaborasi di sektor pertanian dan pendidikan vokasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kementerian Transmigrasi mendorong pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Merauke, Papua Selatan. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pemerintah merancang pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri agar lulusan siap kerja […]

  • KPK suap Bupati Kuansing di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta

    KPK: Land Cruiser seharga Rp2,05 M untuk Suhardiman dibeli bekas

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah satu fokus penyidikan mengarah pada mobil Toyota Land Cruiser 300 GR-S senilai Rp2,05 miliar yang diduga menjadi bagian dari praktik suap. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan mobil tersebut berstatus […]

  • KPK periksa Lippo Cikarang di Gedung Merah Putih Jakarta

    KPK Dalami Kasus Suap Bekasi, Pegawai Legal Lippo Cikarang Kembali Diperiksa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Kasus KPK periksa Lippo Cikarang kembali menarik perhatian publik. Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi yang melibatkan pejabat daerah dan pihak swasta. KPK Periksa Lippo Cikarang dalam Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa pegawai dari Lippo Cikarang. Dalam hal ini, penyidik menelusuri keterkaitan saksi […]

  • Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta, Dipamerkan di JICC

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 381
    • 0Komentar

      Jakarta, kabaristana.com -Trofi Piala Dunia 2026 di Jakarta menarik perhatian besar pecinta sepak bola nasional sejak hari pertama pameran. Panitia menampilkan trofi paling prestisius di dunia sepak bola tersebut di Jakarta International Convention Centre (JICC). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menyaksikan langsung ikon kejayaan sepak bola dunia. (22/01/2026). Kehadiran trofi […]

expand_less