Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » PERAK Ungkap Dugaan Pemerasan di Lingkungan Polda Sultra, Polisi Gadungan Diduga Bebas Berkeliaran

PERAK Ungkap Dugaan Pemerasan di Lingkungan Polda Sultra, Polisi Gadungan Diduga Bebas Berkeliaran

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 440
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Kabaristana.com — Dugaan penipuan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan kepolisian kembali mengusik rasa aman warga pencari keadilan. Seorang pelapor kasus penipuan mengaku mengalami kerugian lanjutan saat berada di area Resmob Unit Jatanras Polda Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius tentang perlindungan negara terhadap warganya.

Situasi tersebut penting disorot karena kantor polisi seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat. Namun, ketika risiko justru muncul di dalam institusi penegak hukum, kepercayaan publik berpotensi terkikis.

Awal Laporan Dugaan Penipuan

Kasus ini bermula pada 13 November 2025. Saat itu, Gita Silvia Maia, warga Kota Kendari, melaporkan dugaan penipuan bermodus kerja sama pasir silika ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra. Dalam laporannya, korban menyebut telah menyerahkan dana Rp130 juta kepada terlapor, Fahril Palmahar Salam.

Namun, belakangan korban mengetahui pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada. Akibatnya, ia menanggung kerugian besar dan berharap proses hukum berjalan transparan.

Interaksi Mencurigakan di Jatanras

Pada hari yang sama, korban mendatangi lingkungan Resmob Jatanras untuk menindaklanjuti laporannya. Di lokasi itu, ia bertemu seorang pria bernama Muh Milga Ramdani. Pria tersebut mengaku sebagai anggota kepolisian dan menawarkan bantuan.

Selanjutnya, pria itu meminta uang tunai Rp500 ribu. Ia menyebut dana tersebut sebagai biaya makan penyidik. Setelah itu, permintaan uang terus berlanjut, baik secara tunai maupun melalui transfer.

Selain itu, pelaku mengaitkan permintaan tersebut dengan kebutuhan internal. Ia bahkan menyebut nama pimpinan Jatanras. Karena percaya dengan pengakuan tersebut, korban menuruti permintaan yang datang berulang kali.

Modus Berlanjut dan Kerugian Bertambah

Tidak berhenti di situ, pelaku juga meminta korban membayar biaya sewa mobil. Ia mengklaim kendaraan tersebut akan digunakan untuk menangkap terlapor. Karena itu, korban kembali mengeluarkan uang.

Akibat rangkaian permintaan tersebut, kerugian korban bertambah hingga puluhan juta rupiah. Dengan demikian, total kerugian jauh melebihi nilai awal laporan.

Sikap PERAK: Masalah Tata Kelola

Menanggapi kasus ini, Lembaga Pergerakan Rakyat Indonesia Sulawesi Tenggara (PERAK) menilai peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan internal. Menurut organisasi ini, pihak sipil tidak seharusnya bebas beraktivitas dan mengatasnamakan kewenangan kepolisian di area kerja aparat.

Ketua Umum PERAK Sulawesi Tenggara, Ariansyah, menegaskan bahwa persoalan ini menyentuh wibawa negara. Ia menilai kasus ini sebagai alarm keras bagi institusi penegak hukum.

“Ketika warga mencari keadilan lalu justru dirugikan, negara gagal melindungi,” ujarnya.

Tekanan Publik dan Tuntutan Transparansi

Karena itu, PERAK mendesak Polda Sultra bertindak cepat dan terbuka. Organisasi tersebut meminta kepolisian mengusut dugaan tersebut secara menyeluruh. Mereka juga mendorong aparat menelusuri kemungkinan pembiaran atau keterlibatan oknum.

Sementara itu, kritik juga datang dari masyarakat sipil. Banyak pihak menilai kasus seperti ini dapat membuat warga enggan melapor. Jika dibiarkan, rasa takut berhadapan dengan aparat akan semakin kuat.

Risiko bagi Kepercayaan Masyarakat

Pada akhirnya, dampak kasus ini tidak berhenti pada korban. Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Sulawesi Tenggara ikut terancam. Jika aparat tidak menunjukkan ketegasan, legitimasi institusi bisa terus menurun.

Sebagai langkah lanjutan, PERAK menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sulawesi Tenggara. Organisasi tersebut menegaskan aksi itu bertujuan mendorong akuntabilitas, sekaligus memastikan kantor polisi tetap menjadi ruang aman bagi masyarakat pencari keadilan.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengunjung membeli emas batangan saat kenaikan emas Antam hari ini di Jakarta

    Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,837 Juta per Gram pada Sabtu

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) || Harga emas batangan PT Antam Tbk naik Rp27.000 pada Sabtu pagi. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan harga emas kini mencapai Rp2.837.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.810.000. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback. PT Antam menetapkan harga beli kembali di level Rp2.461.000 per gram. Pergerakan ini mengikuti dinamika pasar yang terus berubah. […]

  • Kasus Chromebook Nadiem saat sidang korupsi berlangsung

    JPU Ungkap Dugaan Keterlibatan Orang Dekat Nadiem dalam Pengadaan Chromebook

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Kasus Chromebook Nadiem kembali menjadi perhatian publik setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap dugaan keterlibatan orang dekat mantan Mendikbudristek dalam proyek digitalisasi pendidikan. Jaksa Roy Riady mengatakan Nadiem tidak mengajak pejabat internal kementerian menyusun program digitalisasi pendidikan. Padahal, kementerian memiliki direktur jenderal dan direktur teknis yang menangani pendidikan dasar dan menengah. Roy […]

  • Program Makan Bergizi Gratis Terapkan Zero Defect 2026

    Prabowo Nyatakan Target Zero Defect MBG Berlaku Mulai 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 422
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menerapkan standar zero defect pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026. Pemerintah juga memastikan pemerataan penerima manfaat program tersebut. Presiden menyampaikan hal itu saat taklimat di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan perkembangan program […]

  • Pengendalian dengue Indonesia melalui RAN 2026–2029

    Indonesia Finalisasi RAN Dengue 2026–2029, Targetkan Nol Kematian pada 2030

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 356
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Pemerintah mematangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 untuk mengejar target global nol kematian akibat dengue pada 2030. Kementerian Kesehatan menyusun rencana ini untuk menjawab tekanan urbanisasi, perubahan iklim, dan mobilitas penduduk yang terus meningkat. Tantangan Urbanisasi dan Iklim Dorong Strategi Terpadu Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menegaskan pemerintah […]

  • haji Aceh Madinah jamaah kloter pertama dalam pesawat menuju tanah suci

    393 Jamaah Haji Aceh Kloter Perdana Tiba di Madinah, Seluruhnya Sehat dan Siap Jalani Ibadah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 191
    • 1Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com) — Haji Aceh Madinah menjadi awal perjalanan ibadah tahun ini ketika 393 jamaah kloter pertama tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu pukul 05.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Petugas memastikan kondisi seluruh jamaah tetap sehat saat tiba. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyatakan proses kedatangan berjalan lancar. Tim lapangan langsung mengarahkan jamaah […]

  • Perawat haji Indonesia melayani jamaah di Tanah Suci

    Pengabdian Perawat Indonesia Layani Jamaah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAKKAH, (Kabaristana.com) – Terik matahari dan kepadatan jamaah tidak menyurutkan semangat Fransiska Mainake (38) saat bertugas di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah. Perawat asal Indonesia itu aktif menjaga kesehatan jamaah haji selama berada di Tanah Suci. Fransiska sehari-hari bekerja di RSPAD Gatot Soebroto. Saat musim haji tiba, ia bergabung sebagai petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama […]

expand_less