Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Sultra Desak ESDM Tolak RKAB dan Cabut IUP Tambang di Pulau Kabaena

Mahasiswa Sultra Desak ESDM Tolak RKAB dan Cabut IUP Tambang di Pulau Kabaena

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 450
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com | Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Tambang Bumi Sulawesi dan PT Tekonindo di Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat. Mereka menilai aktivitas pertambangan telah merusak lingkungan pesisir dan daratan. Akibatnya, nelayan dan petani setempat menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Mahasiswa Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan

Koordinator Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta, Eghy Seftian, menyatakan bahwa praktik pertambangan saat ini mengancam keberlanjutan Pulau Kabaena.

Selain itu, ia menilai perusahaan mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, aktivitas tambang tersebut berpotensi melanggar hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Dugaan Pelanggaran Tambang di Blok Watalara

Berdasarkan laporan warga, PT Tambang Bumi Sulawesi menjalankan kegiatan tambang di Blok Watalara, Desa Pu’ununu, tanpa memenuhi kaidah pertambangan yang baik.

Perusahaan diduga tidak membangun sediment pond. Akibat kelalaian itu, lumpur dan material tambang berpotensi mengalir langsung ke sungai dan laut, terutama saat hujan deras turun.

Karena itu, masyarakat pesisir menyampaikan kekhawatiran atas keberlanjutan sumber mata pencaharian mereka.

Aktivitas Tambang Diduga Rusak Lahan Pertanian

Sementara itu, PT Tekonindo diduga mencemari lahan pertanian warga di Desa Pongkalaero. Warga melaporkan penurunan kualitas tanah sejak aktivitas tambang berjalan.

Namun demikian, pemerintah dinilai belum melakukan pengawasan optimal. Oleh sebab itu, mahasiswa meminta negara hadir untuk melindungi pulau kecil yang rentan terhadap kerusakan ekologis.

Empat Tuntutan Koalisi Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Jakarta menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menolak penerbitan RKAB PT Tambang Bumi Sulawesi dan PT Tekonindo.

  2. Menuntut pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kedua perusahaan di Kabaena Selatan.

  3. Meminta audit lingkungan yang menyeluruh, independen, dan transparan di Pulau Kabaena.

  4. Mendesak aparat menegakkan hukum lingkungan secara tegas dan adil.

Mahasiswa Siapkan Aksi Lanjutan

Eghy menegaskan bahwa Pulau Kabaena bukan ruang eksploitasi tanpa batas. Sebaliknya, pulau tersebut merupakan ruang hidup masyarakat yang wajib negara lindungi.

“Jika pemerintah mengabaikan tuntutan ini, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.

Dengan demikian, koalisi berharap pemerintah segera menempatkan keselamatan lingkungan dan rakyat di atas kepentingan investasi tambang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “pelecehan seksual digital di grup WhatsApp mahasiswa UI”

    Opini: Kasus Grup WhatsApp Mahasiswa UI dan Krisis Etika Digital

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta, { kabaristana.com }-Kasus dugaan pelecehan seksual digital dalam grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menegaskan satu hal penting: krisis etika di ruang digital bukan lagi isu pinggiran, melainkan persoalan nyata yang sudah mengakar, bahkan di lingkungan terdidik. Peristiwa ini tidak bisa kita anggap sekadar “candaan” atau kesalahan individu. Percakapan yang mengandung objektifikasi terhadap perempuan […]

  • Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara terbukti korupsi di kasus “Chromebook” 4.18 Play Button photo_camera 1

    Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara terbukti korupsi di kasus “Chromebook”

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, menerima vonis 10 tahun penjara dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek. Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan putusan tersebut pada Selasa. Hakim Ketua Purwanto Abdullah […]

  • hiburan malam Kendari ilegal di RICH CLUB lantai 3

    Aktivitas Hiburan Malam RICH CLUB Kendari Disorot, Hima-PPHI Layangkan Somasi Keras Diduga Tak Kantongi Izin

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 1Komentar

    Kendari, (Kabaristana.com) – Aktivitas hiburan malam berupa live DJ di lantai 3 RICH CLUB Kendari kembali menuai sorotan. Kegiatan itu diduga berjalan tanpa izin resmi sesuai aturan yang berlaku. Himpunan Mahasiswa Pemerhati Penegak Hukum Indonesia (Hima-PPHI) melayangkan somasi kepada manajemen RICH CLUB Kendari. Mereka meminta pengelola segera menghentikan aktivitas hiburan malam tersebut. Ketua Umum Hima-PPHI, […]

  • Dugaan Laporan Mandek Puriala Disorot Keluarga di Konawe

    Laporan Dugaan Penganiayaan Diduga Mandek, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Kapolsek Puriala

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 353
    • 0Komentar

    KONAWE, (kabaristana.com) – Keluarga korban dugaan penganiayaan di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, mempertanyakan penanganan kasus oleh Polsek Puriala. Mereka menilai polisi belum menunjukkan perkembangan yang jelas sejak menerima laporan pada April 2026. Korban bernama Sire melaporkan dugaan penganiayaan tersebut melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/02/IV/YAN.2.5/2026/SPKT-C/Sultra/Res Knw/Sek Puriala. Peristiwa itu terjadi pada 4 April […]

  • penyitaan kapal tanker Rusia di Samudra Atlantik Utara

    Kejar-kejaran di Laut, AS Sita Kapal Berbendera Rusia Pembawa Minyak Venezuela

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 490
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Penyitaan kapal tanker Rusia kembali memicu perhatian global. Otoritas Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik Utara karena dugaan pelanggaran sanksi ekonomi atas ekspor minyak Venezuela. Amerika Serikat menilai kapal tersebut secara aktif mengangkut minyak asal Venezuela dan melanggar kebijakan sanksi yang masih berlaku. Washington menegaskan langkah […]

  • Taklimat Presiden Prabowo kepada rektor di Istana Kepresidenan Jakarta

    Empat Hal Penting Taklimat Presiden Prabowo kepada Rektor dan Guru Besar

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    JAKARTA,(kabaristana.com) – Prabowo Subianto menyampaikan empat poin utama saat memberikan taklimat kepada rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri serta swasta. Acara tersebut berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis. Sebanyak 1.200 undangan menghadiri kegiatan ini. Para peserta berasal dari kalangan rektor dan guru besar perguruan tinggi di berbagai daerah. Sekretariat Kabinet menyampaikan informasi tersebut […]

expand_less