Jalan Rusak 10 Tahun di Lohia Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokade Akses Wisata Menuju Meleura dan Napabale
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : surat tuntutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (kabaristana.com) – Sejumlah warga dari dua desa di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, menggelar aksi unjuk rasa karena pemerintah daerah belum memperbaiki ruas jalan yang rusak parah di wilayah tersebut. Dalam aksi itu, massa tidak hanya berorasi, tetapi juga memblokade arus lalu lintas sehingga kendaraan tidak dapat melintas menuju kawasan wisata.
Massa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia berasal dari Desa Mantobua dan Desa Korihi. Mereka memprotes kondisi jalan yang selama bertahun-tahun rusak tanpa penanganan serius dari pemerintah.
Lubang besar dan permukaan aspal yang mengelupas mendominasi ruas Mantobua-Korihi. Kondisi tersebut memaksa masyarakat dan pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas karena jalan itu membahayakan keselamatan pengguna.
Ruas Mantobua-Korihi juga menjadi akses utama menuju Pantai Meleura dan Danau Napabale, dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Muna. Karena itu, kerusakan jalan tersebut ikut menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Lohia.
Para pemuda memulai aksi protes pada Rabu (27/5). Mereka menyampaikan orasi secara bergantian dan membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Selain itu, mereka membentangkan spanduk di tengah jalan bertuliskan, “Bupati Muna tidak tahu cara membangun Muna.”
Koordinator lapangan, Zainal Mantobua, mengatakan aksi itu mewakili aspirasi masyarakat dan pengguna jalan yang selama ini mengeluhkan kondisi ruas Mantobua-Korihi.
“Kami menilai pemerintah masih abai dan belum menunjukkan upaya serius untuk memperbaiki jalan ini,” kata Zainal.
Menurut Zainal, kerusakan sepanjang sekitar dua kilometer itu sudah berlangsung hampir 10 tahun. Selama periode tersebut, masyarakat terus menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Sudah hampir satu dekade masyarakat menderita akibat kondisi jalan ini,” ujarnya.
Zainal menegaskan para pemuda akan terus melanjutkan aksi hingga pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka bahkan berencana memperluas aksi dalam beberapa hari ke depan.
“Besok aksi masih berlanjut. Kami bahkan akan menutup total akses jalan ini jika pemerintah tetap tidak merespons tuntutan masyarakat,” tegasnya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim Redaksi



Saat ini belum ada komentar