GASKAN Soroti Kasus Pencabulan Dua Kakak Beradik, Ibu Bawa Korban Datangi Kediaman KDM Mencari Keadilan
- account_circle Rahman
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Sejumlah warga, termasuk keluarga korban dugaan pencabulan terhadap dua kakak beradik, menunggu di area kediaman KDM di Subang, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). Mereka berharap dapat menyampaikan langsung aspirasi dan mencari kepastian terkait upaya memperoleh keadilan atas kasus yang mereka perjuangkan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Subang, (kabaristana.com) – 31 Mei 2026 Perjuangan mencari keadilan tak kunjung usai bagi Ashima, ibu dari dua kakak beradik yang menjadi korban pencabulan kejam oleh ayah tirinya. Hari Minggu ini, ia kembali mendatangi kediaman KDM, bukan sendirian seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, melainkan membawa langsung kedua anaknya yang menjadi korban. Niatnya satu: agar KDM bersedia bertemu, mendengar penjelasan langsung dari anak-anak, serta memastikan keadilan benar-benar bisa mereka raih.
“Sudah lama saya berjuang sendiri, bahkan sudah berulang kali datang ke sini ingin bertemu langsung, namun belum pernah kesampaian. Kali ini saya datang bertiga bersama anak-anak, berharap bisa diterima dan bertemu agar KDM percaya. Biar anak saya sendiri yang menjelaskan peristiwa bejad yang dilakukan ayah tirinya, supaya kami sekeluarga akhirnya mendapatkan keadilan,” ungkap Ashima dengan suara bergetar di depan pos pintu kediaman KDM.
Ia menceritakan kondisi kedua anaknya yang kini sangat memprihatinkan akibat trauma mendalam. Bahkan, nyawa keduanya sempat terancam karena hampir mengakhiri hidup sendiri, tak sanggup lagi menanggung rasa sakit dan tekanan batin yang dirasakan. Tak hanya itu, kedua anak ini juga pernah mengalami masa-masa sulit saat harus telantar dan hidup di jalanan akibat perlakuan pelaku serta ketidakpedulian lingkungan sekitar.
Tak hanya Ashima, dua warga lain yang datang dari luar kota juga terlihat hadir dengan niat serupa, yakni mencari bantuan untuk keadilan. Mereka adalah Nurlela (66 tahun) dan Rusmini (57 tahun). Menurut keterangan keduanya, ini sudah keempat kalinya mereka berkunjung ke Subang dan mendatangi kediaman KDM, namun hingga saat ini belum ada perkembangan berarti atas permasalahan yang mereka perjuangkan. Meski demikian, semangat mereka tak pernah padam.
“Kami berdua tetap terus berjuang. Kami yakin sekali KDM akan membantu kami, kami siap berjuang sampai ke Presiden sekalipun agar hak kami terpenuhi,” tegas Rusmini didampingi Nurlela, tampak teguh meski wajah mereka menunjukkan kelelahan akibat perjalanan jauh.
Menyaksikan langsung kedatangan para pencari keadilan ini, Andi Muhammad Rifaldy, Sekjen Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN), hadir memberikan dukungan sekaligus menyampaikan pandangannya. Ia membenarkan bahwa setiap hari banyak warga yang datang menumpahkan keluhan dan mencari solusi, namun kasus yang dialami dua kakak beradik ini dinilainya sebagai salah satu yang paling krusial dan mendesak untuk ditangani langsung.
“Saya melihat kasus pencabulan dua kakak beradik yang dilakukan ayah tirinya ini sangat tidak manusiawi. Belum lagi fakta bahwa anak-anak ini sampai telantar ke jalanan dan hampir bunuh diri. Sangat tidak pantas jika kasus seberat ini tidak mendapatkan perhatian serius demi hak keadilannya. Jika pemerintah membiarkan hal ini berlalu begitu saja, sama saja membiarkan ketidakadilan tumbuh di depan mata kita,” pungkas Andi.
Pihak kediaman KDM yang diwakili oleh Ibu Mega telah berusaha merespons langsung keluhan tersebut. Ia menawarkan jalan keluar dengan berencana mempertemukan keluarga korban bersama pihak institusi terkait agar kasus segera diproses secara cepat. Namun, Ashima tetap teguh dengan pendiriannya. Ia mengaku hanya mau bertemu langsung dengan KDM, demi menguatkan batin kedua anaknya yang masih sangat rapuh dan terluka.
“Saya tahu Ibu Mega berniat baik dan ingin membantu, tapi keinginan saya saat ini bertemu langsung dengan KDM. Anak saya butuh ketegasan dan kepastian langsung dari pemimpin. Kalau KDM yang mendengar sendiri dan berjanji akan membantu, baru hati kami tenang dan anak-anak bisa mulai tenang dan percaya kembali pada keadilan,” jelas Ashima.
Hingga berita ini diturunkan, rombongan pencari keadilan tersebut masih menunggu di depan gerbang kediaman. Kehadiran GASKAN serta dukungan warga lain semakin menguatkan tekad mereka, mengingatkan semua pihak bahwa suara korban tidak boleh diredam, dan keadilan adalah hak mutlak setiap warga negara, terutama anak-anak yang tak berdaya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar