GASKAN Soroti Kasus Pencabulan Dua Kakak Beradik, Ibu Bawa Korban Datangi Kediaman KDM Mencari Keadilan
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 155
- comment 1 komentar
- print Cetak

Foto: Sejumlah warga, termasuk keluarga korban dugaan pencabulan terhadap dua kakak beradik, menunggu di area kediaman KDM di Subang, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). Mereka berharap dapat menyampaikan langsung aspirasi dan mencari kepastian terkait upaya memperoleh keadilan atas kasus yang mereka perjuangkan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Subang, (kabaristana.com) – Ashima kembali mendatangi kediaman KDM di Subang pada Minggu (31/5/2026). Kali ini, ia mengajak dua anaknya yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh ayah tiri.
Ashima berharap KDM bersedia menerima dan mendengar langsung keterangan dari kedua anak tersebut. Ia ingin memastikan perjuangan keluarganya mendapatkan keadilan tidak berhenti di tengah jalan.
“Saya sudah beberapa kali datang ke sini. Kali ini saya membawa anak-anak agar mereka bisa menjelaskan langsung apa yang mereka alami,” kata Ashima.
Trauma Berat Masih Membayangi Korban
Ashima mengungkapkan kondisi psikologis kedua anaknya masih sangat terguncang. Trauma yang mereka alami belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, kedua anak itu pernah mengalami tekanan mental yang sangat berat. Bahkan, mereka sempat mencoba mengakhiri hidup karena tidak sanggup menahan penderitaan yang dirasakan.
Selain itu, keduanya juga pernah hidup terlantar di jalanan. Kondisi tersebut memperparah beban yang mereka tanggung setelah peristiwa pencabulan.
Warga Lain Ikut Mencari Keadilan
Di lokasi yang sama, dua warga dari luar kota juga datang untuk memperjuangkan hak mereka. Mereka adalah Nurlela (66) dan Rusmini (57).
Keduanya mengaku sudah empat kali mendatangi kediaman KDM. Namun hingga kini mereka belum memperoleh solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Kami akan terus berjuang. Kami yakin KDM akan membantu. Jika perlu, kami akan membawa persoalan ini sampai ke Presiden,” ujar Rusmini.
GASKAN Soroti Kasus yang Menimpa Dua Kakak Beradik
Sekjen Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN), Andi Muhammad Rifaldy, turut hadir memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Andi menilai kasus yang menimpa dua kakak beradik tersebut sangat serius. Ia meminta semua pihak memberi perhatian khusus terhadap penderitaan korban.
“Saya melihat kasus ini sangat memprihatinkan. Anak-anak menjadi korban pencabulan, hidup terlantar, dan hampir kehilangan nyawa akibat tekanan mental. Mereka berhak mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak.
Keluarga Korban Tetap Ingin Bertemu KDM
Perwakilan kediaman KDM, Ibu Mega, telah menerima aspirasi keluarga korban. Ia menawarkan langkah koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan kasus dapat dipercepat.
Namun Ashima tetap berharap bisa bertemu langsung dengan KDM. Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan dan semangat kedua anaknya.
“Saya menghargai niat baik Ibu Mega. Namun saya ingin bertemu langsung dengan KDM. Anak-anak membutuhkan kepastian dan dukungan secara langsung,” ujarnya.
Menunggu Kepastian di Depan Gerbang
Hingga berita ini diturunkan, Ashima bersama kedua anaknya masih menunggu di depan gerbang kediaman KDM.
Dukungan dari GASKAN dan sejumlah warga terus mengalir. Mereka berharap suara korban mendapat perhatian dan keadilan dapat segera terwujud.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda



https://shorturl.fm/SqUUW
1 Juni 2026 10:24 am