Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Saat ini, penyidik memeriksa sekitar 20 perusahaan forwarder atau jasa pengiriman barang impor yang beroperasi di berbagai pelabuhan di Indonesia.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah perusahaan tersebut. Selain itu, KPK juga memanggil para petinggi perusahaan untuk memberikan informasi terkait perkara yang sedang berjalan.

Menurut Asep, penyidik tidak hanya menelusuri hubungan dengan PT Blueray Cargo. Sebaliknya, tim juga mendalami peran forwarder lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik suap dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai.

Bermula dari OTT KPK

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026. Saat itu, tim penindakan mengamankan 17 orang dari lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selanjutnya, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan atau barang KW.

Tiga tersangka berasal dari internal Bea Cukai. Mereka adalah Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan. Sementara itu, tiga tersangka lainnya berasal dari PT Blueray Cargo, yakni John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Penyidikan Terus Berkembang

Tidak lama setelah penetapan tersangka pertama, KPK kembali mengembangkan perkara. Pada 26 Februari 2026, penyidik menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka baru.

Kemudian, pada 27 Februari 2026, penyidik menemukan uang tunai senilai Rp5,19 miliar. Tim menemukan uang tersebut di sebuah rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan. Uang itu tersimpan dalam lima koper.

Selain itu, KPK juga mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai. Karena itu, penyidik terus memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak.

Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Persidangan

Perkara ini memasuki tahap persidangan pada 6 Mei 2026. Saat itu, John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan menjalani sidang perdana sebagai terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa KPK, nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama turut muncul. Jaksa menyebut Djaka menghadiri pertemuan dengan sejumlah pengusaha kargo di sebuah hotel di Jakarta pada Juli 2025.

Selain Djaka, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan juga hadir dalam pertemuan tersebut. Di sisi lain, John Field menjadi salah satu pengusaha yang mengikuti pertemuan itu.

Dugaan Suap Miliaran Rupiah

Pada sidang berikutnya, Jaksa Penuntut Umum KPK membeberkan dugaan aliran dana suap. Jaksa menyebut Djaka Budi Utama menerima uang sebesar 213.600 dolar Singapura.

Jika mengacu pada kurs 1 Juni 2026, nilai tersebut setara sekitar Rp2,97 miliar. Oleh sebab itu, KPK masih terus mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

Hingga kini, penyidik terus memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti. Dengan demikian, KPK membuka peluang untuk menetapkan tersangka baru apabila menemukan bukti yang cukup.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kunjungan menteri ke IKN meninjau pembangunan Nusantara

    Dua Menteri Kabinet Prabowo Tinjau IKN, Soroti Progres Pembangunan dan Penghijauan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    NUSANTARA, (Kabaristana.com) | Dua menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Mereka melihat perkembangan proyek strategis nasional tersebut dari sisi infrastruktur dan pemulihan lingkungan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengunjungi IKN pada Sabtu (28/2/2026). Ia menanam pohon di kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika dan meninjau program rehabilitasi […]

  • Pungli Baitul Mal Aceh menjadi sorotan setelah GMPKP mendesak Polda Aceh mengusut dugaan pungutan liar dalam penyaluran bantuan modal usaha.

    Diduga Terjadi Pungli Bantuan Baitul Mal Aceh, GMPKP Indonesia Minta Polda Aceh Periksa Ketua Baitul Mal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabaristana.com – 31 Juli 2026 Gerakan Masyarakat Pengawal Kebijakan Publik (GMPKP) Indonesia mendesak Polda Aceh segera mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan modal usaha Baitul Mal Aceh. Desakan itu muncul setelah sejumlah warga melaporkan dugaan pemotongan dana bantuan. Penerima manfaat mengaku tidak menerima bantuan secara utuh. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui […]

  • harga emas batangan Antam hari in

    Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu, Kini Rp2,86 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com | Pergerakan harga emas Antam melemah signifikan pada perdagangan Sabtu. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan produksi PT Antam Tbk turun Rp260.000 per gram, dari Rp3.120.000 menjadi Rp2.860.000 per gram. Penurunan ini terjadi dalam waktu singkat dan langsung menarik perhatian pelaku pasar. Sejumlah investor memilih bersikap hati-hati sambil menunggu […]

  • KPK panggil tiga arsitek sebagai saksi kasus dugaan korupsi RSUD Kolaka Timur

    KPK Periksa Tiga Arsitek, Dalami Dugaan Korupsi RSUD Kolaka Timur

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | KPK panggil tiga arsitek sebagai saksi untuk mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Pemanggilan ini menjadi bagian penting dari penyidikan yang menjerat Bupati Kolaka Timur nonaktif Abdul Azis. Melalui langkah tersebut, KPK berupaya mengungkap peran pihak perencana dalam proyek kesehatan bernilai besar itu. Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan […]

  • Faktor pemberat dan peringan vonis Nadiem Makarim pada kasus Chromebook

    Faktor pemberat dan peringan vonis Nadiem Makarim pada kasus Chromebook

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim. Hakim menyatakan Nadiem terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan laptop Chromebook. Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp1 miliar. Jika tidak […]

  • hunian MBR Cikarang pembangunan 140 ribu unit

    Lippo Grup Hibahkan 30 Hektare Lahan di Cikarang, Proyek 140 Ribu Hunian MBR Siap Dibangun

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 264
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Pemerintah mempercepat program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Lippo Group untuk membangun 140 ribu unit hunian vertikal di Cikarang, Jawa Barat. Kolaborasi pemerintah dan swasta ini menargetkan pengurangan backlog perumahan yang masih tinggi di […]

expand_less