Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

KPK Dalami Keterlibatan Sekitar 20 Forwarder dalam Kasus Korupsi Bea Cukai

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (kabaristana.com)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Saat ini, penyidik memeriksa sekitar 20 perusahaan forwarder atau jasa pengiriman barang impor yang beroperasi di berbagai pelabuhan di Indonesia.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah perusahaan tersebut. Selain itu, KPK juga memanggil para petinggi perusahaan untuk memberikan informasi terkait perkara yang sedang berjalan.

Menurut Asep, penyidik tidak hanya menelusuri hubungan dengan PT Blueray Cargo. Sebaliknya, tim juga mendalami peran forwarder lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik suap dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai.

Bermula dari OTT KPK

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026. Saat itu, tim penindakan mengamankan 17 orang dari lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selanjutnya, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan atau barang KW.

Tiga tersangka berasal dari internal Bea Cukai. Mereka adalah Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan. Sementara itu, tiga tersangka lainnya berasal dari PT Blueray Cargo, yakni John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Penyidikan Terus Berkembang

Tidak lama setelah penetapan tersangka pertama, KPK kembali mengembangkan perkara. Pada 26 Februari 2026, penyidik menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka baru.

Kemudian, pada 27 Februari 2026, penyidik menemukan uang tunai senilai Rp5,19 miliar. Tim menemukan uang tersebut di sebuah rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan. Uang itu tersimpan dalam lima koper.

Selain itu, KPK juga mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai. Karena itu, penyidik terus memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak.

Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Persidangan

Perkara ini memasuki tahap persidangan pada 6 Mei 2026. Saat itu, John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan menjalani sidang perdana sebagai terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa KPK, nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama turut muncul. Jaksa menyebut Djaka menghadiri pertemuan dengan sejumlah pengusaha kargo di sebuah hotel di Jakarta pada Juli 2025.

Selain Djaka, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan juga hadir dalam pertemuan tersebut. Di sisi lain, John Field menjadi salah satu pengusaha yang mengikuti pertemuan itu.

Dugaan Suap Miliaran Rupiah

Pada sidang berikutnya, Jaksa Penuntut Umum KPK membeberkan dugaan aliran dana suap. Jaksa menyebut Djaka Budi Utama menerima uang sebesar 213.600 dolar Singapura.

Jika mengacu pada kurs 1 Juni 2026, nilai tersebut setara sekitar Rp2,97 miliar. Oleh sebab itu, KPK masih terus mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

Hingga kini, penyidik terus memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti. Dengan demikian, KPK membuka peluang untuk menetapkan tersangka baru apabila menemukan bukti yang cukup.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teuku Markam emas Monas pada lidah api Monumen Nasional Jakarta

    Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam. Penyumbang Terbesar Emas Monas Pada […]

  • Demutualisasi BEI disiapkan di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta

    Ambisi Besar BEI: Target Tembus 10 Bursa Terbesar Dunia Lewat Demutualisasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 185
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan masuk jajaran 10 besar bursa terbesar dunia dalam beberapa tahun ke depan. Manajemen menyiapkan rencana demutualisasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi dan memperkuat daya saing global. Pelaksana tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa saat ini BEI masih berstatus Self Regulatory Organization (SRO). Dalam […]

  • Khofifah perkuat demokrasi pers

    Khofifah Ajak Pers Perkuat Demokrasi dan Kedaulatan Bangsa

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 288
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Arus informasi digital yang semakin deras mendorong penyebaran hoaks, disinformasi, dan narasi sensasional. Akibatnya, publik kerap kesulitan membedakan fakta dan opini. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan kebijakan publik. Karena itu, Khofifah perkuat demokrasi pers dengan menegaskan pentingnya jurnalisme akurat dan berintegritas. Menurutnya, pers berperan memastikan […]

  • pasokan minyak Rusia dibahas Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di Istana Negara

    RI Amankan Pasokan Minyak Rusia hingga Akhir 2026, LPG Masih Tahap Negosiasi

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 200
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional tetap aman hingga akhir 2026 setelah mengamankan impor minyak mentah dari Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan hal ini usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Bahlil menjelaskan, pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Rusia hingga […]

  • harga emas Pegadaian Antam dan UBS terbaru

    Harga Emas Pegadaian Turun Lagi Hari Ini, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) – Harga emas di Pegadaian kembali mengalami penurunan pada Minggu pagi. Berdasarkan data terbaru dari aplikasi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 kompak melemah untuk hari kedua berturut-turut. Harga emas Antam kini berada di Rp2.871.000 per gram. Angka tersebut turun dari posisi sebelumnya Rp2.886.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS […]

  • Pembekuan IUP Wawonii didesak GMH Sultra melalui permintaan penghentian RKAB dan evaluasi izin tambang di Pulau Wawonii.

    GMH SULTRA–JAKARTA DESAK ESDM RI TOLAK RKAB DAN BEKUKAN IUP PT GKP, PT BKM, DAN PT WMJR

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kendari, (kabaristana.com) – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra–Jakarta), Abdi Aditya, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk tidak menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi perusahaan tambang di Pulau Wawonii. Ia juga meminta pemerintah membekukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP), PT Bumi […]

expand_less