MEMPERKUAT IDEALISME MAHASISWA MELALUI NILAI-NILAI PANCASILA
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 189
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Mahdayan Tanjung Wakil Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabaristana.com – Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum penting bagi mahasiswa Indonesia. Momentum ini mengingatkan mahasiswa untuk meneguhkan peran sebagai agen perubahan, agen kontrol sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Pancasila bukan sekadar dasar negara. Pancasila juga menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Mahasiswa Jangan Kehilangan Arah
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara, Mahdayan Tanjung, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan arah di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, integritas, dan kepedulian sosial.
“Hari ini kita menyaksikan berbagai persoalan yang mengancam masa depan bangsa. Degradasi moral, penyalahgunaan teknologi digital, rendahnya kepedulian sosial, hingga melemahnya semangat persatuan menjadi tantangan serius. Karena itu, mahasiswa harus menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar Mahdayan.
Menjaga Nilai-Nilai Pancasila
Mahdayan mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nilai keadilan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan kesejahteraan sosial.
Ia menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu. Kampus juga harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.
Mahasiswa perlu berani menyuarakan kebenaran. Mahasiswa juga harus mengawal kebijakan publik dan hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Menurut Mahdayan, sikap kritis harus tetap terjaga. Namun, mahasiswa perlu menyampaikannya secara intelektual, objektif, dan bertanggung jawab.
Hindari Sikap Apatis
Mahdayan mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam sikap apatis dan individualis. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Jangan sampai mahasiswa terjebak dalam sikap apatis dan individualis. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi identitas gerakan mahasiswa Indonesia,” tegasnya.
Perkuat Semangat Kebangsaan
PW HIMMAH Sumatera Utara mengajak seluruh mahasiswa menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan. Selain itu, mahasiswa perlu mempererat persatuan dan meningkatkan kualitas diri.
Mahasiswa harus mampu bersaing di tingkat global. Namun, mereka juga harus tetap menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Mahdayan menegaskan bahwa mahasiswa harus mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat mewujudkannya melalui prestasi, pengabdian kepada masyarakat, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mahasiswa yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila akan menjadi generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat,” pungkasnya.
Oleh: Mahdayan Tanjung
Wakil Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim redaksi



Saat ini belum ada komentar