Tak Raih Nobel Perdamaian, Trump Ungkit Ambisi Kuasai Greenland
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 273
- comment 0 komentar
- print Cetak

presiden AS donald trump.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com — Isu Trump Greenland Nobel Perdamaian kembali menarik perhatian dunia internasional. Polemik ini muncul setelah seorang jurnalis Amerika Serikat mengungkap isi surat Presiden AS kepada pemerintah Norwegia. Surat tersebut menyinggung penolakan Hadiah Nobel Perdamaian dan kepentingan strategis Amerika Serikat di Greenland.
Jurnalis PBS Nick Schifrin menyampaikan informasi tersebut pada Senin (19/1/2026). Ia menerima salinan surat itu langsung dari sejumlah pejabat diplomatik di Washington. Para pejabat tersebut menyebut beberapa duta besar Eropa telah membaca dokumen yang sama.
Dalam surat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kekecewaannya kepada Komite Nobel Norwegia. Trump menilai komite tersebut mengabaikan perannya dalam berbagai upaya diplomatik internasional. Ia juga menegaskan bahwa langkah-langkahnya berkontribusi pada stabilitas global.
Trump lalu menghubungkan kekecewaan tersebut dengan pandangannya tentang Greenland. Ia menyebut Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan keamanan Amerika Serikat. Menurut Trump, wilayah itu berperan penting dalam peta geopolitik kawasan Arktik yang terus berkembang.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Dewan Keamanan Nasional sempat membahas isi surat tersebut. Namun, Gedung Putih hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Pemerintah Norwegia juga belum memberikan tanggapan publik terkait kabar tersebut.
Sementara itu, Komite Nobel Norwegia memilih untuk tidak merespons klaim yang muncul dalam surat tersebut. Pemerintah Denmark kembali menegaskan sikapnya terkait Greenland. Denmark menyatakan wilayah tersebut tidak untuk diperjualbelikan dan tetap berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.
Isu Trump Greenland Nobel Perdamaian berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan negara-negara Nordik. Sejumlah pengamat menilai polemik ini mencerminkan persaingan geopolitik di kawasan Arktik yang semakin strategis dalam beberapa tahun terakhir.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar