Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » International » Tak Raih Nobel Perdamaian, Trump Ungkit Ambisi Kuasai Greenland

Tak Raih Nobel Perdamaian, Trump Ungkit Ambisi Kuasai Greenland

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, kabaristana.com — Isu Trump Greenland Nobel Perdamaian kembali menarik perhatian dunia internasional. Polemik ini muncul setelah seorang jurnalis Amerika Serikat mengungkap isi surat Presiden AS kepada pemerintah Norwegia. Surat tersebut menyinggung penolakan Hadiah Nobel Perdamaian dan kepentingan strategis Amerika Serikat di Greenland.

Jurnalis PBS Nick Schifrin menyampaikan informasi tersebut pada Senin (19/1/2026). Ia menerima salinan surat itu langsung dari sejumlah pejabat diplomatik di Washington. Para pejabat tersebut menyebut beberapa duta besar Eropa telah membaca dokumen yang sama.

Dalam surat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kekecewaannya kepada Komite Nobel Norwegia. Trump menilai komite tersebut mengabaikan perannya dalam berbagai upaya diplomatik internasional. Ia juga menegaskan bahwa langkah-langkahnya berkontribusi pada stabilitas global.

Trump lalu menghubungkan kekecewaan tersebut dengan pandangannya tentang Greenland. Ia menyebut Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan keamanan Amerika Serikat. Menurut Trump, wilayah itu berperan penting dalam peta geopolitik kawasan Arktik yang terus berkembang.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Dewan Keamanan Nasional sempat membahas isi surat tersebut. Namun, Gedung Putih hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Pemerintah Norwegia juga belum memberikan tanggapan publik terkait kabar tersebut.

Sementara itu, Komite Nobel Norwegia memilih untuk tidak merespons klaim yang muncul dalam surat tersebut. Pemerintah Denmark kembali menegaskan sikapnya terkait Greenland. Denmark menyatakan wilayah tersebut tidak untuk diperjualbelikan dan tetap berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.

Isu Trump Greenland Nobel Perdamaian berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan negara-negara Nordik. Sejumlah pengamat menilai polemik ini mencerminkan persaingan geopolitik di kawasan Arktik yang semakin strategis dalam beberapa tahun terakhir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penembakan SMP Turki di Kahramanmaras menyebabkan korban siswa dan guru

    Breaking News: Siswa 14 Tahun Lakukan Penembakan di SMP Turki, 9 Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Turki, (Kabaristana.com) — Seorang siswa berusia 14 tahun menembak di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Provinsi Kahramanmaras, Turki tenggara, Rabu (15/4/2026). Aksi ini menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya. Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, menyatakan delapan korban tewas merupakan siswa dan satu korban lainnya adalah guru. Ia menegaskan peristiwa ini bukan aksi […]

  • Vietnam tarik turis asing lewat tur helikopter premium di Ho Chi Minh

    Vietnam Makin Jago Tarik Turis Asing, Indonesia Mulai Ketar-Ketir

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 201
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Vietnam semakin agresif memperkuat sektor pariwisata global. Negara di Asia Tenggara itu kini tidak lagi hanya mengejar jumlah wisatawan asing, tetapi juga memburu turis dengan pengeluaran tinggi dan potensi kunjungan berulang. Strategi baru tersebut membuat Vietnam semakin kompetitif dan mulai mengancam dominasi destinasi wisata regional, termasuk Indonesia. Vietnam Fokus Garap Turis Premium […]

  • Ketahanan siber menjadi fokus pembahasan Dr. Ir. Charles Halim dalam diskusi keamanan digital di Jakarta.

    Ketahanan Siber Jadi Kunci Keamanan Bisnis Digital

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) — Ketahanan siber kini menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan yang menjalankan transformasi digital. Praktisi keamanan siber sekaligus Deputy Head of Master IT Program di Swiss German University, Dr. Ir. Charles Halim, meminta pelaku usaha memperkuat sistem keamanan sejak dini agar mampu menghadapi ancaman digital yang terus meningkat. Menurut Charles, perusahaan tidak boleh menunggu […]

  • dugaan pelanggaran morosi vdni di kawasan industri

    Sempat di Teror Dan Tolak Upaya Suap, PPI Ungkap Oknum Polisi Yang Terlibat Limbah di Kawasan Berikat Morosi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 273
    • 0Komentar

    KONAWE, (Kabaristana.com) – Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) menyoroti dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi. Setelah menyampaikan kritik itu, Ketua Umum PPI Sulkarnain mengaku menerima teror dari orang tidak dikenal (OTK). Sulkarnain mengatakan beberapa orang menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp. “Mereka beberapa kali menelepon saya lewat WhatsApp. Ada juga yang mengirim pesan pribadi dengan nada mengintimidasi,” […]

  • Proses Gugatan Pencalonan Gibran, LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK

    Proses Gugatan Pencalonan Gibran, LAPD Pertanyakan Batas Kewenangan MK

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, (KABARISTANA.COM) RMOL. Diprosesnya gugatan atau Permohonan pakar hukum tata negara, Denny Indrayana terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka ke Mahkamah Konstitusi (MK), dipertanyakan Lembaga Advokasi Pembangunan dan Demokrasi (LAPD). Founder LAPD, Kaka Suminta menilai, permohonan Denny yang telah disidangkan perdana oleh MK kemarin, Senin, 21 September 2026, dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, didasari […]

  • Kasus pencabulan anak Majalengka yang disorot GASKAN karena dugaan salah penerapan pasal pidana.

    GASKAN: Kasus Pencabulan 2 Kakak Beradik Belum Disidangkan, Diduga Keras Ada Kelalaian Hukum Fatal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MAJALENGKA, (kabaristana.com) – MAJALENGKA, (kabaristana.com) – Kasus dugaan pencabulan terhadap dua kakak beradik di bawah umur yang melibatkan ayah tiri berinisial YRN hingga kini belum masuk tahap persidangan. Padahal, aparat memproses perkara tersebut hampir satu tahun. Kondisi tersebut menarik perhatian Gerakan Advokasi Sosial dan Kemanusiaan (GASKAN). Organisasi itu menilai penyidik Polres Majalengka kurang tepat dalam […]

expand_less