Ribuan Kapal Muara Angke Padati Dermaga, Nelayan Kesulitan Berlayar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- visibility 208
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan kapal Muara Angke bersandar di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, sehingga menyulitkan akses berlayar nelayan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, kabaristana.com | Ribuan kapal Muara Angke memadati Dermaga T di Pelabuhan Muara Angke. Kepadatan tersebut menghambat akses berlayar nelayan yang hendak melaut untuk mencari ikan, terutama pada jam sibuk keberangkatan.
Kondisi ini membuat ruang gerak kapal menjadi terbatas. Nelayan harus bermanuver secara hati-hati karena banyak kapal bersandar terlalu rapat dan menutup jalur keluar-masuk dermaga.
Seorang nelayan, Barda Wijaya (43), mengatakan kepadatan kapal kerap memaksanya mengatur sendiri jalur pelayaran. Ia bersama nelayan lain harus memindahkan kapal yang menghalangi agar bisa keluar dari dermaga.
“Kalau jalurnya tertutup, kami atur sendiri. Kapal yang menghalangi kami geser dulu supaya bisa berangkat,” ujar Barda, Kamis.
Ribuan Kapal Muara Angke Hambat Aktivitas Melaut
Menurut Barda, kepadatan ribuan kapal Muara Angke tidak hanya memperlambat waktu keberangkatan, tetapi juga meningkatkan risiko benturan antar kapal. Situasi ini berpotensi merusak kapal dan alat tangkap, terutama milik nelayan kecil.
Ia menambahkan, keterlambatan berlayar dapat mengurangi waktu melaut dan berdampak langsung pada hasil tangkapan. Nelayan yang bergantung pada hasil harian menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Kepadatan Kapal Muara Angke Terjadi Berulang
Nelayan menyebut kepadatan kapal di Dermaga T bukan kali pertama terjadi. Situasi serupa sering muncul saat musim melaut ramai atau ketika cuaca mendukung aktivitas penangkapan ikan. Banyak kapal memilih bersandar bersamaan tanpa pengaturan jarak yang jelas.
Akibatnya, nelayan harus bergantian keluar dermaga. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan memilih menunggu hingga jalur benar-benar terbuka agar terhindar dari risiko kecelakaan.
Nelayan Harapkan Penataan Dermaga Muara Angke
Para nelayan berharap pengelola pelabuhan segera menata ulang sistem sandar kapal di Muara Angke. Mereka menilai pengaturan zona sandar atau jadwal keluar-masuk kapal dapat membantu mengurangi kepadatan.
Nelayan juga mendorong adanya pengawasan di lapangan pada jam sibuk. Kehadiran petugas dinilai dapat membantu mengarahkan kapal agar tidak bersandar di jalur pelayaran utama.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola pelabuhan belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penataan Dermaga T untuk mengatasi kepadatan ribuan kapal Muara Angke.
Pengawasan dan Penataan Jadi Kunci
Nelayan berharap pengelola pelabuhan dapat meningkatkan pengawasan di area dermaga, terutama pada jam sibuk keberangkatan. Penataan sandar kapal yang konsisten dinilai penting agar jalur pelayaran tetap terbuka. Dengan pengelolaan yang lebih tertib, nelayan dapat melaut tepat waktu dan menjalankan aktivitas perikanan dengan lebih aman.

Saat ini belum ada komentar