Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 306
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam.

Penyumbang Terbesar Emas Monas

Pada awal 1960-an, publik mengenal Teuku Markam sebagai pengusaha berpengaruh asal Aceh. Ia membangun bisnis melalui PT Karkam yang bergerak di bidang ekspor-impor serta mendukung pembiayaan sejumlah proyek strategis negara. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuat pemerintah kerap melibatkan Markam dalam agenda pembangunan nasional.

Ketika Soekarno menggagas pembangunan Monas sebagai monumen peringatan kemerdekaan, Teuku Markam secara sukarela menyumbangkan 28 kilogram emas murni. Sumbangan ini menjadi bagian terbesar dari total sekitar 38 kilogram emas yang melapisi lidah api Monas pada tahap awal pembangunan. Pada masa itu, nilai emas tersebut sangat besar dan menunjukkan komitmen pribadi Markam terhadap negara, bukan sekadar kepentingan usaha.

Perubahan Politik dan Kejatuhan

Situasi politik nasional berubah drastis setelah peristiwa 1965. Pergeseran kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru menekan banyak tokoh yang dikenal dekat dengan Soekarno. Pada 1966, aparat menangkap Teuku Markam tanpa proses hukum yang terbuka.

Penguasa menuduh Markam terlibat korupsi dan mengaitkannya dengan PKI, tuduhan yang sering muncul pada masa itu untuk menyingkirkan lawan politik. Tanpa pengadilan yang adil, negara memenjarakan Markam selama delapan tahun. Pemerintah menyita seluruh asetnya, mengambil alih perusahaannya, serta menghapus kepemilikan atas rumah, tanah, dan harta pribadinya tanpa kejelasan hukum.

Pada 1974, pemerintah membebaskan Teuku Markam. Namun, negara tidak memulihkan nama baiknya dan tidak mengembalikan hak-haknya. Markam menempuh berbagai jalur hukum untuk menuntut keadilan, tetapi semua upaya tersebut berakhir buntu. Hingga akhir hayatnya, negara tidak pernah mengakui kembali jasanya, termasuk kontribusi emas yang masih menghiasi puncak Monas.

Akhir Hidup dalam Kesenyapan

Teuku Markam meninggal dunia pada 1985. Negara tidak memberikan penghormatan resmi maupun rehabilitasi sejarah atas kontribusinya. Hingga kini, narasi resmi pembangunan Monas jarang menyebut namanya, meski perannya sangat besar dalam pembentukan simbol nasional tersebut.

Kisah Teuku Markam menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menggeser ingatan kolektif bangsa. Ia pernah menyumbangkan cahaya bagi ibu kota, tetapi sejarah membiarkan namanya meredup. Cerita ini juga menegaskan satu kenyataan pahit: pengorbanan untuk negara tidak selalu berujung pada keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rano Karno menyampaikan usulan Revisi Perda Pajak DKI dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

    Revisi Perda Pajak DKI untuk Dorong Ekonomi Jakarta

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) – Revisi Perda Pajak DKI menjadi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyesuaikan aturan perpajakan daerah. Langkah ini menjawab perkembangan regulasi, kebutuhan masyarakat, dan kondisi ekonomi. Karena itu, pemerintah berharap perubahan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pelayanan publik. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan usulan itu dalam Rapat Paripurna DPRD […]

  • Prof. Edy Karno Dukung Tujuh Program Strategis Nasional untuk Memperkuat Pembangunan SDM

    Prof. Edy Karno Dukung Tujuh Program Strategis Nasional untuk Memperkuat Pembangunan SDM

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KENDARI, (kabaristana.com) – Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Edy Karno, mendukung tujuh Program Strategis Nasional yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Prof. Edy Karno mengatakan keberhasilan program pemerintah memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi harus […]

  • Judi online anak Indonesia jadi perhatian pemerintah

    Judi Online Ancam Anak Indonesia, Pemerintah Catat Hampir 200 Ribu Kasus

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak masih berusia di bawah 10 tahun. Meutya menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu. Meutya menilai kondisi itu menjadi ancaman serius bagi […]

  • Pemuda ASEAN Guangxi AI mengikuti kunjungan dan berdiskusi dalam program pertukaran di Guangxi, China.

    Pemuda ASEAN Pelajari Inovasi AI dan Pendidikan Vokasi di Guangxi, China

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Jakata, (Kabaristana.com) – Pemuda ASEAN Guangxi AI menjadi simbol semakin eratnya kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN melalui program pertukaran yang berlangsung di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi pada 23–25 Juni 2026. Lebih dari 20 delegasi muda dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Kamboja mengikuti kunjungan ke pusat inovasi, kawasan industri, pelabuhan modern, serta […]

  • Penertiban parkir liar Setiabudi oleh petugas Dishub Jakarta Selatan dengan mengangkut sepeda motor di Jalan Epicentrum Selatan

    Parkir Liar Setiabudi Ditertibkan, 24 Motor Diamankan di Epicentrum Selatan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 340
    • 1Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – parkir liar Setiabudi kembali menjadi perhatian publik setelah Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menertibkan 24 sepeda motor di Jalan Epicentrum Selatan, Selasa. Warga sebelumnya melaporkan gangguan arus lalu lintas di sekitar Gedung Nyi Ageng Serang sehingga petugas segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pengendali Operasional Sudinhub Jakarta Selatan, Ebenezer Lumban Tobing, menyatakan tim gabungan […]

  • Buah Sawit Warga Ditolak PT Perkasa Sawit Permai, Warga Hajak dan Sikuli Keluhkan Kriteria

    Buah Sawit Warga Ditolak PT Perkasa Sawit Permai, Warga Hajak dan Sikuli Keluhkan Kriteria

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Barito Utara, (kabaristana.com) — Puluhan warga Desa Hajak dan Desa Sikuli, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mendatangi kantor PT Perkasa Sawit Permai, Rabu (16/9/2026). Warga meminta penjelasan terkait penolakan perusahaan terhadap pembelian buah sawit hasil panen mereka. Warga datang untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta konfirmasi langsung kepada pihak manajemen perusahaan mengenai dasar penolakan tersebut. Dalam pertemuan […]

expand_less