Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

Tokoh di Balik Emas Monas: Jejak Sunyi Teuku Markam yang Terpinggirkan Sejarah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 261
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,kabaristana.com | Monumen Nasional berdiri megah sebagai ikon kebanggaan Indonesia di jantung Jakarta. Lidah api berlapis emas murni yang menjulang di puncaknya melambangkan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa. Namun, di balik kilau emas itu, sejarah menyimpan kisah sunyi seorang pengusaha nasionalis yang jasanya nyaris terhapus dari ingatan publik: Teuku Markam.

Penyumbang Terbesar Emas Monas

Pada awal 1960-an, publik mengenal Teuku Markam sebagai pengusaha berpengaruh asal Aceh. Ia membangun bisnis melalui PT Karkam yang bergerak di bidang ekspor-impor serta mendukung pembiayaan sejumlah proyek strategis negara. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuat pemerintah kerap melibatkan Markam dalam agenda pembangunan nasional.

Ketika Soekarno menggagas pembangunan Monas sebagai monumen peringatan kemerdekaan, Teuku Markam secara sukarela menyumbangkan 28 kilogram emas murni. Sumbangan ini menjadi bagian terbesar dari total sekitar 38 kilogram emas yang melapisi lidah api Monas pada tahap awal pembangunan. Pada masa itu, nilai emas tersebut sangat besar dan menunjukkan komitmen pribadi Markam terhadap negara, bukan sekadar kepentingan usaha.

Perubahan Politik dan Kejatuhan

Situasi politik nasional berubah drastis setelah peristiwa 1965. Pergeseran kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru menekan banyak tokoh yang dikenal dekat dengan Soekarno. Pada 1966, aparat menangkap Teuku Markam tanpa proses hukum yang terbuka.

Penguasa menuduh Markam terlibat korupsi dan mengaitkannya dengan PKI, tuduhan yang sering muncul pada masa itu untuk menyingkirkan lawan politik. Tanpa pengadilan yang adil, negara memenjarakan Markam selama delapan tahun. Pemerintah menyita seluruh asetnya, mengambil alih perusahaannya, serta menghapus kepemilikan atas rumah, tanah, dan harta pribadinya tanpa kejelasan hukum.

Pada 1974, pemerintah membebaskan Teuku Markam. Namun, negara tidak memulihkan nama baiknya dan tidak mengembalikan hak-haknya. Markam menempuh berbagai jalur hukum untuk menuntut keadilan, tetapi semua upaya tersebut berakhir buntu. Hingga akhir hayatnya, negara tidak pernah mengakui kembali jasanya, termasuk kontribusi emas yang masih menghiasi puncak Monas.

Akhir Hidup dalam Kesenyapan

Teuku Markam meninggal dunia pada 1985. Negara tidak memberikan penghormatan resmi maupun rehabilitasi sejarah atas kontribusinya. Hingga kini, narasi resmi pembangunan Monas jarang menyebut namanya, meski perannya sangat besar dalam pembentukan simbol nasional tersebut.

Kisah Teuku Markam menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menggeser ingatan kolektif bangsa. Ia pernah menyumbangkan cahaya bagi ibu kota, tetapi sejarah membiarkan namanya meredup. Cerita ini juga menegaskan satu kenyataan pahit: pengorbanan untuk negara tidak selalu berujung pada keadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idulfitri 2026 sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta

    Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret, Pemerintah Tetapkan Lewat Sidang Isbat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Idulfitri 2026 resmi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat Kementerian Agama yang digelar pada Kamis (19/3/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin sidang di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat. Ia menyampaikan hasil sidang setelah menerima laporan dari tim hisab dan rukyat di berbagai wilayah […]

  • kebijakan hemat BBM Prabowo dalam sidang kabinet

    Prabowo Kaji Kebijakan Hemat BBM dan WFH 50 Persen Dampak Gejolak Perang Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kebijakan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Salah satu opsi yang muncul ialah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian pegawai. Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana […]

  • Ahmad Haikal Hasan BPJPH imbau produk halal Lebaran

    BPJPH Ajak Masyarakat Perkuat Konsumsi Halal Saat Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Kabaristana.com) | Produk halal Lebaran menjadi perhatian utama seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengajak masyarakat lebih teliti saat berbelanja. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan masyarakat perlu memastikan kehalalan setiap produk. Selain itu, ia menilai lonjakan belanja harus diimbangi dengan kesadaran konsumen. […]

  • Polda Aceh Narkoba - Ketua GPA Aceh Dr. Hifjir mengajak masyarakat mendukung pemberantasan narkoba di Aceh.

    GPA Aceh Ajak Masyarakat Dukung Kapolda Aceh Perangi Peredaran Narkoba

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta, (Kabaristana.com)– Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Aceh mengajak masyarakat mendukung Polda Aceh dalam memberantas peredaran narkotika. Menurut GPA Aceh, dukungan publik sangat penting untuk memperkuat penegakan hukum dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Ketua GPA Aceh, Dr. Hifjir, S.Pd., M.Pd., mengatakan narkoba menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Sebab, narkoba tidak hanya merusak individu, […]

  • Pelantikan Pemuda 21 bersama pengurus periode 2026-2028 di Gedung KNPI Rawamangun Jakarta Ti

    Pengurus Organisasi Pemuda 21 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Pelantikan Organisasi Pemuda 21 periode 2026-2028 berlangsung khidmat di Gedung KNPI Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026). Tokoh masyarakat, kalangan pemuda, dan sejumlah tamu undangan menghadiri kegiatan itu. Panitia pelaksana menggelar prosesi pelantikan dengan penuh semangat kebersamaan. Para pengurus baru menyatakan kesiapan menjalankan roda organisasi dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat serta […]

  • PT WIN Konawe Selatan saat menjalankan aktivitas tambang dekat pemukiman warga

    Kapolres Konsel Dinilai Tak Punya Kewenangan Hentikan PT WIN, Tokoh Pemuda Minta Publik Bijak

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta, kabaristana.com – Aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, kembali memicu sorotan publik. Warga menilai aktivitas tambang di dekat pemukiman itu menimbulkan keresahan dan berpotensi merusak lingkungan hidup. Kamis, 21 Mei 2026. Aktivitas Tambang PT WIN Tuai Sorotan Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat terus menyoroti aktivitas […]

expand_less