Perang AS–Iran Memanas di Hari ke-11, Jet Tempur Lintas Teheran dan Serangan Rudal Berlanjut
- account_circle Rahman
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 195
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Jet tempur militer terbang di atas wilayah udara Teheran saat konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ke-11 dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ke-11 dengan eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. Serangan udara, peluncuran rudal, dan ketegangan diplomatik terus meningkat. Pada Selasa (10/3/2026), jet tempur terbang di atas ibu kota Iran, Teheran, ketika militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah target.
Situasi ini menambah ketegangan regional setelah berbagai negara ikut merespons perkembangan perang tersebut.
Iran Tegaskan Tidak Akan Bernegosiasi
Pemerintah Iran menegaskan tidak memasukkan negosiasi dengan Amerika Serikat dalam agenda saat ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap melanjutkan serangan selama diperlukan.
Dalam wawancara dengan media internasional, Araghchi menyatakan Iran tetap mempertahankan kemampuan serangan rudal dan tidak mempertimbangkan pembicaraan damai dalam kondisi perang yang masih berlangsung.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan keyakinan bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir.
UEA Cegat Rudal dan Drone
Uni Emirat Arab melaporkan keberhasilan militernya mencegat sejumlah rudal dan drone yang menuju wilayahnya. Serangan tersebut diduga berasal dari Iran.
Pemerintah UEA juga mengirimkan protes resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski begitu, pejabat diplomatik negara itu menegaskan bahwa UEA tidak ingin terlibat dalam konflik yang lebih luas.
Duta Besar UEA untuk PBB di Jenewa, Jamal Al Musharakh, menyatakan negaranya tidak berencana menyerang Iran dan ingin mencegah eskalasi lebih lanjut.
AS Longgarkan Sanksi Minyak
Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pencabutan sebagian sanksi terkait sektor minyak. Ia mengambil langkah tersebut setelah pasar energi global mengalami gejolak akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Trump menjelaskan bahwa pemerintahannya ingin menstabilkan harga minyak dunia. Kebijakan ini juga mencakup pelonggaran terhadap beberapa pembatasan ekspor minyak.
Menurutnya, pemerintah AS akan mempertahankan kebijakan itu hingga situasi pasar energi kembali stabil.
Trump Prediksi Perang Segera Berakhir
Trump juga menyampaikan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Ia mengatakan pemerintahannya menargetkan hasil yang cepat dalam operasi militer tersebut.
Meski demikian, Trump tidak menyebutkan waktu pasti penghentian operasi militer.
Sejumlah analis menilai konflik berkepanjangan dapat memengaruhi dinamika politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilu sela.
Garda Revolusi Iran Siap Tentukan Akhir Perang
Militer Iran melalui Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan menentukan akhir konflik. Pihaknya menolak tekanan dari luar dan berjanji terus melanjutkan operasi militer.
IRGC juga menegaskan kesiapan menghadapi setiap serangan lanjutan dari pihak lawan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah militer Turki mencegat sebuah rudal di wilayah udaranya.
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian menyatakan Iran siap menurunkan ketegangan di kawasan. Namun ia meminta negara tetangga tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.
Iran Serang Instalasi Energi Teluk
Iran melancarkan serangan ke beberapa fasilitas energi di kawasan Teluk. Serangan tersebut menyasar kompleks minyak di Bahrain.
Api sempat muncul di fasilitas minyak Al Ma’ameer setelah serangan itu. Perusahaan energi negara Bahrain, Bapco, kemudian mengumumkan kondisi force majeure akibat gangguan operasional.
Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Jet tempur terdengar melintas di langit Teheran pada Selasa dini hari. Militer Israel mengklaim melancarkan gelombang serangan luas terhadap sejumlah target di ibu kota Iran.
Ledakan besar terdengar di beberapa wilayah kota ketika pesawat tempur beroperasi di udara. Hingga kini otoritas Iran belum merilis laporan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat serangan tersebut.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: kabaristana.com



Saat ini belum ada komentar