Purbaya Tekan Percepatan Blok Masela, Pemerintah Siap Sapu Bersih Hambatan
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)_KI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Kabaristana.com) | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekan percepatan pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Maluku. Ia menyampaikan sikap tersebut usai rapat bersama manajemen Inpex Masela Ltd dan SKK Migas di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Dalam pertemuan hampir dua jam itu, Purbaya meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga laju proyek. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin proyek strategis senilai hampir US$21 miliar kembali tertahan.
Proyek Harus Terus Melaju
Menurut Purbaya, proyek Blok Masela telah berjalan terlalu lama. Sebelumnya, berbagai perizinan menghambat progres. Namun kini, persetujuan AMDAL telah terbit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan diterima Inpex pada 20 Februari 2026.
Karena itu, Purbaya meminta semua pihak memanfaatkan momentum tersebut. Selain itu, ia menegaskan pemerintah akan menjaga konsistensi kebijakan.
Untuk mencegah hambatan baru, Purbaya meminta pembentukan tim khusus. Tim ini akan menampung laporan kendala dari investor secara berkala.
Selanjutnya, Kementerian Keuangan akan menganalisis setiap laporan dengan cepat. Dengan demikian, masalah teknis maupun administratif tidak akan berlarut-larut.
Pemerintah Jamin Kepastian Kontrak
Purbaya menegaskan pemerintah menghormati kontrak Blok Masela yang berlaku hingga 2055. Ia menyebut kepastian kontrak sebagai fondasi utama kepercayaan investasi.
Meski demikian, pemerintah tetap dapat menerbitkan regulasi bersifat umum. Namun, apabila aturan berdampak pada proyek, investor diminta segera berkoordinasi. Dengan cara itu, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan tanpa melanggar kontrak.
Selain percepatan waktu, Purbaya juga menyoroti harga gas. Ia meminta SKK Migas mengawal harga gas Blok Masela agar tetap kompetitif bagi industri nasional.
Saat ini, harga gas pipa dalam rencana pengembangan berada di kisaran US$6,8 per MMBTU. Sementara itu, Purbaya mendorong pengendalian harga LNG di sekitar US$9 per MMBTU.
Target Produksi Dimajukan
Lebih lanjut, Purbaya mendorong proyek Blok Masela mulai berproduksi sebelum 2029. Target ini lebih cepat dari rencana awal Inpex pada 2030–2031.
Selain itu, pemerintah menargetkan pelaksanaan groundbreaking EPC setelah Idul Fitri 2026. Langkah ini akan menandai masuknya proyek ke fase konstruksi utama.
Sebagai informasi, Lapangan Abadi di Blok Masela menyimpan cadangan gas sekitar 6,97 triliun kaki kubik. Proyek ini berpotensi memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun.
Di samping itu, proyek ini juga akan menyalurkan 150 MMSCFD gas pipa serta 35.000 barel kondensat per hari. Pada akhirnya, pengembangan Blok Masela berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.kemenkeu.go.id

Saat ini belum ada komentar