Bandung, (Kabaristana.com) || PT Kereta Api Indonesia mengembangkan kawasan Kiaracondong sebagai hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan layanan kereta api. Program ini menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memperoleh hunian layak dan terjangkau.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan memanfaatkan lahan di sekitar stasiun dan Balai Yasa Kiaracondong untuk meningkatkan efisiensi ekonomi warga. Ia menyebut warga dapat memangkas pengeluaran transportasi karena akses kereta berada dekat tempat tinggal.
“Kami menghadirkan hunian vertikal yang terhubung langsung dengan transportasi massal agar masyarakat lebih hemat dan produktif,” kata Bobby.
KAI juga merancang kawasan tersebut agar mendorong aktivitas ekonomi. Perusahaan menyiapkan ruang usaha mikro dan ruang publik untuk memperkuat perputaran ekonomi warga.
Selain itu, KAI memastikan setiap tahap pengembangan tetap menjaga standar keselamatan operasional kereta api. Perusahaan melakukan pendataan aset secara cermat agar proyek berjalan tanpa mengganggu layanan transportasi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai KAI berperan penting dalam kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan hunian terjangkau di perkotaan.
Maruarar menjelaskan bahwa tim gabungan tengah menyusun konsep teknis dan tata ruang. Tim akan memaparkan rencana awal dalam waktu dekat sebagai dasar pelaksanaan proyek.
Pengembangan TOD Kiaracondong diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan di kota besar sekaligus mengoptimalkan aset negara menjadi kawasan hunian modern yang inklusif.
Saat ini belum ada komentar