JAKARTA, (Kabaristana.com) | Ketahanan pangan Indonesia tetap kuat meski situasi geopolitik dunia memanas. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas pangan nasional sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Amran, pemerintah mempelajari dampak konflik internasional terhadap sektor pangan. Analisis tersebut mencakup perang Rusia–Ukraina hingga ketegangan antara Iran dan Israel yang berpotensi memengaruhi stabilitas pangan dunia.
“Kami sudah menyiapkan semuanya. Bahkan kondisi terburuk bagi pertanian Indonesia sudah kami hitung,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto langsung memberi arahan untuk mengantisipasi potensi dampak konflik global sejak awal masa pemerintahannya pada Oktober 2024.
Upaya Memperkuat Ketahanan Pangan
Untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia, Kementerian Pertanian menjalankan berbagai program peningkatan produksi. Langkah tersebut meliputi optimalisasi lahan pertanian, peningkatan produktivitas petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat distribusi pangan agar pasokan tetap tersedia di berbagai wilayah. Kebijakan tersebut membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Program peningkatan produksi juga menargetkan komoditas pangan utama seperti beras, jagung, dan beberapa bahan pangan strategis lainnya.
Produksi Pangan Nasional Tetap Stabil
Amran menilai sektor pertanian nasional memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat. Luas lahan pertanian dan dukungan petani menjadi kekuatan penting dalam menjaga produksi pangan nasional.
Ia memastikan produksi pangan tetap stabil meskipun konflik global memengaruhi rantai pasok pangan dunia.
“Pertanian Indonesia insyaallah tetap kokoh. Produksi pangan nasional tetap aman,” ujarnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.




Saat ini belum ada komentar