Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Mahasiswa Desak Kejagung dan KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Tata Kelola Pertambangan Nikel di Kolaka

Mahasiswa Desak Kejagung dan KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Tata Kelola Pertambangan Nikel di Kolaka

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Kabaristana.com) – Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GPM) Sultra-Jakarta mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menyelidiki dugaan penyimpangan tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

GPM menilai aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti setiap informasi yang mengarah pada dugaan pelanggaran hukum. Organisasi tersebut juga menyebut inisial HL, HT, dan HM sebagai pihak yang diduga memiliki peran strategis dalam perkara itu. Dugaan tersebut tetap harus melalui proses hukum dan pembuktian sesuai ketentuan yang berlaku.

GPM Minta Penegakan Hukum Berjalan Profesional

Ketua Umum GPM Sultra-Jakarta, Egit Setiawan, mengatakan pengelolaan sumber daya alam harus mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut Egit, aparat penegak hukum harus menyelidiki setiap informasi maupun alat bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi.

“Kami meminta Kejaksaan Agung RI dan KPK memberikan perhatian serius terhadap dugaan penyimpangan dalam tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka. Seluruh proses penegakan hukum harus berlangsung secara profesional, independen, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah,” kata Egit.

Selain meminta penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan, GPM juga mendorong aparat penegak hukum menyelidiki aktivitas sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kolaka apabila menemukan indikasi pelanggaran hukum.

GPM menyebut PT Wijaya Nikel Nusantara, PT Mineral Niaga Jaya, PT Babarina Putra Sulung, PT Tri Mitra Babarina, PT Mulia Makmur Perkasa, PT Waja Inti Lestari, dan PT Gishan Raya Putra sebagai perusahaan yang perlu mendapat pendalaman apabila aparat menemukan dugaan pelanggaran hukum.

Egit mengatakan aparat perlu memastikan seluruh perusahaan menjalankan kegiatan usaha sesuai perizinan yang berlaku. Menurutnya, setiap perusahaan juga wajib menerapkan tata kelola pertambangan yang baik agar tidak merugikan negara maupun masyarakat.

Minta Telusuri Dugaan Aliran Dana

GPM juga meminta Kejagung RI dan KPK menelusuri dugaan aliran dana, kepemilikan aset, serta transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan apabila aparat menemukan indikasi tindak pidana.

Selain itu, GPM meminta kedua lembaga memperkuat supervisi dan pengawasan terhadap penegakan hukum di sektor pertambangan. Organisasi tersebut berharap seluruh proses berjalan objektif, transparan, dan bebas dari intervensi.

Egit, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, menegaskan bahwa desakan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal tata kelola pertambangan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Karena itu, kami meminta seluruh dugaan yang berkembang diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Kabaristana.com masih menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk meminta konfirmasi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi akan memuat setiap klarifikasi dari pihak terkait secara proporsional sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Gedung Bapenda DKI, ASN Diminta WFH Bergantian

    Kebakaran Gedung Bapenda DKI, ASN Diminta WFH Bergantian

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta menerapkan Work From Home (WFH) secara bergantian. Kebijakan ini berlaku setelah kebakaran melanda gedung tersebut pada Jumat (7/8) malam. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI menyiapkan sejumlah lokasi alternatif agar […]

  • Sufmi Dasco Ahmad jelaskan TKD Aceh tanpa efisiensi anggaran

    Dasco Telepon Prabowo, Presiden Setujui TKD Aceh Tak Kena Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 379
    • 0Komentar

    JAKARTA, (kabaristana.com) | Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai kebijakan efisiensi anggaran tahun berjalan. Dalam pembicaraan tersebut, Presiden memutuskan bahwa Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tidak terkena efisiensi anggaran pada tahun ini. Dasco menjelaskan bahwa pemerintah mengambil keputusan ini setelah menilai kondisi pembangunan di Aceh. Pemerintah juga […]

  • Pengiriman material huntara TNI AU ke Aceh menggunakan pesawat Hercules C-130

    TNI AU Kerahkan Hercules Antar Material Huntara ke Aceh

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 527
    • 0Komentar

    JAKARTA, kabaristana.com | Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI Angkatan Udara) terus mengambil peran aktif dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana. Kali ini, TNI AU mengerahkan pesawat angkut Hercules C-130 untuk mendistribusikan material pembangunan hunian sementara (huntara) ke Provinsi Aceh. Langkah ini menjadi bagian penting dari percepatan rehabilitasi pascabencana. Sebanyak 12,369 ton material milik PT […]

  • Menlu RI Peace Board tegaskan Indonesia tidak wajib setor dana dan fokus misi kemanusiaan Gaza

    Menlu Tegaskan RI Tak Wajib Setor Dana di Board of Peace, Kontribusi Fokus Kemanusiaan Gaza

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 219
    • 0Komentar

    JAKARTA, Kabaristana.com — Menlu RI Peace Board menjadi perhatian publik setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kewajiban menyetor dana untuk keanggotaan Dewan Perdamaian internasional tersebut. Dalam keterangannya, Sugiono menjelaskan bahwa tawaran kontribusi dana yang disampaikan kepada anggota Menlu RI Peace Board bersifat sukarela dan tidak menjadi syarat utama keanggotaan. Lebih lanjut, Menlu […]

  • Polemik tata kelola STAI Al Furqan Makassar

    Mengurai Simpul Kekuasaan di STAI Al Furqan: Ketika Pengawas, Pengelola, dan Pengambil Keputusan Berada dalam Lingkar yang Sama

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Makassar, (Kabaristana.com) – Polemik pemberhentian Dr. Ismail, S.H.I., S.Pd.I., M.A. dari jabatan Ketua STAI Al Furqan Makassar memicu perhatian publik. Persoalan ini tidak lagi sebatas pergantian pimpinan kampus. Masyarakat mulai menyoroti tata kelola Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (YPIQ) Makassar. Publik kini mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Selain itu, mereka juga menyoroti pihak-pihak yang […]

  • KPK periksa Edison dalam pengembangan kasus OTT Muara Enim

    KPK periksa Bupati Muara Enim nonaktif usai OTT lanjutan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta, (kabaristana.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Muara Enim nonaktif Edison dan pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi, untuk mendalami kasus dugaan suap di Kabupaten Muara Enim. Pemeriksaan berlangsung setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) lanjutan yang melibatkan lima aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Juru Bicara […]

expand_less